
Anna baru saja keluar dari kamar mandi setelah hampir setengah jam ia berendam , untuk menenangkan jiwanya yang tengah dilanda amarah dan kecewa.
Tentu saja Marah dan kecewa karena tak berhasil menemukan apapun diruang kerja Zen.
Bau harum lavender langsung menyeruak seisi kamar karena Anna memang suka sekali dengan harum lavender sampai seluruh peralatan mandinya berbau lavender.
"Sore nona, saya membawakan jahe hangat untuk nona" ucap Lisa yang tiba tiba memasuki kamarnya.
"Wahh terimakasih Lisa, " ucap anna tampak sumringah dan menerima secangkir jahe hangat buatan Lisa dan langsung saja menyeruput air jahe yang masih terlihat mengepul itu.
"Ahh iya, darimana saja kamu??? aku baru Melihatmu sore ini??" tanya Anna penasaran karena siang tadi ia tak melihat Lisa.
"Anu nona, saya tadi habis dari taman, maaafkan saya nona, apakah nona mencari saya ???" tanya Lisa khawatir.
"Wahhh senangnya habis bertemu pacar" sindir Anna dengan nada bercanda membuat wajah Lisa memerah malu.
"Anu nona , bukan seperti itu" ucap Lisa tampak gugup.
"Tak perlu malu, aku ikut senang jika dia bisa membuatmu bahagia" ucap Anna tampak lega.
"Terimakasih nona" ucap Lisa tersipu.
"Tapi kenapa siang hari??? bukanya biasanya kalian bertemu malam hari ???" tanya Anna penasaran.
"Iya nona soalnya Roni sedang mendapatkan hukuman dari tuan Zen " ucap Lisa sedih.
"Hukuman ????kenapa ??? apa yang dia lakukan??!!!" tanya Anna penasaran.
"Anu nona bukan itu maksud saya ." ucap Lisa khawatir dan memukuli bibirnya karena dia keceplosan lagi.
"Jangan menyembunyikan apapun dariku... cepat katakan apa maksudmu Lisa ???" tanya Anna sedikit marah karena tau Lisa tidak akan melanjutkan ucapannya.
"Anu nona..." ucap Lisa masih takut takut sambil melihat kebelakang takut Zen tiba tiba masuk seperti waktu dulu dan Lisa akan mendapatkan hukuman lagi.
"ahhh jangan sampai terjadi lagi, " batin Lisa tampak menggelengkan kepalanya takut.
"Ayolah Lisa , tak perlu takut... ceritakan padaku apa yang terjadi" ucap Anna sedikit tenang.
"Nona saya takut tuan Zen marah lagi" ucap Lisa ketakutan.
"Zen tak akan pulang sekarang... ceritakan lah siapa tau aku bisa membantu" ucap Anna lembut.
"Roni dihukum oleh tuan Zen untuk tidak menemui ku satu bulan nona, karena ia mengatakan hal yang tidak tidak pada nona sewaktu menelepon tuan Zen dan diangkat oleh nona" ucap Lisa lirih.
"Ohhh jadi masalah waktu itu, Zen emang benar benar dia!!!" geram Anna sedikit jengkel , hanya karena masalah sepele Zen seenaknya saja menghukum Roni.
"Nona jangan bilang sama tuan Zen ya , ??? saya takut dihukum oleh tuan Zen lagi seperti dulu" ucap Lisa tampak ketakutan.
"Iya Lisa kamu tenang saja, aku akan membantumu agar Roni tidak jadi dihukum oleh Zen " ucap Anna menenangkan.
"Anu ... tak perlu nona, sungguh saya tidak apa apa" ucap Lisa semakin ketakutan pasalnya Lisa takut jika itu membuat Anna dan Zen bertengkar nantinya.
"Sudah tenang saja " ucap Anna santai dan kemudian diangguki pasrah oleh Lisa.
\\
Makan malam masih dengan kesunyian diantara Anna dan Zen, hanya bunyi gesekan piring dan sendok yang terdengar.
Anna sendiri juga enggan mengajak Zen berbicara karena memang ia tengah kesal dengan sikap Zen yang suka seenaknya sendiri. apalagi dengan para karyawannya.
Selesai makan malam keduanya bergegas menuju kamar, tapi bukanya masuk bersama , Zen malah masuk keruang kerjanya sedangkan Anna masuk kekamar dengan perasaan dongkolnya.
"Sabar Anna ... ayoo pikirkan cara agar bisa membebaskan Roni dari hukumannya " ucap Anna lirih saat memasuki kamarnya yang tak diikuti oleh zen.
Hingga Anna mendapatkan sebuah ide.
\\*
Rio memang sengaja mengajak alenna makan malam disebuah restoran mahal yang sengaja ia booking sendiri agar menjadi makan malam romantis yang selalu diinginkan oleh para wanita.
Alenna cukup tercengang dengan segala perlakuan Rio yang lebih dari perkiraannya.
Makan malam romantis berdua dengan lilin dan bunga yang indah direstoran mahal yang sama sekali belum pernah ia rasakan sebelumnya bahkan setiap lelaki yang mendekatinya belum tentu bisa mengajaknya ketempat mahal seperti ini.
Untung saja tadi alenna memakai baju yang terlihat mewah , baju yang kemarin dibelikan oleh Rio diboutiq ternama di kota mereka.
Benar benar ... alenna kali ini memang tak salah pilih. dan impianya untuk menjadi nyonya dan kaya raya akan segera terwujud jika ia berhasil mendapatkan Rio.
Tampak Rio menggeser kursi dan mempersilahkan alenna duduk membuat alenna sedikit tersipu.
Alenna duduk dan masih saja menganggumi tempat yang belum pernah ia datangi sebelumnya , sungguh resto yang mewah dan saat membuka menu makanannya mata alenna melotot serasa ingin keluar karena melihat daftar harga makanannya yang sangat mahal, berkali lipat dari gaji yang ia dapatkan ditempat tuanya Zen.
"Kenapa wajahmu seperti itu???" tanya Rio tampak heran melihat alenna yang seperti terkejut saat melihat daftar menu.
"Tidak apa apa, aku hanya sedikit terkejut" ucap alenna menetralisir kegugupannya.
"Jadi kau ingin makan apa ??" tanya Rio .
"Emm terserah kau saja , aku sama dengan mu!!" ucap alenna tampak terlihat frustasi pasalnya ia tak mengerti bahasa yang dipakai didaftar menu yang semuanya mengunakan bahasa Inggris.
Rio hanya terkekeh kemudian memanggill salah satu receptionist.
"Berikan salah satu makanan termewah ditempat ini malam ini" ucap Rio .
"Baik tuan" jawab sang receptionist kemudian pergi meninggalkan meja Rio untuk menyiapkan pesanan.
"Kamu baru pertama kali ya ???" tanya Rio.
"Hmm ..." jawab alenna hanya mengangguk.
"Nanti juga akan terbiasa" ucap Rio santai .
Tak berapa lama pesanan mereka datang, alenna dan Rio mulai menikmati makanan mereka.
Rio masih memperhatikan geli kearah Alena yang tampak kesusahan memotong daging steak hingga akhirnya rio mengambil piring steak milik alenna kemudian dipotongnya kecil kecil agar alenna lebih mudah memakannya tanpa harus memotong sendiri.
Alenna menjadi malu sendiri karena sikapnya tapi mau bagaimana lagi ia memang tidak terbiasa makan direstoran steak seperti ini.
"Terimakasih ..." ucap alenna lirih kemudian mulai memakan potongan steaknya.
"Bagaimana rasanya ???" tanya Rio.
"Enak..." ucap alenna tampak berbinar.
"Hahaha, habiskan kalau masih kurang aku akan memesankan lagi" ucap Rio tampak bahagia melihat alenna makan lahap.
Alenna hanya mengangguk.
Selesai keduanya makan dan menikmati minuman, Rio akhirnya membuka suaranya setelah sedari tadi hanya hening.
"Alenna ... aku tau mungkin ini terlalu cepat... aku tau mungkin kita baru saja mengenal tapi kamu harus tau sejak pertama aku melihat kamu waktu itu aku sudah merasakan sesuatu yang berbeda...." ucap Rio tampak menjerat ucapannya .
"Alenna maukah kamu menjadi pendamping hidupku ??? maukah kamu menjadi yang terakhir untukku??? dan maukah kamu menikah dengan ku???" tanya Rio tulus.
Seketika alenna meneteskan air matanya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
Seseorang melamarnya..
Ya melamarnya dengan cara yang sangat romantis ....
🌸🌸🌸🌸
Bersambung......
Jangan lupa like vote dan komen ya readers.....