MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
29


"Jadi bagaimana dengan keadaan mereka disana??? " tanya zen yang nampak menempelkan ponselnya ditelingga nya.


"Baiklah pasti kan mereka tak bisa meninggalkan kota itu, terus awasi mereka " ucap zen kemudian mematikan panggilan .


"Jadi mau kemana kita tuan??? " tanya pang pang didepan menyetir untuk zen.


"Terserah kau saja , asal jangan membawaku kembali ke kantor, aku malas bertemu tania" ucap zen lagi.


"Apakah tuan ingin saya menyingkirkan nona tania ???" tanya  pang pang pada zen .


"Tak perlu , kita lihat saja seberapa keras dia berjuang !! " ucap zen .


"Baiklah tuan, apakah tuan ingin pulang lebih awal ???, saya dengar nona sedang mengandung" tanya pang pang.


"Apakah sandy yang memberitahumu, ck dasar pria tukang gosip" cibir zen , pang pang hanya tersenyum simpul.


"Ya, sepertinya aku harus pulang lebih awal untuk menemui istri dan calon anakku" ucap zen sambil tersenyum membuat pang pang ikut bahagia.


"Baiklah tuan," ucap pang pang kemudian melajukan mobilnya menuju mansion.


Sesampainya dimansion dengan wajah sumringah zen keluar dari mobil dan memasuki mansionnya , tampak susi sedikit heran dengan kepulangan awal tuan mudanya dengan wajah yang sangat bahagia itu.


"Dimana anna ???" tanya zen pada susi masih dengan raut wajah yang bahagia.


"nona anna baru saja pergi menggunakan mobil tuan" ucap susi.


"Apaaaaa????!!! Dan kau membiarkan itu " bentak zen seketika .


"Mmammaaafff tuan , saya tak tahu jika nona sedang tidak boleh keluar " ucap susi nampak ketakutan.


"Arghhhhhhhh" ungkap zen kesal.


Pang pang yang mendengar amarah tuanya langsung memasuki mansion.


"Telpon roni suruh melacak keberadaan anna, sekarang!!!!" ucap zen kepada pang pang yang baru saja memasuki ingin mengetahui apa yang terjadi.


"Baik tuan" ucap pang pang langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi roni tanpa banyak tanya.


Susi terlihat pucat ketakutan , untuk pertama kalinya zen semarah ini hanya karena anna pergi, sebenarnya ada masalah apa hingga membuat zen semarah itu melihat anna pergi batin susi mencoba menerka nerka.


Susi masih mematung ditempat yang sama sedangkan zen sudah duduk disofa sambil memijati kepalanya.


"Tuan ini minum dulu biar tenang " ucap alenna yang datang entah dari mana membawa nampan berisi minuman.


Tanpa memandang wajah alenna , zen langsung meneguk minuman yang dibawakan alenna, membuat alenna menjadi girang karena berhasil meredakan amarah zen padahal hanya memberikan minuman.


"Tuan, roni sedang melacak keberadaan nona, semoga segera dtemukan " ucap pang pang selesai menelepon roni.


Zen masih tak menggubris apa yang pang pang katakan , ia masih sibuk dengan lamunan dan memijati kepalanya , entah apa yang dia pikirkan.


"Siapkan mobil, kita juga harus mencari anna." ucap zen yang kemudian diangguki pang pang.


Pang pang melajukan mobilnya untuk mencari anna , tentu saja dengan zen dibelakangnya.


Setelah kepergian zen dan pang pang, susi segera menghampiri alenna dan langsung menampar wajah alenna hingga membuat alenna tersentak.


"Elo itu anak baru, jangan banyak tingkah dan juga sadar diri sama posisi lo !!!" bentak susi pada alenna.


Terlihat alenna memandang sinis susi.


"Bukankah status kita disini sama , hanya seorang pembantu , atau jangan jangan elo yang takut gue bakalan ngrebut posisi elo jadi pembantu kesayangan tuan zen" ucap alenna santai.


"Brengsek , berani lo sama gue " ucap susi hendak menampar alenna lagi tapi ditahan oleh alenna .


"Elo pikir gue takut sama lo... Inget status kita disini sama saama babu , jadi nggak usah deh sok berkuasa, gue bakal buktiin bakal ngrebut posisi elo" ucap alenna kemudian pergi meninggalkan susi yang terlihat sangat marah dan bercampur malu karena dilawan oleh anak baru di mansion itu.


Lisa yang mellihat pertengkaran kakaknya dengan susi dibalik pintu itu sangat terkejut.


Ia pikir kakak nya sudah berubah, nyatanya masih sama, iya kakaknya masih sama , menjadi kakak yang kejam, ambisius dan menghalalkan segala cara demi tercapai impian nya.


Kini lisa hanya bisa berdoa semoga apapun yang akan dilakukan alenna sang kakak tidak akan menyakiti hati siapa yang tidak salah.


Semogaa.....


         🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊


Tania memberanikan diri masuk keruangan kai, ia tahu kai sedang berada diruangan nya dengan ****** nya dan mungkin sedang bercinta disana.


"Brengsek , sialan , .... Apa yang sedang kau lakukan itu????!!!" maki kai pada tania .


Tania nampak berjalan dan tersenyum sinis pada kai dan membawa sebuah amplop.


"Lanjutkan saja , aku datang hanya memberimu ini" ucap tania pada kai.


Kai segera berdiri dari aktifitasnya kemudian berjalan menghampiri tania dan membuka amplop pemberian dari tania.


Seketika kai tertawa setelah membaca isi amplop itu.


Tania nampak geram tapi berusaha setenang mungkin.


"Apa kau yakin dengan ini???" tanya kai masih terus terkekeh.


"Tentu saja!!!" ucap tania tegas.


"Apa kau tidak takut dengan konsekuensinya hmmm???" tanya kai lagi.


"Aku sudah tidak peduli jika kau ingin  membuat keluargaku bangkrut bahkan hingga jatuh miskin , aku benar benar tidak peduli, aku ingin bebas , aku sudah lelah" ucap tania.


"Taakan semudah itu sayang....klien klien ku yang memberi kita banyak uang sudah terlalu puas dengan kinerja mu, jadi jangan pernah berharap bisa mengakhiri semua ini sayang" ucap kai menyerigai.


"Brengsek , kamu brengsek kai" ucap tania kemudian menjatuhkan air matanya.


"Kamu yang membuatku sebrengsek ini tania, jika saja kamu dulu masih perawan, aku taakan pernah melakukan ini pada mu" ucap kai.


"Lepaskan aku kai , aku mohon, " ucap tania memohon sambil menangis.


"Tidak akan dan tak akan pernah!!!" ucap kai tegas.


"Aku mohon" ucap tania sambil menangis.


"Apa ini karena laki laki itu???" tanya kai yang membuat tania sedikit terkejut.


"Zen , nama laki laki itu kan??? Apa karena dia , bahkan dia yang sudah mendapatkan perawan mu" ucap kai sinis.


Seketika tania tertawa hambar.


"Ya semua karena dia , dia mencintaiku , sangat, bahkan dia tau aku sudah tak perawan tapi masih mencintaiku, dia tidak sebrengsek kamu" ucap tania.


Kini giliran kai yang tertawa kemudian mencengkeram dagu tania membuat tania meringgis kesakitan.


"Jangan pernah samakan aku dengan dia ******, dan ingat jangan pernah berfikir bisa lepas dari ku, itu tidak akan mungkin terjadi " ucap kai kemudian melepaskan cengkeraman nya dan menyobek surat gugatan cerai yang dibawa tania lalu berjalan keluar meninggalkan tania.


"Brengsek ?!!!?" gerutu tania dan menangis lagi lebih keras.


             🐍🐍🐍🐍🐍🐍


"Tuan lebih baik kita makan dulu" bujuk pang pang pada zen karena seharian ini mencari keberandaan anna yang belum ditemukan dan zen sama sekali belum makan , membuatnya terlihat kusut dan lelah.


"Apa kau pikir aku bisa menelan makanan padahal sampai sekarang aku belum tau dimana anna"ucap zen dingin.


Pang pang kemudian diam tak bertanya lagi , takut semakin merusak suasana hati tuan nya yang sedang dilanda gelisah.


"Kamu kemana anna???" batin zen sambil melihat kearah jalan, sudah seharian ini dia mencari anna , dikampus , bahkan menghubungi teman temanya tidak ada satu pun yang tau.


Dimana anna .......??????


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Bersambung.....


hay hay semuanya....


jujur hari ini sebenernya mau libur nulis heheehe..


tapi ngeliat komen nya banyak banget jadi semngat lagi buat nulis...


nanti kalau belum ngantuk bakalan up 2 eps ... kalau belum ngantuk ya readers hehe soalnya suka ketiduran pas lagi ngetik...


dan maksih banget buat komen kalian ...


semakin enggak pelit like, vote dan komen , aku pun juga nggak akan pelit buat up lagi ....


makasih banget readers kuuu ....