Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan
Bab 47


Karel membuka pintu kamarnya dan mencari keberadaan Alexa namun tidak menemukan adanya Alexa di dalam.


" By,, " Ucap Karel berjalan masuk namun tidak ada jawaban, mata elang karel menatap jika pintu balkon yang terbuka Karel pun segera mendekat dan Benar saja Alexa berdiri di sana membuat Karel mendekat.


" By,, " Ucap Karel menyentuh lengan Lexa.


Alexa langsung mengusap wajahnya, dia tidak mau jika Karel tau dirinya menangis.


Dengan senyuman dia menatap laki laki yang menatapnya bahkan matanya terlihat sendu membuat jantungnya berdekat kencang,,


" By,, kamu nangis? " Ucap Karel khawatir


" Tidak,, Aku hanya kelilipan " Bohong Alexa namun bukan Karel jika tidak tau Gadis kecilnya sedang berbohong dan menyembunyikan sesuatu darinya.


" Kamu sudah selesai bicara dengan Papa kamu "


Karel menghela napasnya dan mengangguk namun wajahnya terlihat tidak seperti biasanya seakan Karel menyembunyikan sesuatu darinya .


" Mereka ingin bicara dengan kamu " Ucap Karel membuat Alexa kaget bahkan serasa mati berdiri.


" Ta- tapi, -


" Aku akan menemani kamu,, Semua akan baik baik saja Oke "


Alexa menatap wajah Karel yang terlihat yakin, dia pun akhirnya mengangguk.


Karel menggenggam tangannya dan mereka berjalan keluar.


Deg..!!


Jantung Alexa seakan langsung berhenti saat melihat orang Tua Karel yang tengah menatap mereka bahkan tatapan Ayah Karel yang begitu tajam membuat hatinya mencium.


Karel semakin erat genggaman tangan Alexa, dia tau jika gadisnya mengalami gugup juga takut.


" Duduk Kalian " Ucap Leon membuat Mereka duduk namun Alexa masih tetap menundukan wajahnya.


" Dad,, " Ucap Moza mengusap bahu Leon.


Fix,,, sangat jelas mereka tidak menyukaiku dan tidak merestui pernikahan ini. Batin Alexa.


Alexa menghela napasnya,, dia berharap semua akan baik baik saja namun jika tidak dia harus bersiap untuk berjuang mempertahankan pernikahannya.


" Jadi kapan kalian akan melakukan pernikahan ulang "


Deg..!!!


Lexa langsung mendongak, dia melihat senyuman di wajah cantik wanita di hadapannya dan matanya menatap Karel yang juga terlihat tersenyum membuatnya semakin bingung.


" Dasar kalian ya,, sudah membuat menantu Mommy kebingungan " Ucap Moza beranjak mendekati Alexa.


" Rel,, " Ucap Lexa dan Karel hanya mengangguk.


" Maaf Sayang sudah membuat kamu bingung juga ketakutan " Ucap Moza mengsuap wajah cantik Alexa.


Alexa masih terdiam dia sama sekali tidak mengerti dengan semua ini.


" Jadi, -


" Ya By,, Daddy dan Mommy merestui pernikahan kita " Ucap Karel mengenggam tangan Alexa.


Alexa menatap Moza yang mengangguk membuatnya tersenyum dengan air mata yang kembali menetes.


" Hei,, Kenapa menangis sayang,, Mommy minta maaf Oke " Ucap Moza mengusap air mata yang wajah Alexa dan langsung memeluknya.


Kali ini tangisan Alexa semakin jadi selama ini dia tidak pernah merasakan pelukan hangat seorang Ibu, rasa rindu kepada Ibunya pun kembali dia rasakan.


Sudah berapa tahun dia tidak mendapatkan kasih sayang bahkan pelukan seperti saat ini.


" Kalian tanggung jawab ya sudah bikin menantu cantik Mommy menangis seperti ini,, Tenang Sayang,, Ada Mommy di Sini "


Lexa melepaskan pelukannya,,


" Maaf ya Mommy sama Daddy sudah buat kamu menangis "


Lexa menggeleng,,


" Tidak Nyonya,, Saya hanya teringat dengan Ibu saya yang sudah meninggal "


" Astaga,, Sayang "


" By,, " Ucap Karel namun Lexa malah melepaskan tangannya.


" Kamu jahat,, Kamu bikin aku jantungan Rel " Kesal Lexa membuat Karel serba salah.


" Dad,, semua ini karen Daddy ya " Ucap Karel namun Leon malah mengangkat kedua tangannya seraya tersenyum.


" Sini Sayang sama Mommy, kita cerita cerita biarkan mereka kita tinggal "


Moza mengajak Lexa menuju kamarnya, sementara Karel menatap Lexa yang malah kesal terhadapnya.


FlashBack


Karel menemui Leon di ruang kerjanya, tatapan tajam Leon terhadapnya membuat Karel tau jika orang tuanya marah karena pernikahan nya dengan Alexa yang di lakukan diam diam tanpa memberitahu mereka.


" Duduk,, " Ucap Leon


Karel menghela napasnya dan duduk di hadapan Leon.


" Kamu menikah tidak memberitahu Daddy juga Mommya, apa kamu sudah tidak menganggap kami orang tua kamu "


" Bukan seperti itu Dad,, tapi semua ada alasanya "


" Karena sebuah Jebakan "


Karel menatap Leon, bagaimana mereka tau sedangkan selama ini Karel tidak pernah menceritakan semuanya.


" Remon, Rian juga Jonatan sudah menceritakan semuanya, Sekarang Daddy tanya apa kamu hanya mempermainkan Alexa atau memang kamu mencintainya "


" Maksud Daddy "


" Kalian sama sekali tidak saling mengenal sebelumnya dan kini kalian menikah karena apa rasa cintu itu sudah tumbuh di hati dan perasaan kamu "


" Aku mencintai Alexa Dad "


" Mencintai setulus hati kamu atau hanya untuk pelarian dari Gabriel "


Deg..!!


Lagi lagi nama Gabriel di dengarnya padahal Karel sudah berusaha melupakannya.


" Daddy tau bagaiman kamu Rel, dan kamu masih ingat ucapan Daddy jika hati wanita itu sangat lembut sekali dia di sakiti sudah pasti akan sangat susah kembali mendapatkan maaf dan kepercayaan "


" Ya Dad, aku selalu mengingatnya dan Untuk Gabriel.. Aku sudah melupakannya bahkan kini Aku sangat mencintai Alexa "


Leon beranjak,,


" Ingat Pesan Daddy,, Sekali kamu melukai hati istri kamu berarti kamu sudah melukai hati Mommy.. Sekarang kamu panggil Alexa kami ingin bertemu dengannya " Ucap Leon meninggalkan Karel yang masih duduk termenung di sana.


Karel memijat pelipisnya,,


Gabriel,, Wanita yang dulu pernah singgah di hatinya, cinta Pertama nya yang sudah membuat dirinya hampir gila karena sangat mencintainya namun dia malah menghianatinya membuat nya hancur hingga sangat lama untuk bisa kembali bangkit.


Alexa. Gumamnya beranjak dan langsung berjalan keluar.