Mengejar Cinta Om Duda

Mengejar Cinta Om Duda
USG


Setelah melakukan drama panjang lebar, kini akhirnya mobil yang di kendarai Dimas sudah terparkir cantik di rumah sakit. Chaca dan Aiden pun langsung bergandengan tangan memasuki rumah sakit, sedangkan Dimas berjalan mengekor di belakang nya. Selalu seperti itu setiap kali mereka melakukan pemeriksaan, Dimas hanya di jadikan bodyguard oleh anak dan istrinya.


"Astaga kenapa kalian lama sekali sih," Ucap Dr.Maya sedikit kesal, pasalnya mereka janji akan melakukan pemeriksaan pkl.17:00 tapi nyatanya ini sudah hampir jam 7 dan mereka baru sampai.


"Maaf Dok tadi ada kendala sedikit." Ujar Chaca merasa tak enak.


"Drama apalagi?" Tanya Dr.Maya dengan menyelidik.


"Seperti biasa," Jawab Dimas sambil mengedikkan bahunya.


"Hanya sedikit," ucap Chaca dengan senyum kikuk membuat Dr. Maya langsung menghela napasnya kasar. Dr.Maya sudah sangat hafal dengan yang di maksud Drama oleh Dimas dan Chaca, padahal Dr.Maya sudah berulang kali mewanti wanti kurangi makanan manis namun Chaca tetap saja tidak menghiraukan nya.


"Ya sudahlah, ayo Cha berbaring." Kata Dr.Maya menyuruh Chaca segera berbaring di atas brankar.


Dr. Maya pun segera menyiapkan segala keperluannya dan kini ia mulai mengoleskan gel ke perut Chaca juga ke alat untuk melakukan USG.


"Mami, Baby Queen!" Pekik Aiden senang saat melihat calon adik bayinya begitu aktif di dalam perut.


"Woah selamat yah, baby Queen nya sehat dan sangat aktif." Kata Dr. Maya.


"Kapan baby Queen Aiden akan lahir Aunty? Pertanyaan yang selalu Aiden lontarkan setiap kali mengantarkan Chaca periksa.


"Hemm mungkin sekitar dua atau tiga minggu lagi," jawab Dr.Maya.


"Ssshhtt ... " Chaca meringis kala merasakan kembali tendangan di perut nya.


"Baby, jangan nakal yah, kasian Mami kesakitan tuh." Ucap Aiden di perut Chaca seketika membuat hati Chaca tenang dan baby Queen pun tidak lagi menendang bebas.


"Ini akibat dari kalian yang suka bermain bola hingga anak kalian sering memberikan tendangan bebas di dalam sana," ledek Dr. maya membuat wajah Chaca merah karena malu.


"Bukankah itu malah bagus kata kamu. Bisa membuat nya cepat lahir." Kata Dimas santai sedangkan Aiden menatap bingung kepada orang orang dewasa di dekatnya itu.


"Iya tapi gak perlu terus main setiap saat, cukup sekali sehari saja atau dua tiga hari sekali." Kata Dr. Maya.


"Memang Mami sama Papi main bola dimana? Kok Aiden gak pernah lihat?" Tanya Aiden polos membuat Chaca dan Dimas langsung menatap Dr. Maya, namun sang empunya malah terkekeh.


"Sudah sudah, sekarang jangan bahas main bola lagi. Chaca ini bbj nya sudah hampir 4 kg kalau kamu masih tetep ngeyel terus makan banyak dan manis aku tidak bisa menjamin kamu bisa melahirkan normal." Ucap Dr. Maya serius.


"Hemm iya nanti di coba deh, mulai sekarang aku puasa." ucap Chaca sedih karena akan berpisah dengan makanan kesukaan nya.


"Tapi es krim di kulkas sayang sayang Dok. Aku puasanya nanti saja kalau kulkas sudah kosong yah. Janji gak akan beli lagi setelah ini habis.' Kata Chaca dengan wajah memelas nya.


"Itu isi kulkas sampai sebulan juga gak akan habis yank, kamu mau puasa setelah melahirkan?" Tanya Dimas tak habis pikir.


Kulkas es krim yang di maksud Chaca itu adalah kulkas es krim seperti yang berada di minimarket atau supermarket begitu. Chaca yang sangat menyukai es krim sejak awal kehamilan hingga membuat Dimas langsung menyetok es krim sekaligus sama freezer khusus es krim nya.