
Alasan Calista menangis dan sampai tersedu-sedu, bukan karena rasa sakit dari proses persalinan, atau itu proses melahirkan yang dijalani. Melainkan karena lahirnya kedua anaknya yang sudah langsung sibuk menangis, dan itu bertanda keduanya sama-sama sehat, membuatnya sangat bahagia. Dalam dekapan Sabiru yang makin lama makin erat, ia meluapkan tangis kebahagiaannya.
Air mata Calista benar-benar banjir, bukan hanya membasahi pipi, tapi juga kedua tangan Sabiru yang masih memeluknya erat.
Suasana ruang bersalin yang awalnya diwarnai rintih sakit penuh ketegangan dari Calista, kini menjadi beris...