
Dian berjalan dengan membawa nampan berisi 4 buah burger berukuran besar sambil melontarkan pertanyaan, “Bagaimana cara memakan ini tuan dan apa namanya?” Dian datang sambil membawa pertanyaan.
“Makanan ini namanya burger cara makan burger pada umumnya adalah memegangnya erat di kedua sisinya lalu menggigitnya perlahan dari depan kebelakang sambil habis.” Udin menjawab pertanyaan di benak mereka sambil mencontohkan menggigit burger.
Kemudian mereka berempat makan dan dilanjutkan ngobrol-ngobrol santai hingga pukul 13.30, temannya seputar tentang masa kecil para gadis di ibukota dan seputar makanan disana. “Tuan sampai kapan kita tidak makan nasi, terakhir kita makan nasi adalah saat tuan memasakkan makanan yang tuan sebut nasi goreng” tanya Anggi di ujung pembicaraan.
“Anggi, sebetulnya dalam pelayaran ini kami membawa makanan terbatas termasuk beras tolong dimaklumi, jadi tolong bantu kami memastikan segalanya lancar, kita akan tanam padi di wilayah Alamut nanti,” jawab Udin menjelaskan situasi yang sebetulnya dan fakta bila dirinya dan Zayn sudah menyadari bahwa logistik Rihlah akan berakhir tidak sampai pertengahan September mendatang.
“Rena, apakah sudah selesai kau salin dengan aksara Fantastica tulisanku tadi?” tanya Udin “Sudah tuanku, tapi bukanlah tadi yang hamba tulis agak terlalu sombong” jawab Rena. “Ahh tidak apa-apa Rena, sedikit provokasi saja untuk mengenalkan kita, baiklah masukkan itu kedalam kotak bingkisan di dekat drone, mari kita kirim hadiah ramah tamah kita kepada Raja Siffredi,” Udin bersemangat.
Udin menerbangkan drone ke arah istana pada pukul 14.00 setengah jam kemudian tepat pukul 14.30 drone sudah berada di atas istana dan turun perlahan ke tempat raja dan ratu bersiap menikmati sajian teh di sore hari.
Suara bising semakin terdengar dan terlihat suatu benda terbang turun perlahan.
Para pengawal panik melihatnya, “Lindungi raja,permaisuri dan selir agung dengan tameng, segera serang dan jatuhkan benda aneh itu dengan tombak dan panah,” teriak Pangeran James yang berada di sisi raja kepada para prajurit pengawal istana.
Melihat gelagat yang membahayakan dari pengawal istana, Udin segera melepas bingkisan hadiah dan menerbangkan drone kembali menuju Rihlah.
“Amankan bungkusan aneh itu, dan buka perlahan,” perintah Pangeran James. Bingkisan dari kertas berwarna coklat pun terbuka dan terdapat kain indah yang masih terbungkus plastik.
“Tuan bingkisan ini masih dibungkus pembungkus tembus pandang,” ucap salah seorang prajurit yang sedari tadi membuka bungkusan dengan berhati-hati. “Sini segera serahkan padaku,” jawab Pangeran James.
Setelah beberapa saat akhirnya James berhasil membuka bingkisan yang ternyata dibungkus plastik seal biasa yang biasa digunakan membungkus pakaian di bumi, namun sesuatu yang disebut pembungkus transparan itu benar-benar diluar pemikiran orang-orang ini sehingga membuat semua orang takjub termasuk Raja.
“Simpan dengan baik pembungkus tembus pandang itu di gudang kerajaan, itu akan menjadi harta yang sangat berharga, dan nampaknya ada surat yang dikirimkan bersama kain yang luar biasa indah ini, tolong bawakan untuk kubaca,” perintah Raja Siffredi.
Dengan nama Allah, Tuhan yang Maha Esa
Kepada penguasa Suleka Raja Siffredi, yang dipertuan di seluruh kepulauan Papalepap
Dari Wazir Akbar Imperium Alamut, Zahiruddin Muhammad, ST, MSc, PhD, atas perintah Padishah Imperium Alamut, Zaynall Abideen, ST, MSc, PhD.
Mohon maaf atas kelancangan cara berkenalan kami dan mohon diterima pemberian istimewa dari kami, selembar kain songket dari kota Palembang yang luasnya ribuan kali lipat kota Kebon Gede yang berada di negeri bernama Indonesia, dimana mengalir sungai Musi yang ribuan kali lebih besar dari seluruh sungai yang ada di Papalepap membelah kota tersebut.
Kain songket yang ditenun dengan bahan sutera dan benang emas adalah simbol bahwa Alamut menyukai keindahan, membangun keindahan dan berbagi keindahan.
Untuk membentuk dunia yang indah Wazir Akbar Alamut mengajak Kerajaan Suleka berkerja sama dan meminta audiensi kepada Raja Siffredi beserta panglima, petinggi militer dan seluruh pejabat kerajaan di balai pertemuan istana besok pagi untuk kami paparkan keinginan kami untuk menjalin persahabatan.
Ditulis dari atas Rihlah, 25 Agustus 2022
Wazir Akbar Imperium Alamut.
“Apa-apaan ini, apakah kalian pernah mendengar sesuatu bernama Alamut, Songket, Palembang, Indonesia, Sungai Musi dan Agustus?” tanya Raja kepada orang disekitar yang mendengarkan surat dibacakan raja.
“Entahlah ayah, kurasa apapun itu adalah sesuatu yang tidak bisa diremehkan, mereka mengirim bungkusan aneh berisi kain indah ini entah bagaimana cara orang yang mengendalikan burung besi seperti itu,” jawab James.
“Baiklah James kita cari tahu apa itu Alamut dulu, sementara penuhi keinginan mereka, kumpulkan semua pejabat untuk hadir esok pagi di balai pertemuan istana,” perintah Raja Siffredi. “Baik ayah,” ucap James yang segera menginstruksikan para prajurit istana berkeliling menyampaikan informasi kepada para pejabat secara mendadak.
Sementara itu di atas Rihlah nampak Rena sedang berbicara dengan Udin, “Jadi tuan bagaimana mungkin kita akan hadir dalam audiensi di istana tetapi kita ada di Rihlah? Rena bertanya.
“Bukankah kau telah melihat bagaimana luar biasanya drone milik kami Rena, tunggu saja kejutannya besok hehe,” jawab Udin.
Keesokan harinya
Semenjak matahari terbit pintu selatan istana dipadati para pejabat yang diundang raja ke balai pertemuan, Pangeran Jordi yang juga putra mahkota telah memerintahkan Pangeran Tomi membawa 1000 tentara angkatan darat yang ada di Ibukota untuk menjaga sekeliling istana. Di lautan 3 kapal perang besar dan 7 kapal perang ukuran sedang juga dikerahkan Pangeran Danny ke laut lepas untuk berjaga.
Merpati pembawa pesan juga telah diterbangkan ke kota terdekat yakni Tampak Sirih dan Kebon Sapi untuk segera mengirim seluruh kapal perang untuk menjaga perairan ibukota sore hari setelah kejutan dari Alamut, nampak pada pagi hari kapal perang dari Kebon Sapi dan Tampak Sirih sudah tiba di perairan sekitar ibukota. Mereka tidak menyadari Rihlah sebetulnya hanya berada 3 km di sekitar mereka.
Hingga bayangan matahari setinggi tombak, mereka masih belum menerima tamu yang ditunggu-tunggu, sehingga akhirnya para undangan mulai bertanya-tanya, tak lama drone terbang memasuki dinding balai pertemuan yang terbuka setengah sisinya diiringi musik Ceddin Deden yang dinyanyikan Udin dalam bahasa Fantastica dengan lirik yang dia modifikasi dan direkam malam hari sebelumnya.
Drone memasuki ruangan dan terdengar rekaman suara Udin dalam bahasa Fantastica diiringi instrumentasi, para prajurit hendak menyerak tapi dihentikan raja, “biarkan benda aneh itu terbang,” teriak raja menghentikan para prajurit yang siap menyerang
Bangsa Alamut berani dan percaya diri
Prajuritmu selalu menang melawan siapapun di seluruh dunia
Oh Bangsaku Alamut Raya
Cintai kemerdekaanmu dengan penuh semangat.
Lawan musuh ibu pertiwi, kutuk mereka penuh kehinaan.
Drone berhenti dan mulai terbang statis menyalakan proyeksi gambar yang menyorot dinding di samping singgasana raja, nampak Udin menggunakan jas dan dalaman kemeja putih berdasi merah serta menggunakan peci hitam.
“Selamat pagi semua di Kerajaan Suleka,” Udin berbicara yang membuat semua yang hadir takjub. Raja beranjak dari singgasana untuk duduk di depan para undangan menghadap layar.
“Perkenalkan namaku Zahiruddin Muhammad, Wazir Akbar atau setara Perdana Menteri disini dari Imperial Alamut, kehadiranku pada pertemuan pagi ini atas perintah Padishah negeri kami yang kedudukannya setara Raja dari segala Raja. Mohon maaf tidak bisa hadir kesana, sesungguhnya saat ini aku berada di tempat yang jauh dan hanya bisa mengirimkan bayanganku kemari, tolong perkenalkan mana yang bernama Raja Siffredi,” tanya Udin.
“Aku Sifreddi, apa maumu lelaki berpakaian aneh,” tanya Raja kepada Udin.
“Aneh? yang benar saja hahaha, padahal sudah kusiapkan pakaian yang sangat sopan yang biasanya kugunakan bertemu para raja haha. Baiklah tidak perlu bertele-tele Kerajaan Alamut sedang melakukan pelayaran ke negeri-negeri yang jauh termasuk ke Kepulauan Fantastica, pada dasarnya kami menginginkan kalian bergabung menjadi bawahan imperium kami dan sebagai imbalannya akan kami taklukan Samiam untuk diperintah raja kalian dibawah pengakuan Padishah kami.” Udin menjawab.
“Kami tak tertarik bergabung dengan Alamut atau apapun itu namanya, dasar lancang dan bagaimana jika aku menolak?” Raja mulai marah.
“Silakan menolak, tapi tidak ada penolakan dalam istilah Alamut, yang artinya secara otomatis mau tidak mau, kini atas kekuasaan Padishah Zaynall Abideen yang diberikan wewenangnya padaku Zahiruddin Muhammad, maka kunyatakan mulai detik ini Kerajaan Suleka sebagai bagian wilayah yang tak terpisahkan dari Imperium Alamut, tidak ada artinya penolakan. Kami akan mulai menguasai kota-kota, mendirikan benteng dan mengganti kepemimpinan Raja dengan Raja yang lebih mengerti keinginan kami. Suleka akan makmur sejahtera dibawah Alamut dengan kemakmuran yang belum pernah kalian bayangkan sebelumnya,” ucap Udin.
“Bajingan dasar laknat, serang burung aneh itu,” perintah Raja kepada para prajurit.
Udin yang menyadari bahwa hal itu akan segera terjadi segera mematikan proyektor di drone dan terbang menjauh keluar balai pertemuan. Drone terbang melalui jalur pintu selatan untuk keluar istana. Tepat diatas gerbang, drone menjatuhkan roket munisi RPG 7 dari ketinggian yang segera menimbulkan ledakan besar.
60 prajurit tewas seketika, mereka terdiri dari 10 pengawal istana, 30 pasukan angkatan darat dan 20 pasukan dari markas besar militer gabungan dibawah kepemimpinan panglima Pangeran Jordi.
Drone kemudian kembali terbang setelah climbing menuju ketinggian 120 meter dan melaju dengan kecepatan 80 km / jam yang seketika hilang dari pandangan orang-orang.
Kota Kebon Gede diselimuti ketakutan, ledakan didengar warga dari seluruh penjuru kota. Raja pun terperangah melihat hancurnya kawasan pintu selatan dan gugurnya puluhan prajurit akibat ulah benda aneh yang terbang.
“Apakah keputusanku salah menolak Alamut,” gumam Raja. “Tidak ayah, Suleka adalah kerajaan terbesar hari ini diantara seluruh kerajaan di Fantastica, usai Samiam takluk kita bahkan akan segera menyatukan Fantastica dibawah kepemimpinan Suleka, akan segera kuperintahkan para prajurit berpatroli di seluruh kota untuk menghabisi orang yang mencurigakan dan terkait Alamut,” tegas Pangeran Jordi.
“Di surat tadi ada menyinggung Sang Esa rupanya yah, mungkin keberadaan pengikut Sang Esa yang sejak dua tahun lalu mulai muncul di pulau ini ada kaitannya dengan Alamut, sebaiknya ayahanda Raja Siffredi juga menitahkan untuk menangkap serta menginterogasi seluruh pengikut Sang Esa di negeri Suleka ini,” ujar Pangeran Thomas memberi masukan.
“Hemm baiklah perintahkan juga hal itu segera,” gumam Raja Siffredi.
Drone telah tiba kembali di Rihlah, seluruh peristiwa tadi disaksikan para gadis dari laptop di atas meja kerja di dalam kabin Rihlah. Rena naik menghampiri Udin yang sedang membereskan Drone nya.
“Tuan apakah tidak apa-apa tentang ledakan tadi, suaranya di kejauhan bahkan terdengar hingga di tempat kita ini,” tanya Rena.
“Mereka memberikan kesan buruk dan Alamut membalasnya dengan buruk,” ujar Udin. Nampaknya muara dijaga ketat kapal-kapal perang Alamut, mari segera pulang dengan cepat dan memberikan kejutan. Rena tetaplah diatas sini, sebelumnya sampaikan kepada adik-adikmu dibawah agar bersiap, kita akan berlayar dengan kecepatan tinggi,” ujar Udin.
Rihlah keluar dari rerimbunan bakau dan mulai meningkatkan kecepatan sembari bermanuver menghindari pulau-pulau kecil. Laut lepas mulai terlihat dan dalam jarak 1 km di barat terlihat sebuah kapal perang berukuran besar dan sebuah lagi berukuran sedang. Udin segera memacu Rihlah pada kecepatan 44 knot dan melintas diantara 2 kapal yang berjaga di muara itu.
“Prajurit segera panah benda aneh yang berlayar cepat itu,” teriak komandan kapal besar yang melihat RIhlah, tak sampai 1 menit kemudian Rihlah melintas dengan enteng tanpa sempat mendapat panah dari para prajurit yang masih belum selesai bersiap di kedua kapal.
“Tuan tentang rencana mencuri kapal bagaimana? Apakah anda tidak tertarik salah satu kapal itu,” tanya Rena.
“Apa kau lupa Si Kepiting Galak, Rena? Dia yang akan kita tarik ke Alamut, Prajurit disini pasti sedang waspada dan jumlah kita tidak sepadan. Lebih baik membawa yang ada di Sumberurip, disana tentu tidak sesiap disini para prajuritnya, kabar tentang kekacauan ini pasti juga belum mencapai kota diujung selatan itu. Juga jaraknya paling dekat dari Alamut sehingga tidak terlalu merepotkan.” Udin menjawab yang direspon Rena dengan anggukan kepala.
Berita tentang benda aneh berlayar berkecepatan tinggi sudah terdengar di Istana dan membuat raja murka kepada Pangeran Danny. “Dasar anak sialan apa saja kerjamu hingga penyusup bisa bersembunyi di wilayahmu,” teriak raja yang temperamental sambil menampar anaknya. “Kurasa burung yang membawa bayangan orang Alamut diterbangkan dari kapal itu ayah,” jawab Jordi dengan lirih melihat ayahnya yang mulai marah.
“Jordi segera periksa seluruh kota yang ada di wilayah Suleka, kerahkan segala unsur di darat dan lautan, tangkap seluruh penyembah Sang Esa dan orang yang dicurigai” perintah Raja kepada putera mahkota Pangeran Jordi yang juga panglima besar Kerajaan Suleka.