Love Toxic

Love Toxic
Bab 67 - Married


Setelah pulang sekolah Sena langsung di jemput paksa oleh Dirga, percuma juga dia menolak tenaga Dirga jauh lebih kuat di bandingkan tenaganya.


"Kita mau kemana lagi sih mas, aku tuh lagi capek."


"Bawel deh kamu tuh, lagian aku juga enggak minta main hari ini udah diem aja." jawabnya.


Mereka menuju vila tapi anehnya vila itu telah di dekor sesederhana mungkin sampai Sena pikir seperti dekorasi hajatan pernikahan.


"Mas ini ada acara apa, siapa yang mau menikah?" katanya saat sampai di dalam vila.


"Kita yang akan menikah," Sena mundur saat mendengar kalimat itu, ia pikir Dirga bercanda mengatakan jika dirinya akan menikahinya.


"Kenapa?"


"Aku enggak mau mas," Sena menggeleng ia hendak pergi tapi tangannya sudah lebih dulu di cekal Dirga.


"Kamu bisa enggak sehari ini aja nurut sama aku,"


"AKU ENGGAK MAU!" Sena menepis tangan Dirga.


"Kamu susah ya di kasih tau, jangan sampai aku berbuat kasar sama kamu Sena," Dirga menarik paksa tangan Sena menuju salah satu kamar, dimana di sana sudah ada beberapa orang yang akan siap merias Sena.


"Mas aku mohon sama kamu, aku enggak mau, aku belum siap untuk menikah," ujar Sena ia sampai menangis tapi Dirga tak mendengarkannya.


"Ini calon pengantinnya, dandani dan rias dia sebagus mungkin." kata Dirga tapi dua wanita itu yang melihat Sena yang menangis menjadi merasa kasihan.


"Kenapa kalian diam aja! Ayo cepat nanti keburu penghulunya datang," perintah Dirga pada mereka.


"Maaf Pak kalau keadaan calon pengantinnya sedang menangis seperti ini nanti hasil riasannya tidak bagus pak," ujar sang wanita ketua perias make up itu.


Dirga menangkup wajah wanitanya ia mengusap pipi wanitanya yang basah akan air matanya, ia menatapnya lekat.


"Sayang kamu dengerin aku ya, aku ingin menikahi kamu dan maaf kalau pernikahan ini harus di laksanakan seperti ini tapi aku mohon sama kamu jangan menangis lagi ya," ujarnya yang berhasil membuat Sena menganggukkan kepalanya.


Dirga menyerahkan Sena kepada dua wanita itu ia keluar dari kamar itu karena ia pun harus siap-siap mengenakan stelan jas yang sudah di belinya.


***


Dirga menatap dirinya di depan cermin ini untuk pertama kalinya dia menikah sungguhan dan akan mengucapkan ijab qobul secara resmi di depan penghulu sungguhan bukan seperti kemarin. Ya, meskipun pernikahan yang di adakan secara dadakan.


"Pak Dirga maaf, Penghulu sudah tiba dan mba Sena pun sudah selesai di rias," kata Kahfi memberitahu.


"Iya, suruh penghulunya untuk menunggu sebentar saya akan turun ke bawah," Dirga menarik nafasnya dan ia menghampiri Sena yang sudah duduk dengan stelan kebaya putihnya.


"Oh iya Kahfi saya minta samua kamu berjaga di depan pintu, kamu harus ingat tidak ada yang saya undang kecuali para pegawai di vila ini jadi kalau tiba-tiba ada yang ingin masuk kamu harus mencegahnya,"


Wanitanya sangat terlihat cantik dan sangat terlihat seperti wanita dewasa sayangnya wajah Sena sedikit muram ia sepertinya tak menyukai pernikahan yang diadakan Dirga secara dadakan ini.


Sena sedih karena harus menikah tanpa restu dan tanpa kehadiran kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Dirga baginya tindakan ini sangatlah salah, sudah banyak hal-hal yang tidak benar dia lakukan bersama Dirga.


"Aku tunggu kamu di bawah," Sena terdiam.


Dirga turun kebawah di sana sudah ada beberapa pegawai di vila nya sebagai saksi di pernikahannya. Dan sekarang Dirga sudah duduk berhadapan dengan penghulu dan sedetik kemudian Sena turun kebawah di temani kedua wanita yang meriasnya tadi, dia ikut duduk di samping Dirga.


"Ayo pak penghulu kita mulai," ujar Dirga.


"Apa mempelai wanita tidak ada wakil saksinya?" tanya penghulu.


"Iya tidak ada," jawab Dirga.


"Baiklah kalau begitu wali saksi dari mempelai wanita dari penghulu saja," Dirga menjabat tangan penghulu dan memulai ijab qabulnya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Sena Kathsura binti bapak Fahriansyah dengan uang dan mas kawin di bayar tunai,"


SAH! Kata itu menggema di ruang tengah vila yang sudah di dekor sedemikian mungkin dan seketika suara kericuhan di luar terdengar begitu jelas.


"Kahfi Jangan halangi saya kamu tahu kan siapa saya!"


"Maaf Bu Sarah tapi pak Dirga melarang siapapun untuk masuk ke dalam termasuk bu Sarah," ujar Kahfi yang menahan Sarah untuk masuk.


Seketika Sarah menendang rudal Kahfi membuat sang empu kesakitan dan dengan cepatnya Sarah masuk ke dalam, ia langsung marah-marah membuat kerusuhan di dalam.


"Mas Dirga kamu benar-benar udah gila ya menikah secara diam-diam seperti ini tanpa sepengetahuan aku," ujarnya yang berhasil membuat Sena ketakutan dan bersembunyi di punggung Dirga.


"Kamu yang gila! Aku dan kamu enggak ada hubungan apapun jadi terserah aku mau menikah dengan siapapun itu!"


"Pak Rizal seret wanita gila ini keluar dari vila saya," ujar Dirga pada satpam di vila nya seketika Sarah di seret keluar paksa oleh beberapa satpam.


"Kamu lihat nanti mas aku akan balas perbuatan kamu ini," teriak Sarah tapi Dirga tak menghiraukan perkataan Sarah barusan.


"Kahfi kamu selidiki siapa yang sudah memberitahu tentang pernikahan saya kepada Sarah,"


"Baik Pak akan segera saya selidiki,"


Sebenarnya Dirga tak terlalu memperdulikan kerusuhan barusan yang terpenting sekarang Sena sudah menjadi miliknya seutuhnya, dan untuk kedepannya ia hanya menunggu waktu yang akan menjawab segala rahasia yang dia tutupi dari kedua orang tuanya.


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)