
Arkana menghentikan laju motornya dan menatap satu persatu semua laki-laki yang menghadangnya dari balik kaca helmnya.
"Kalian mau apa?" tanya Arkan, dingin.
Tawa para laki-laki itu sontak pecah setelah sebelumnya saling silang pandang.
Salah satu dari para laki-laki itu, menghampiri Arkan dengan sudut bibir yang menyeringai sinis.
"Kamu bertanya kami mau apa kan? Baiklah, kami akan kasih tahu. Kami mau motor kamu ini ada semua benda berharga yang ada padamu. S...