
“Ternyata bukan! Surat-surat itu dialamatkan kepada saya sebab inti rencana Anda adalah bahwa salah-satu surat harus dibubuhi alamat yang salah dan dibiarkan hilang tentu Anda tidak dapat mengatur agar surat yang dialamatkan kepada Departemen Penyelidikan Kriminalitas di Scotland Yard hilang! Anda memerlukan alamat pribadi. Anda memilih saya karena saya orang yang cukup terkenal, dan sudah pasti akan menunjukkan surat-surat itu kepada polisi dan juga, dalam pikiran Anda yang picik, Anda senang dapat mengejek seorang asing.
“Anda dengan cerdik membubuhkan alamat pada sampul surat Whitehaven Whitehorse kekeliruan yang wajar. Hanya Hastings yang cukup berpikiran tajam dengan mengabaikan hal-hal sampingan dan langsung mengetahui tujuan si penulis!
“Tentu saja surat itu sengaja dibuat salah alamat! Agar polisi baru dapat bertindak setelah pembunuhan berhasil dilaksanakan. Kebiasaan saudara Anda berjalan-jalan di malam hari memberikan kesempatan kepada Anda. Lalu dengan demikian, teror ABC berhasil mencekam masyarakat sehingga kesalahan Anda takkan pernah terlihat.
“Setelah kematian saudara Anda, tentu maksud Anda sudah tercapai. Anda tidak bermaksud melakukan pembunuhan berikut. Namun sebaliknya, apabila pembunuhan terhenti tanpa alasan, seseorang mungkin akan curiga.
“Kuda tunggang Anda, Mr. Cust begitu berhasil memainkan peranannya sebagai orang yang tak kelihatan karena pribadinya yang tak menarik perhatian sejauh ini tidak ada yang memperhatikan bahwa orang yang sama telah terlihat di tempat terjadinya ketiga pembunuhan! Anda gusar karena kunjungannya ke Combeside tidak disebut-Ťebyt. Hal itu sama sekali terlupakan oleh Miss Grey.
“Dengan keberanian yang selalu Anda miliki, Anda memutuskan bahwa satu pembunuhan lagi harus dilakukan, tetapi kali ini jejaknya harus kelihatan dengan menyolok.
“Anda memilih Doncaster sebagai tempat operasi.
“Rencana Anda sederhana saja. Anda sendiri akan berada di tempat kejadian secara wajar. Mr. Cust akan diperintahkan pergi ke Doncaster oleh perusahaannya. Rencana Anda adalah membuntutinya berkeliling sampai ada kesempatan. Segalanya berjalan lancar. Mr. Cust pergi ke bioskop.
Hal itu sendiri sudah memudahkan. Anda duduk dengan jarak beberapa kursi darinya. Pada saat ia bangkit untuk pergi, Anda melakukan hal yang sama. Anda pura-pura tersandung, mencondongkan tubuh ke depan, dan menikam orang yang sedang tertidur di deretan depan, menyelipkan ABC ke pangkuannya dan berhasil menubruk Mr. Cust dengan keras di pintu keluar yang gelap, lalu mengusapkan pisau itu pada lengan bajunya dan menyelipkannya ke dalam sakunya.
“Sedikit pun Anda tidak berusaha mencari seorang korban yang namanya dimulai dengan huruf D. Siapa saja jadi! Perkiraan Anda dan memang itulah yang terjadi hal itu akan dianggap sebagai kekeliruan. Pasti ada beberapa orang yang_ namanya dimulai dengan huruf D yang duduk tidak-iauh dari” korban. Umum pasri akai menduga bahwa orang itulah yang sebenarnya dimaksudkan sebagai korban.
“Dan kini, Kawan-kawan, marilah kita melihat persoalannya melalui kaca mata si ABC palsu melalui kaca mata Mr. Cust.
“Kejahatan di Andover tidak berarti apa-apa baginya. Ia shock dan kaget mengetahui pembunuhan di Bexhill mengapa, karena ia sendiri ada di tempat itu pada saat yang sama! Lalu terjadi pembunuhan di Churston dan muncul berita-berita utama di surat-surat kabar. Kejahatan ABC di Andover pada saat ia berada di sana, kejahatan ABC di Bexhill, dan kini satu kejahatan lagi tidak jauh dari tempat itu…. Tiga kejahatan dan ia berada di ketiga tempat kejadian. Orang yang menderita epilepsi sering kali kesadarannya hilang saat ia tidak dapat mengingat apa yang telah ia lakukan. Ingat bahwa Cust seorang penggugup, penderita saraf gawat, dan amat mudah dipengaruhi. “Kemudian ia menerima perintah untuk pergi ke Doncaster.
“Doncaster. Dan kejahatan ABC berikutnya akan terjadi di Doncaster. Pasti ia merasa seakan itu sudah nasibnya. Ia menjadi ketakutan karena meiasa pemilik pondokannya memandangnya dengan penuh curiga. Jadi ia mengatakan akan pergi ke Cheltenham.
“Bayangkan bagimana perasaannya pada saat kembali ke losmen ia mendapati ada darah pada lengan bajunya dan sebuah pisau bernoda darah dalam sakunya. Semua firasat yang tadinya samar-samar kini tiba-tiba jadi meyakinkan.
“la ia sendiri pembunuhnya. Ia ingat sakit kepalanya saat-saat ketika ia tidak ingat apa-apa ketika ia kehilangan kesadaran. Ia yakin akan kebenaran bahwa dirinya; Alexander Bonaparte Cust, adalah si pembunuh gila.
“Kelakuannya setelah itu bagaikan seekor binatang buruan. Ia kembali ke pondokannya di London. Di sana ia aman dikenal baik. Mereka pikir ia pulang dari Cheltenham. Ia masih menyirnpan pisau itu benar-benar suatu hal yang tolol, tentu saja. Ia menyembunyikannya di belakang gantungan.
“Lalu, pada suatu hari, ia diperingatkan bahwa polisi akan datang. Habislah sudah. Mereka sudah tau “Si binatang buruan melarikan diri untuk terakhir kalinya….
“Sava tidak mengerti mengapa ia pergi ke Andover. Menurut saya keinginan itu tidak wajar, kalau ia pergi untuk melihat tempat di mana kejahatan dilangsungkan kejahatan yang dilakukan, walaupun ia tidak dapat mengingat apa pun tentang hal itu…. Ia tidak punya uang lagi ia lebih… kakinva membawanya ke kantor polisi atas kehendak sendiri.
“Namun seekor binatang vang terperangkap pun akan melawan. Mr. Cust yakin seratus persen Śbahwa ialah pelaku pembunuhan-pembunuhan itu, tetapi ia tetap pada pendiriannya yang kuat bahwa ia tidak bersalah. Dan dengan putus asa ia berpegang alibi-nya untuk pembunuhan kedua. Paling tidak pembunuhan itu tidak dapat dituduhkan atas dirinya.
“Seperti sudah saya katakan, pada saat saya melihatnva segera saya tahu bahwa ia bukan si -pembunuh dan bahwa nama saya tidak berarti apa-apa baginya. Saya juga tahu, bahwa ia berpikir dirinyalah pembunuh itu!
“Setelah mengakui kesalahannya kepada saya, saya semakin yakin lagi bahwa teori saya memang benar.” “Teori Anda,” ujar Franklin Clarke, “tidak masuk akal!” Poirot menggoyangkan kepalanya.
“Tidak, Mr. Clarke. Anda cukup aman selama tidak ada orang yang mencurigai Anda. Sekali Anda dicurigai, bukti-bukti amat mudah diperoleh .”
“Bukti-bukti?”
“Betul. Saya menemukan tongkat yang Anda pakai di Andover dan Chuiston di dalam sebuali lemari di Combeside. Sebuah tongkat biasa dengan pegangan bulat yang kokoh. Sebagian kayunya dibuang dan di bekas lubang di dengan timah. Foto Anda dipilih dari setengah lusin foto lainnya oleh dua saksi yang melihat Anda meninggalkan gedung bioskop pada saat Anda seharusnya sedang melihat pacuan kuda di Doncaster. Anda terlihat berada di Bexhill, pada hari terjadinya pembunuhan, oleh Milly Higley dan seorang gadis dari Scarlet Runner Roadhouse, ke mana Anda membawa Betty Barnard makan malam pada malam naas itu. Dan terakhir yang paling biadab dari semuanya Anda melalaikan satu tindakan pencegahan yang paling mendasar. Anda meninggalkan sidik jari pada mesin tik Mr. Cust mesin tik yang, bila Anda tidak bersalah tidak mungkin Anda pegang.”