Kembar Genius Milik Ceo Galak

Kembar Genius Milik Ceo Galak
Duka


Hujan deras mengguyur kota, membuat tanah yang orang-orang pijak menjadi basah. Beberapa orang berpakaian serba hitam, dengan mengenakan payung mereka menatap ke arah gundukan tanah di hadapan mereka. Isakan tangis seorang anak teredam karena suara hujan yang cukup kencang. Perlahan, beberapa orang mulai kembali. Hanya menyisakan beberapa saja yang masih setia berdiri di sana.


"Natasya, ayo sayang. Hujannya tambah lebat." Ujar Arley sembari berjongkok di sebelah putrinya.


Natasya menggeleng, dia memeluk nisan sang ibu. Air matanya terus menerus turun, padahal wajahnya sudah pucat pasi menahan ...