
Arley memandang tubuh mendiang Jessica yang ada di hadapannya, terdapat putrinya yang menangis sembari memeluk jasad sang ibu. Arley tak tahu dirinya harus apa, berita ini sangat mengejutkan dirinya. Terlebih, kematian Jessica yang terbilang tidak wajar.
"Kami akan melalukan otopsi besok mengenai jasad Jessica. Semua anggota yang bertugas saat itu sudah kami interogasi semua. Jawaban mereka sama, sebelum Jessica di temukan tak bernyawa. Seseorang datang untuk menjenguknya." Tiba-tiba Lucian datang dan berdiri di samping Arley.
"Bagaimana bisa anggota kalian mengizinkan dia masuk?! Kenapa tidak...