
Malam telah berakhir , pagi yang cerah telah menggantikan nya . Kini Chanyu heng masih berada di atas pohon dengan posisi tidurnya yang nyaman. Sementara di dalam Hutan barat masih banyak para Kultivator yang berdatangan. Mereka mempunyai tujuan yang sama dengan para Kultivator lainnya.
" Apakah Buah Phoenix sudah berhasil mereka dapatkan ??"
" Belum Tuanku , Hewan spiritual monster sangat hebat , Mereka memiliki kepintaran seperti kita , Kita kesulitan untuk mengalahkan nya "
" Baiklah , mari kita kesana "
Perkataan seorang tuan muda dan para bawahan nya .
Kini mereka dengan cepat melesat pergi, melewati dahan pohon ke dahan pohon lainnya dan tanpa sengaja melewati Chanyu heng yang masih tertidur pulas dengan wajah cantik nya .
" Siapa gadis itu ??" Kata Pemuda yang memiliki wajah tampan dengan rambut hitam panjang terikat ke belakang.
" Kami tidak tau Tuanku , baru kali ini kami melihat nya " Jawab salah satu bawahan setia nya .
" Baiklah , biarkan saja " Kata Pemuda tersebut dan meneruskan langkah nya.
Setelah kepergian pemuda itu , Chanyu heng terbangun dari tidurnya. Dengan gerakan kecil kedua tangan nya , ia menghilangkan rasa pegal yang ada di tubuhnya. Kemudian Ia turun dari dahan pohon dan segera mencari sebuah danau untuk membersihkan wajah nya. Wajah malas setelah bangun tidur , walaupun begitu wajahnya masih terlihat cantik alami .
" Gara gara sekolompok pemuda brengs*k itu, aku jadi kurang tidur , jika aku bertemu dengan mereka , akan aku beri pelajaran sampai buang air kecil berulang kali " Guman lirih Chanyu heng sambil membersihkan wajah malasnya , supaya terlihat segar kembali dan tidak sengaja melihat suatu benda yang berkilauan dari dalam danau .
Membuat Chanyu heng segera memasuki danau tersebut. Karena rasa penasaran yang tinggi .
" Kekuatan yang sangat menakutkan , sebenarnya apa yang ada di dasar danau ini " Kata hati Chanyu heng ketika berenang lebih dalam lagi .
Dan ternyata ada sebuah pedang tingkat tinggi yang tertanam di dasar danau tersebut . Selain sebuah pedang masih ada kotak kayu tua di samping nya.
" Hanya pedang......... , tapi aku tidak menginginkan nya , aku tidak terbiasa bertarung menggunakan pedang " Kata hati Chanyu heng yang akan kembali ke permukaan .
Namun tiba-tiba suatu kekuatan menariknya kembali . Dia merasa bahwa kekuatan tersebut terhubung dengan pedang yang masih tertanam di dasar danau. Selain itu ada perasaan aneh di dalam hatinya , setelah melihat dengan jelas lambang yang ada di pegangan pedang tersebut. Sehingga membuat Chanyu heng segera mengambilnya serta membawa kotak kayu bersamanya.
Bersamaan dengan kejadian tersebut , getaran hebat muncul di sekitar Hutan barat. Getaran yang mengakibatkan gelombang besar di Lautan . Para hewan Spiritual merasa sangat gelisah. Berlarian kesana kemari tanpa arah tujuan . Para Kultivator yang berada di dalam hutan barat segera menghindari nya.
" Apa yang sebenarnya terjadi ??" Kata salah satu Kultivator yang mendadak mendapatkan serbuan dari para hewan Spiritual yang merasa gelisah.
Fenomena alam tersebut masih berlanjut Hingga Chanyu heng menyembunyikan pedang yang baru saja ia dapatkan ke dalam ruang penyimpanan nya .
" Sangat merepotkan , sebenarnya pedang apa ini ???, hingga membuat tanah bergetar hebat " guman lirih Chanyu heng sambil melangkah pergi untuk berburu kembali .
Karena daging buruan nya telah hilang di bawa oleh kelompok Kultivator yang menyerang nya tadi malam .
" Sangat menyebalkan " Guman lirih Chanyu heng di saat mengingat kembali daging panggang nya yang hilang .
" Br*ngs*k , formasi ini sangat rumit untuk di pecahkan "
" Apa tidak ada cara lain untuk menghancurkannya ????"
" Masih ada , jika kita bisa mendapatkan darah dari Ular Naga Phoenix , Formasi ini bisa terbuka tanpa di ketahui oleh siapapun"
" B*d*h ....... sama saja tidak ada cara lain , Dimana kita mendapatkan darah itu ??? masuk ke pegunungan nya saja tidak bisa , apalagi mengambil darahnya "
" Kamu itu yang B*d*h , Kita bisa mencari seseorang dengan anugrah Ular Naga yang ada di dalam tubuh nya , darah mereka sama dengan darah milik Ular Naga Phoenix "
" Memangnya ada hal semacam itu "
" Ada , mereka adalah orang-orang yang berkaitan langsung dengan Naga "
" Baiklah , kita harus lebih banyak menempatkan mata mata di setiap Negeri di Benua Douhe "
Perkataan dari kedua Kultivator Klan Racun yang masih berusaha untuk menghancurkan formasi penghalang dan akan terus mengumpulkan para Kultivator dengan tubuh khususnya .
Kembali ke tempat di mana Chanyu heng berada , Saat ini Dia di kelilingi oleh para Kultivator muda yang menginginkan dirinya. Mereka ingin membalas perbuatan Chanyu heng pada saat pertama bertemu. Mereka juga telah mempersiapkan sebuah rencana untuk membuat Chanyu heng menderita. Dengan kekompakannya , mereka berlima menyerang Chanyu heng secara bersamaan .
Masih dengan topeng bulu Phoenix nya , Dia tanpa rasa takut menghadapi kelima Kultivator muda yang ingin merasakan akibat dari kebangkitkan amarah seekor harimau betina. Chanyu heng dengan gerakan santai nya menghindari setiap serangan yang diarahkan kepadanya. Gerakan cepat milik Chanyu heng juga langsung memblokir serangan dari kelima Kultivator muda tersebut.
Namun para Kultivator muda itu tidak mau menyerah , mereka mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk membuat Chanyu heng mengaku kalah dan siap menjadi mainan mereka. Tapi siapa sangka keadaan cepat berbalik . Kini Chanyu heng sedang mempermainkan mereka dengan cara uniknya. Cara yang menurut nya akan membuat mereka berhenti bertindak tidak baik kepada para wanita .
" Jangan bergerak , jika tidak , anak panah ini akan menuju ke tempat yang salah " Kata Chanyu heng dengan kedua mata tertutup kain guna untuk memberi pelajaran kepada kelima Kultivator muda yang saat ini berada di atas pohon dengan kondisi tangan terikat ke atas .
" Jangan Nona , tolong maafkan kami hu........ hu....... hu...... Nona kami tidak akan mengulanginya lagi hu..... hu........ " rengekan kelima Kultivator muda yang tidak pernah membayangkan bahwa mereka akan jatuh ke tangan Chanyu heng .
" Tidak akan aku maafkan , ini sudah ketiga kalinya kalian mengganggu ku " Kata Chanyu heng yang bersiap untuk menembakkan Anak panah anginnya kepada kelima Kultivator muda tersebut.
" Nona ....... kami mohon ...... " Kata Kelima Kultivator muda yang sangat ketakutan akan anak panah yang melesat ke arah yang salah dan mengenai tubuh mereka .
Tanpa di sadari mereka telah berulang kali buang air kecil . Membuat Chanyu heng menahan diri untuk tidak tertawa.
Sudah dulu ya lanjut besok .........
Selamat membaca semoga tidak mengecewakan para Readers tersayang.
Sampai jumpa dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca Like , komen dan votenya .
...Terimakasih...