
πΈπΈπΈ
~Happy Reading~
*
Di sebuah kamar hotel terlihat seorang wanita masih menangis tersedu di dalam pelukan ibunya. Sudah 30 manit berlalu dari kedatangan kedua baya itu kesana, sang putri belum berhenti menangis.
"Sebenarnya, apa yang terjadi pada kalian? Kenapa kalian ada di dalam kamar yang sama?" tanya Pak Hartono yang tidak lain adalah ayah dari Sarah yang akhirnya buka suara setelah bisa mengendalikan diri dari rasa amarahnya.
Pak Hartono hampir saja menghajar Hanan jika saja sang istri tidak menghalanginya. Bu Indah memang tidak menyukai kekerasan, baginya masalah bisa diselesaikan tanpa harus adanya kekerasan.
Mendengar pertanyaan dari Rekan bisnis nya itu membuat Hanan bangun daru lamunan nya. Hanan pun menghela nafas panjang dan dalam sebelum menjawab pertanyaan dari Pak Hartono.
"Pertama tama saya ingin minta maaf atas apa yang sudah terjadi pada saya dan juga Sarah. Jika ditanya kenapa semua ini terjadi, jujur baik saya maupun Sarah juga tidak tahu awal mula kenapa saya dan Sarah bisa berakhir di sini. Saya belum bisa mengingat kejadian setelah kami pulang dari jamuan makan malam itu. Terakhir kejadian yang saya ingat hanya saat saya dan Sarah berpisah di lobi hotel. Saya kembali ke kamar ini dan Sarah pergi bersama seseorang yang saya tidak tahu itu siapa. Setelah itu, saya belum bisa mengingat kejadian setelah nya." Jelas Hanan tanpa menutupi fakta yang ada.
"Kamu pergi bersama siapa tadi malam, Sarah?" Tanya Pak Hantono yang kini beralih bertanya pada putrinya.
Sarah pun segera menegakkan posisi duduknya. Lalu menyeka air mata yang sejak tadi terus membasahi wajah cantiknya sebelum menjawab pertanyaan dari ayah nya.
"Tadi malam, karena kepalaku pusing jadi aku minta bantuan Mang Tarman untuk membantu memapahku sampai mobil. Lalu, setelah di dalam mobil aku tidak ingat lagi dan saat bangun sudah ada di kamar ini," jawab Sarah yang kembali terisak.
"Astaghfirullah, ada apa ini Pa? Kenapa hal ini menimpa putri kita. Dia baru saja bangkit dari keterpurukan nya karena di ceraikan Fatih, sekarang kenapa harus menghadapi masalah seperti ini," ucap Bu Indah sembari memeluk putrinya itu.
"Bapak dan Ibu tenang saja, saya akan menyelidiki kasus ini sampai tuntas. Selain itu, saya juga akan bertanggung jawab pada Sarah dengan menikahinya. Namun, untuk saat ini saya hanya bisa menikahi Sarah secara agama karena saya memiliki seorang istri. Sekali lagi saya minta maaf, dan untuk kedepannya akan bagaimana? akan saya pikirkan lagi bagaimana baiknya. Setidaknya, untuk saat ini kita selesaikan dulu masalah antara saya dan Sarah." Jelas Hanan lagi yang terpaksa mengambil keputusan itu.
Sebagai seorang pria yang dididik agama yang kuat oleh kedua orang tuanya. Tentu itulah yang harus Hanan lakukan setelah merenggut kehormatan seseorang. Meski berujung dengan menyakiti sang istri dengan menduakan wanitanya itu.
Entah harus memulai dari mana nantinya Hanan menjelaskan pada Aulia dan kedua orang tuanya perihal pernikahan keduanya dengan Sarah. Namun saat ini, Hanan tidak punya pilihan lain selain bertanggung jawab dengan menikahi Sarah karena dialah yang sudah mendapatkan kesucian wanita itu.
"Tapi, bagaimana Papa sama Mama bisa ada di sini?" Tanya Sarah setelah kembali sedikit tenang.
"Dari semalam kami mencarimu Nak, kami begitu cemas saat kamu tak kunjung pulang. Apalagi ponselmu dan ponsel Tarman sama sama tidak bisa dihubungi, hingga membuat Papa dan Mama cemas setengah mati. Papa akhirnya memutuskan untuk datang ke kantor untuk melihat jadwal mu seharian kemarin. Hingga Papa menemukan alamat hotel ini di jadwal terakhir yang ada di agenda sekretaris mu. Papa dan Mama pun akhirnya memutuskan untuk mencari keberadaanmu di sini. Dan resepsionis bilang, kalau dia melihatmu dengan salah satu penghuni kamar yang kebetulan menginap di sana setelah Papa menunjukkan fotomu pada mereka. Dan tibalah kami di sini," jelas Pak Hartono yang membuat Hanan dan Sarah semakin di buat bingung.
"Apa yang resepsionis itu lihat Pa?" Tanya Sarah.
"Dia bilang, dia melihatmu bersama seorang pria yang merupakan salah satu penghuni kamar di sini. Kalian berdua sempat berpisah sebelum akhirnya kamu kembali masuk ke dalam hotel untuk menyusul pria yang bersamamu. Bahkan rekan nya yang satu lagi membenarkan, jika kalian berdua terlihat memasuki lift yang sama." Jelas Pak Hartono semakin membuat Sarah dan Hanan mengerutkan kening mereka.
"Sepertinya ada yang aneh, baiklah. Saya akan segera mengusut kasus ini, saya yakin ada dalang di balik ini semua," jawab Hanan yang sejak awal mencurigai ada yang aneh dari kejadian dirinya yang bisa tidur bersama dengan Sarah.
"Sore ini, saya akan menikahi Sarah Bu. Tolong bantu saja menemui orang yang bisa menikahkan kami secara agama," jawab Hanan yakin.
"Baiklah, kalau begitu kamu bisa ikut kami menemui seorang Kyai yang saya kenal. Beliau bisa membantumu untuk menikahi putriku," ucap Pak Hartono yang akhirnya mau tidak mau melepaskan putrinya untuk dinikahi oleh pria beristri.
Karena hanya itulah yang terbaik untuk menyelamatkan nama baik Sarah dan menebus dosa atas apa yang telah Sarah dan Hanan lakukan.
*
*
Dan setelah menempuh perjalanan hampir satu jam dari hotel. Mobil yang dibawa Pak Hartono pun tiba di sebuah rumah kayu yang cukup besar dan juga sejuk karena dikelilingi oleh tanaman hias yang indah dan menyejukkan.
Kedatangan keluarga Hartono disambut hangat oleh seorang wanita baya dengan pakaian syar'i lengkap dengan cadar yang menutupi wajah nya.
"Assalamualaikum, Ustadzah. Apa kabar?" Sapa Bu indah seraya mengucap salam.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, eh Bu indah. Alhamdulillah Bu, baik dan sehat. Loh bawa rombongan toh," jawab nya saat melihat dua orang lainya yang
Berdiri tepat di belakang Bu Indah.
"Iya, ini anak saya dan juga calon suaminya. Oh iya, apa Pak Kyai ada? Ada yang ingin kami bicarakan dengan beliau,"
"Ada, kebetulan hari ini jadwal beliau sedang kosong. Jadi ada di rumah, mari silahkan masuk."
Keluarga Hartono dan Hanan pun dipersilahkan masuk oleh sang pemilik rumah. Dan setelah bertemu dan berbincang dengan Kyai Harun, Hanan dan Sarah pun akan dinikahkan sore itu juga di kediaman sang Kyai.
Dan tepat ba'da Ashar, kata 'Sah' pun menggema di seluruh ruangan rumah Kyai Harun yang mengantar Sarah Amalia pada status barunya.
Dan ditempat lain.
Praaannngggg
"Astaghfirullahaladzim, kenapa fotonya bisa jatuh?" Gumam Aulia saat melihat foto pernikahan nya bersama dengan Hanan tiba tiba jatuh tanpa sebab.
***
Maaf ya, untuk hari ini Othor cuma bisa up satu bab dikarenakan banyak perkerjaan πππ