Kau Lah Imamku

Kau Lah Imamku
episode 16


kini tiba waktunya sidang pertama untuk Syaqila ,,,


pagi ini qila pergi ke kampus bersama dengan Reyhan , setiap qila pergi bersama Reyhan pasti banyak pasang mata yang cemburu melihat nya karena bagaimana pun ketampanan Reyhan tidak berubah, bahkan rasanya setelah menikah ketampanan berkali kali lipat lebih tampan ,,,


syaqila selalu merasa risih jika harus berangkat ke kampus bareng dengan suaminya , karena para wanita yang slalu menatap suaminya seakan tak melihat kehadiran ,,,


saat sedang melangkah masuk kedalam kampus ,,


"mas do'ain yah ,, semoga aku lulus dan segera mendapatkan gelar " ucap qila sambil men ayun ayun genggaman tangan suaminya ,,,


"pasti dong sayang ,, mas slalu Mendoakan yang terbaik untuk istri mas " ucap Reyhan lalu mencium tangan qila ...


"ihh mas malu " ucap qila yang pipinya mulai memerah B la sedang malu


para wanita yang melihat banyak iri melihat perhatian pak Reyhan pada istrinya ,,


saat qila dan Reyhan melewati koridor kampus ada yang bilang


"pak Reyhan laki-laki sabar yang tetap setia pada istri yang tak bisa memberikan keturunan .. "ucap wanita tidak tau malu yang masih saja berharap suami orang itu ...


qila sempat tertegun saat mendengar nya rasanya dia ingin menangis meluapkan rasa sakit hatinya ,,


namun untung saja ada Reyhan,, yang siap siaga yang slalu menjadi penenangnya ,,


lalu Reyhan berbisik "gak perlu di dengarkan sayang yang penting aku ada untukmu disini sekarang dan selamanya " ucap Reyhan


qila hanya menoleh dan tersenyum ...


setelah itu mereka pun berpisah qila menunggu d ruang tunggu sidang menghampiri Zahra karena mereka sidang bersama hari ini ... sedangkan Reyhan masuk keruang guru , karena sidang akan d mulai sekitar 15 menit lagi ...


....


waktu sidang pun tiba ... syaqila dan Zahra merasa gugup mereka terus berdoa dan saling mendoakan agar sidang pertama nya berjalan lancar ...


"Ra aku gugup "


"kamu pasti bisa sya ayo masuk " ucap Zahra pada sahabatnya itu ...


syaqila pun masuk dan memulai sidangnya ...


.....


syaqila pun keluar dari ruang sidang setelah cukup lama dia berada di ruangan sidang itu rasanya dadanya begitu sesak saat sidang apalagi Reyhan menjadi salah satu juri sidangnya ,,, ...


"bagaimana sya " ucap Zahra yang melihat sahabatnya telah selesai sidang ,,


awalnya qila memperlihatkan wajah cemberut nya yang membuat Zahra panik namun Zahra yakin bahwa sahabatnya akan lulus karena qila wanita pintar ,,,


setelah melihat kecemasan Zahra qila pun tersenyum lalu memeluk Zahra ..


"Alhamdulillah Ra aku lulus " ucap qila dengan senyuman bahagianya ...


"Alhamdulillah " ucap Zahra yang ikut bahagia ...


Lalu Zahra pun masuk keruang sidangnya ,, ...


...


qila ikut deg degan saat Zahra masuk karena qila sudah merasakan bagaimana suasana di dalam sana ,,,


qila tak henti-henti nya berdoa agar sahabatnya juga lulus ...


karena setelah lulus mereka akan melakukan bisnis bersama ,,, mereka akan membuka butik bersama ..


karena cita-cita mereka memang sama ...


....


setelah cukup lama zahra pun keluar dari ruang sidang ...


namun Zahra keluar sambil menangis ...


"loh Ra kok nangis , jangan membuat aku panik Ra " ucap syaqila ...


"prank ,, aku lulus , aku menangis karena bahagia syaqila " ucap Zahra yang senang membalas perbuatan sahabatnya ,,,


meski qila bukan gadis lagi dia sudah berkeluarga tapi tetap tidak merubah persahabatan mereka ,,, ...


.....


qila dan Reyhan telah pulang dari kampusnya ,,


di dalam kamar ...


"sayang besok aku ada harus pergi keluar kota ,kerumah papah , tadi papah telpon aku seperti nya ada yang ingin di bicarakan ,kamu mau ikut ?"


" maulah mas ,, gak akan lama kan ,,, ???


" enggak cuman dua hari kok "


"yaudah aku ikut udah lamakan aku tidak bertemu keluarga mas " ...


" ya udah nanti kamu berkemas untuk besok. "


" baiklah ,,


" ya udah mas mandi duluan bentar lagi adzan Maghrib,, "


qila hanya mengangguk ...


qila merasa cemas bagaimana jika papah sama mamah tanya soal cucu ,, qila kembali teringat kejadian d kampus ,, tak sadar qila menangis ,, rasanya air matanya tak bisa e bendung lagi ....


"qila , kamu harus kuat dan percaya bahwa tuhan akan mengabulkan do'a do'a mu suatu saat nanti " batin qila dalam hatinya ,,


dada qila semakin sesak rasanya dia ingin menangis dengan keras namun takut suaminya melihat ...