
Toko Baru...
Batang Dewi memutuskan menghabiskan waktunya di toko baru.
Bangunan toko yang masih dalam tahap finishing terlihat kosong hanya ada suara para pekerja yang sedang menyelesaikan bangunan pada tahap akhir di bagian luar ruangan dimana Batang Dewi sendirian.
Beberapa jam yang lalu, Magani Ogya berpamitan untuk berangkat bekerja, dia tidak dapat menemani Batang Dewi di toko.
Laptop menyala terang menampilkan gambar-gambar desain interior toko.
Banyak sejumlah gambar menarik penuh warna-warna unik tertera pada layar monitor laptop tetapi hanya ada beberapa gambar saja yang sengaja dipilih oleh Batang Dewi untuk penampilan toko rotinya.
Batang Dewi menyentuh layar laptop didepannya, memilih gambar berdesain minimalis modern dengan nuansa biru muda lalu muncul perintah pada kolom.
"PILIHLAH TOMBOL LIKE JIKA INGIN MEMILIH GAMBAR !",
Sejenak Batang Dewi tertegun menatap tulisan yang tertera pada layar laptop.
Berpikir sesaat dengan tulisan yang berisi tentang perintah untuk menekan tombol LIKE pada kolom khusus yang muncul pada gambar desain.
"Untuk apa !? Bukankah aku hanya ingin melihat saja gambar, bukan ingin memesannya !?", ucap Batang Dewi.
Jari telunjuk Batang Dewi terarah ke depan layar laptop, hendak menyentuhnya tetapi dia menahannya.
"Em..., apa yang akan terjadi jika aku memilih tombol LIKE di kolom perintah pada layar laptop sistem ini !?", pikir Batang Dewi.
Batang Dewi teringat pada laptop sistem miliknya ini saat pertama kalinya dia mendapatkannya dari rajawali sistem yang datang secara ajaib di rumahnya dahulu ketika dia datang ke dunia masa depan untuk menjalani masa reinkarnasinya.
Dimana Batang Dewi menerima laptop sistem yang super canggih serta ajaib ini secara unik dan sangat membantunya dalam melewati masa-masa sulitnya selama dia menjalani reinkarnasinya di dunia baru ini.
Membantunya dalam lomba, mengajarinya cara pertama kali membuat roti, cara bagaimana memasak serta menghidangkan menu-menu lezat, semua dia dapatkan dari laptop sistem ini yang merupakan pemberian rajawali, burung kesayangannya di masa lalu yang kini telah berubah menjadi sebuah sistem.
Rasa haru perlahan-lahan merambat ke dalam dasar hati Batang Dewi jika mengingat semua kejadian itu.
"Apa aku harus mencobanya ?", gumamnya penasaran.
Batang Dewi lalu memutuskan mencoba mengikuti perintah yang menyarankan untuk menekan tombol LIKE jika dia ingin memilih gambar.
"Apa yang akan terjadi ?", ucapnya antusias.
Batang Dewi menekan tombol LIKE warna merah muda pada layar laptop sistem untuk memilih gambar.
Ujung jari telunjuk Batang Dewi menyentuh tombol LIKE.
Sesaat, masih tidak ada respon yang terjadi saat Batang Dewi menyentuhnya bahkan tidak ada perubahan pada layar laptop.
"Hmm, kenapa tidak bereaksi ?", gumamnya aneh.
KLING... KLING... KLING...
Lima menit kemudian, muncul bunyi yang berdering unik dari arah layar laptop disertai bintang-bintang berkilauan disekitar gambar.
Tiba-tiba Batang Dewi merasakan sesuatu yang aneh terjadi disekelilingnya.
Ruangan toko bergerak cepat serta berputar-putar membentuk suatu ruangan yang berubah-ubah.
Batang Dewi memperhatikan ke arah sekitarnya dengan ekspresi takjub saat seluruh ruangan berubah-ubah bentuknya.
"Wow !? Apa ini !?", ucapnya kagum.
Pada satu putaran terakhir, ruangan langsung berubah seluruhnya menjadi ruangan baru sesuai gambar desain yang ada pada laptop.
Ruangan toko dimana Batang Dewi berada telah disulap seluruhnya menjadi sebuah ruangan baru yang sama persis dengan gambar di laptop.
Lengkap isinya serta desainnya, mulai dari perabotan baru untuk pantry hingga warna ruangan bernuansa langit berwarna biru muda, semuanya sama miripnya dengan gambar yang dia pilih.
Ruangan seakan-akan disulap ajaib dengan sendirinya dan berubah sesuai gambar desain menurut keinginan Batang Dewi.
"WOAH !? Luar biasa ! Ini hebat sekali !!!", ucapnya kagum.
Seluruh area ruangan bagian pantry berubah ajaib persis gambar desain yang dia pilih pada layar laptop sistem.
"Demi seribu pulau di semenanjung Timur ! Ini bukan hanya sekedar keajaiban tapi ini mukjizat luar biasa !!!", pekiknya takjub.
Batang Dewi hampir tidak mempercayai dengan apa yang dilihatnya saat seluruh ruangan pantry berubah secara ajaib setelah dia menekan tombol LIKE untuk memilih gambar desain yang dia inginkan.
Ruangan pantry yang tadinya masih kosong pada tahap finishing, belum semuanya lengkap dan selesai pengerjaannya tiba-tiba berubah menjadi ruangan pantry berdesain minimalis modern bertema istana dengan nuansa biru muda dalam sekejap mata saat dia menekan tombol pada laptop sistem.
"Astaga... !?", gumamnya.
Batang Dewi melangkah ke area ruangan yang telah berubah menjadi pantry sembari memegangi kedua pipinya yang terasa dingin.
Memutar tubuhnya berulangkali saat dia berjalan kemudian dia mengitari ruangan pantry dengan perasaan terkagum-kagum.
"Luar biasa ! Ini benar-benar sangat luar biasa !!!", ucapnya.
Ekspresi kagum tergambar jelas dari raut wajah Batang Dewi ketika dia melihat seluruh ruangan pantry berubah menjadi lengkap isinya.
Hampir tidak dapat berkata-kata apapun untuk menggambarkan suasana hatinya yang sedang senang.
Batang Dewi berjalan mendekati area dinding ruangan yang telah berubah warnanya bernuansa biru muda layaknya warna langit.
Disentuhnya dinding di depannya dengan hati-hati seraya mengusapnya.
"Mustahil ! Ini tidak mungkin terjadi... Bagaimana seluruh ruangan di pantry ini berubah seperti desain interior pada gambar laptop !?", ucap Batang Dewi.
Ekspresi kagum jelas tergambar di raut wajahnya saat melihat ruangan toko baru berubah dengan sendirinya setelah dia menekan tombol LIKE pada layar laptop miliknya.
Batang Dewi lalu melangkah mengelilingi area pantry yang dilengkapi perabotan baru yang lengkap.
Berseru berulangkali saat mengagumi keindahan ruangan pantry toko, terkadang tersenyum sendiri merasakan kepuasan batin yang luar biasa saat keinginannya terpenuhi.
"Luar biasa...", ucapnya ulang.
Langkah Batang Dewi terhenti saat dia berada dekat jendela yang menghubungkan area belakang toko dengan halaman luas.
"Pemandangan di luar toko terlihat jelas dari dalam pantry, cahaya masuk dari luar akan membuat pencahayaan ruangan pantry menjadi cerah meski tanpa adanya lampu di siang hari", ucapnya.
Batang Dewi berdiri di dekat jendela berukuran besar sambil memperhatikan halaman di belakang toko yang luas.
"Ada sebuah kotak persegi panjang di area halaman belakang, apakah akan digunakan sebagai kolam ?", kata Batang Dewi.
Batang Dewi meraba jendela di hadapannya dengan kedua tangannya, dia menemukan sesuatu pada jendela yang ternyata jendela di ruangan pantry dapat digeser.
Angin langsung berhembus kencang dari arah luar ketika pintu jendela terbuka lebar.
Menerpa wajah cantiknya yang berseri-seri senang, Batang Dewi melangkahkan kedua kakinya ke arah luar pantry menuju ke area halaman belakang toko baru.
"Woah ! Cantiknya !!!", jeritnya riang.
Batang Dewi berlarian kecil di area halaman yang ditanami oleh rumput hijau, tertawa ceria menyambut kesegaran udara di luar toko baru.
"Area disini benar-benar luar biasa cantiknya, aku lebih suka berada di tempat ini karena cocok untuk area memanggang atau berkumpul", ucapnya.
Batang Dewi berlompatan kecil sembari memutar tubuhnya.
Kebahagiaan benar-benar terpancar dari raut wajahnya yang sangat ceria, rasa senang serta kagum langsung terlihat di roman mukanya yang cantik.
Tiba-tiba datang seorang pekerja ke area pantry dan menyapanya.
"Nona, kami akan pulang siang ini karena pekerjaan disini sudah selesai tinggal melapor pada bos Ogya", ucap pria bertopi merah.
Batang Dewi yang berdiri tanpa alas kaki langsung tersentak kaget saat mendengar suara seorang pria menyapanya.
"Ya !?", sahutnya tertegun.
Batang Dewi hampir lupa kalau ruangan toko baru di bagian pantry telah berubah seluruhnya. Dia berdiri termenung saat menatap ke arah pria pekerja di dekat pintu jendela pantry.
Berdiri tegang karena takut jika pekerja itu akan menyadari sesuatu yang aneh disekitarnya.
"Oh, iya ! Silahkan, pulanglah ! Apa kau akan menelpon Magani Ogya ?", sahut Batang Dewi.
Batang Dewi berlari kembali ke arah pantry toko dimana pekerja itu berdiri menunggunya.
"Setelah kami membereskan peralatan kerja kami, pimpinan proyek akan segera menghubungi bos Ogya untuk memberitahukan padanya kalau pekerjaan kami disini selesai", ucapnya.
"Tapi..., toko masih belum seluruhnya lengkap dengan perabotan atau lemari toko seperti etalase... Bagaimana kalian bisa selesai bekerja ?", kata Batang Dewi.
"Bos Ogya sudah memesan lewat rekan kami untuk membeli perabotan toko bagian depan yang masih kosong", sahutnya.
"Em... !?", gumam Batang Dewi berpikir sejenak.
Kedua mata Batang Dewi melirik ke arah ruangan pantry yang telah berubah total seluruhnya sedangkan pekerja proyek masih belum menyadari perubahan yang terjadi disini.
"Biar aku saja yang memesannya, tidak usah kalian yang memesan perabotan untuk toko, batalkan saja pesanan kalian", ucap Batang Dewi.
"Tapi..., bos Ogya memerintahkan kepada kami untuk memesannya...", sahut pekerja itu bingung.
"Tidak apa-apa, katakan saja kalau bos Magani Ogya akan menggantinya lima puluh persen atas batalnya pesanan toko", kata Batang Dewi.
"Bagaimana kalau bos Ogya marah pada kami ? Dan memotong upah kerja kami pada proyek toko ini ?", tanya pria itu ragu-ragu.
"Tidak mungkin, karena aku yang akan bertanggung jawab dan kalian tidak perlu mengkhawatirkannya", sahut Batang Dewi.
"Hmm..., baiklah tapi anda harus menanggungnya sebab ini bukan kesalahan kami atas pembatalan pesanan perabotan toko ini", ucap pekerja proyek.
"Percayalah ! Aku akan bertanggung jawab atas pembatalan pesanan perabotan toko baru ini, dan kalian bisa pulang ke rumah dengan tenang", kata Batang Dewi.
"Kalau begitu, saya dan pekerja lainnya pamit pulang, sampaikan salam kami pada bos Ogya, terimakasih atas kepercayaannya kepada team kami untuk mengerjakan proyek toko baru ini", sahut pria pekerja itu menaruh rasa hormat pada Batang Dewi.
"Ya, aku juga mengucapkan terimakasih padamu sebagai perwakilan Magani Ogya atas kesediaan kalian untuk membangun toko baru ini, terimakasih", ucap Batang Dewi.
"Sama-sama, sampai jumpa lagi, nyonya Ogya !", pamit pria pekerja itu lalu pergi.
Batang Dewi menatap kepergian pria pekerja proyek toko dengan tatapan hati-hati tetapi hati kecilnya bertanya penuh penasaran.
"Apakah pria pekerja itu tidak menyadari perubahan yang terjadi disekitar ruangan toko baru ini !? Ataukah semuanya yang terjadi terlihat seakan-akan telah terjadi sebelumnya !?", ucap Batang Dewi pada dirinya sendiri.