
#24
Happy Reading ya😘😘
Sekali lagi author minta maaf soalnya banyak yang typo dan kata - katanya sedikit berbelit
Aku dan Mas Agung masuk ke dalam kamarku. Dia langsung masuk kamar mandi sekitar 5 menitan dia keluar dan melihatku duduk diatas bangku meja rias. Suasana sedikit canggung dan aku hanya diam tanpa suara padahal biasanya aku ceplas ceplos.
"Cuci muka dulu dek sebelum tidur, ga baik buat wajah kalo langsung tidur. Lagian biasanya juga cuci muka. Jangan gugup lah sayang, koe itu kaya lagi sama penjahat aja loh pakai acara was-was" Mas Agung.
"Iya mas, bukan gugup aku loh tapi ga biasa kita dalam kamar berdua kaya gini. Yo wes aku mau cuci muka ndisek" Kataku
Aku pun berjalan menuju kamar mandi. Pikiranku melayang-layang takut kejadian akan kegagalan rumah tanggaku seperti akan terjadi lagi. Aku meneteskan air mata yang membuat mataku sedikit merah dan aku keluar dari kamar mandi. Mas Agung melihatku.
"Sayang kenapa sih kamu? " Mas Agung
"Gapapa kok mas, ayok tidur" Aku
"Yaudah sini, sambil nepuk kasur disebelah dia" Mas Agung.
Aku ku berjalan dan kemudian membaringkan tubuhku. Mas Agung masih melihatku.
"Mas kenapa sih nengok aku kaya gitu, ya Allah jangan bikin adek takut lah" Kataku
"Kamu aneh makanya mas liatin, kenapa sayangku. Kalo ada masalah cerita sama mas" Mas Agung.
Aku pun menceritakan apa yang aku rasakan sambil menangis sampai sesenggukan,
"Adek takut kalo mas bakal ninggalin adek kaya mantan suami adek dulu, adek sayang sama mas sama Alisa. Adek ga mau kehilangan mas" Ucapku lirih di dada mas Agung.
"Sayang dengerin mas ya, mas ga bakalan ninggalin kamu. Mas bakal jagain kamu walaupun terkadang mas bakal tugas jauh dari kamu tapi mas sayang, cinta sama dek. Alisa juga sayang sama kamu, jadi tolong mas mohon buang jauh-jauh pikiran seperti itu. Sekarang udah jangan nangis lagi nanti istri mas ilang cantiknya karena luntur air mata" Ucap mas Agung sambil memeluk ku kemudian menghapus air mata dipipiku.
Setelah aku sedikit tenang, mas Agung menyuruhku tidur.
"Udah ayok tidur" Mas Agung
Aku pun tersenyum dan membenamkan wajahku di pelukan mas Agung sampai pagi tentunya.
Jam 05:20 pagi aku terbangun dan merasakan jika pinggang ku di peluk oleh seseorang, dan aku tersadar siapa lagi yang meluk aku kalo bukan Mas Agung. Aku berusaha bangun dan mengangkat tangannya dari pingangku tapi hasilnya malah semakin erat pelukannya.
"Mas lepas lah, adek mau ke kamar mandi wudhu habis itu sholat" Kataku
"Bentar lagi, biarin mas meluk kamu lebih lama lagi" Dengan suara khas Mas Agung Bangun tidur.
Cup.. Cup.. Cup
aku daratan satu kecupan dipipi dia, yang membuat dia melepaskan pelukannya. Aku pun segera lari ke kamar mandi.
brukgggg
Aku terjatuh di depan pintu kamar mandi.
"Kyiaaaaaaaaaaa" suaraku berteriak keras.
"Kan kualat sama suami ya gitu, jatuhkan akhirnya" Ucap Mas Agung ngeledek
"Bantuin kali woi, sakit mas pinggang aku" Ucapku dengan nada sedikit meninggi.
Dia pun menghampiriku dan menggendong ku dan membaringkan di tempat tidur.
"Sakit mas, pinggang ku. Beneran aku ga bohong" Aku
"Iya bentar mas obatin" dia pun mengambil minyak urut di laci nakas kamarku.
"Mas mau ngapain, ga usah aneh-aneh nanti adek tambah parah bukannya malah sembuh" Aku
"Percaya sama mas, bakal sembuh 100%" Ucapnya
"Ya udah, tapi awas aja kalo malah tambah parah sakitnya. Mas tak suruh tidur luar ntar malam" Ucapku
"Ga usah ngancem, mending itu mulut adek di rem dulu ga usah banyak ngomong. Pagi baru dek ini nanti orang-orang pada bangun dan ngira kita lagi ngelakuin hal yang engga kita lakuin"
Aku pun menuruti omongan suamiku untuk diam. Dan dia menggosok kan minyak urut di pinggang ku dan memijat nya serta menariknya sedikit kerat yang membuatku berteriak sangat keras.
"Sakit mas, Ya Allah ini namanya KDRT" Ucapku
"Diam dek, jangan bikin orang bangun" Mas Agung.
Tok.. tok.. tok terdengar pintu suara kamar di ketok.
Kira-kira siapakah yang datang?
Baca terus bagian selanjutnya
Klik like, komen dan tombol hati
❤❤❤❤