Jodoh Yang Tertunda

Jodoh Yang Tertunda
L D R


Fifi dan Aan merasa bahagia karena mereka saling mencintai , hubungan mereka makin lama makin mesra membuat orang orang iri melihat nya ,Fifi yang manja dan posesif selalu saja membuat masalah namun Aan slalu mengerti dan memahami sikap Fifi karena Aan sangat menyayangi nya


hubungan mereka pun sudah mendapat restu orang tua mereka karena sering nya aan datang kerumah Fifi dan kemana pun Fifi pergi slalu diantar Aan karena Aan slalu menjaga dan melindungi Fifi


hari berganti hari ,bulan berganti bulan tidak terasa 2 tahun sudah hubungan mereka dan tiba lah saat nya Aan lulus dan hendak melanjutkan kuliah di kota , Aan yang punya prestasi gemilang mendapat beasiswa untuk kuliah disebuah perguruan tinggi yang jauh dari kota mereka


" fi ... aku pergi untuk kembali padamu sayang akan kukejar cita cita ku demi masa depan kita nanti nya , tunggu aku yah ,aku akan sering mengirim surat untukmu " Aan pun meyakinkan Fifi sambil memeluk Fifi yang sedang menangis


" kakak jangan pernah lupa yah sama Fifi ,aku akan menunggu kakak " Fifi pun melepas kepergian kekasih nya yang sudah 2 tahun menemaninya


hari hari Fifi pun jadi sepi tanpa kehadiran Aan beruntung ada teman teman yg slalu menghibur nya , hampir tiap Minggu surat Aan slalu datang dan Fifi pun slalu mengirimkan balasan nya ( belum jaman nya hand phone Gaisss)


setiap libur semester Aan slalu pulang dan menemui Fifi


" kak aku rindu kak " ucap Fifi sambil memeluk Aan


" aku juga sayang, sabar yah semua nya akan indah pada waktunya ,kelak aku akan datang melamar mu , percaya lah padaku sayang dihatiku hanya ada kamu " Aan pun melepas pelukannya dan menatap mata Fifi dan begitu pun Fifi ia bisa melihat cahaya cinta di mata Aan ,Fifi percaya klo cinta Aan masih seperti dulu


setahun pun mereka menjalani hubungan jarak jauh dan akhirnya Fifi pun lulus SMA dan Fifi tidak melanjutkan kuliah karena harus membantu orang tuanya menjalankan usahanya


Aan sering menghubungi nya lewat telepon rumah yang merupakan satu satunya alat komunikasi saat itu


"hello Fifi sayang gimana kabarmu ,"ucap Aan ditelpon


" nanti klo libur lagi aku pasti pulang menemui mu sayang " ucap Aan


"kakak masih setia kan sama aku , kakak nggak punya kan pacar disitu " sifat posesif Fifi muncul lagi


"nggak sayang percaya sama aku yah , aku masih setia padamu , nggak akan ada yang bisa menggantikan mu di hatiku " Aan meyakinkan Fifi


"awas yah kak klo kakak bohongi aku ,aku juga bisa bohongi kakak disini banyak antri nih mau melamar Fifi klo Kakak bohong ngi aku,kakak akan kehilangan aku " ancam Fifi


" nggak sayang aku slalu setia padamu jangan ancam gitu dong bikin aku khawatir aja , tunggu aku yah sayang dan ingat jangan menerima lamaran siapa pun karena aku nggak sanggup kehilangan mu , klo gitu telpon nya aku tutup dulu yah , daaa sayang ingat pesan ku yah " ucap Aan


"Iyya , pasti ku ingat ,daaa juga kak " ucap Fifi sambil menutup telepon nya


hari -hari Fifi lalui dengan kerinduan nya pada Aan , Fifi pun mulai menyibukkan diri menjalankan usaha org tuanya yang mulai berkembang pesat dan tak sedikit lamaran yang datang kepada Fifi karena kecantikan Fifi dan kepintaran nya mengolah usaha org tuanya membuat pria mudah tertarik padanya namun lamaran itu ia tolak secara halus karena dihatinya hanya ada Aan seorang dan blm ada yang mampu menggoyahkan hatinya


tidak terasa 6 tahun sudah usia hubungan Aan dan Fifi


Aan sudah mulai sibuk dengan tugas kuliah nya karena setahun lagi Iyya akan diwisuda dan juga Fifi disibukkan dengan usahanya sehingga mereka kurang komunikasi lagi dan Aan pun jarang pulang dan hubungan mereka sudah mulai renggang terkadang Fifi menangis sendiri didlm kamar dikala ia rindu


" kak apakah kakak sudah melupakan aku , apakah kakak sudah punya pengganti ku ,knp kakak jarang menghubungi aku " gumam Fifi