
"Bilang saja mau diciium," celetuk Nadin terlihat santai, tanpa terduga dia justru mengalungkan tangan di leher Zain hingga senyum pria itu mengembang tentu saja.
Betapa bersyukurnya Zain hari ini, istrinya peka dan tidak perlu susah payah. Tanpa keraguan, Zain mengikis jarak hingga misinya untuk kembali merasakan bibir manis Nadin terwujud tentu saja.
Bukan hanya ciuman biasa yang Nadin berikan, melainkan lummatan serius yang membuat Zain berdesir dibuatnya. Beberapa saat dia terbuai, awa-awal semuanya masih normal. Hingga, di saat Zain mulai terlena dan tangannya tak bisa dikondisikan, lumma...