
Nayla telah di kamar nya dan ingin istirahat.
Namun kekesalan nya kepada lelaki yang tadi menabrak nya membuat dia ingin memarahi orang itu, namun semua harus ia tahan karena objek yang membuat dia marah tidka ada.
Nayla memasuki kamar mandi nya dan berendam, merenggangkan otot tubuh nya yang lelah, karena menempuh perjalanan belasan jam.
Di kediaman Mahendra, Papa Andrew dan Mama Tami, tengah duduk dengan obrolan seputaran saham dan perusahaan.
Kedua nya sangat ingin memiliki menantu kembali, namun apa mau di kata, putra mereka masih enggan untuk menikah kembali.
Pa" Bagaimana kalau kita jodohkan saja Si Bara dengan anak teman papa, itu loh kan punya anak bungsu perempuan.
" Siapa? papa Melihat mama mengingat siapa teman nya yang memiliki anak perempuan, karena teman papa Andrew banyak memiliki anak laki-laki.
" Tuan maheswari Pa, Kan dia punya tiga anak. Papa ini gimana sih, dua anak nya laki-laki, dan satu yang bungsu perempuan.
Mama rasa sekarang usia nya Delapan belas tahun atau sembilan belas deh, ucap mama antuasias .
Papa Andrew hanya diam, dia tidak yakin keluarga teman nya itu mau menikahkan anak mereka, apalagi usia nya sungguh sangat muda untuk berumah tangga.
" Papa akan tanyakan dulu ma, kita tidka bisa main jodoh menjodohkan mereka begitu saja.
Apalagi gadis yang mama bilang, dari keluarga berada juga.
Kakak laki-laki nya tidak akan semudah itu melepaskan adik bungsu mereka, ucap papa.
Seminggu berlalu, Bara sibuk dengan kerjaan nya seperti biasanya.
Sementara keluarga maheswari juga tengah sibuk dengan acara pertunangan anak sulung mereka, Kenan Pear Maheswari dengan putri pengusaha berlian.
Banyak kolega yang di undangan. Acara itu sekalian dengan ulang tahun perusahaan maheswari yang ke sepuluh.
Tentu acara itu tidak akan di abaikan begitu saja oleh Papa Andrew dan Mama Tami.
Sebagai pengusaha dan teman Keluarga Maheswari, pasangan itu pergi ke acara itu dengan membawa putra Mereka yang juga mendapatkan undangan untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan.
Semua orang telah berkumpul di aula Hotel berbintang milik keluarga Maheswari.
Acara di mulai, Kenan dan Diana bertukar cincin, ya memang acara pertunangan lah yang pertama di mulai, baru acara ulang tahun perusahaan.
Semua bertepuk tangan, setelah pengusaha muda Itu memasangkan cincin di jari manis Diana Lara Hardianto.
Pa, lihat anak sulung kita akan menikah tahun ini, mama bahagia pa.
" Papa juga bahagia ma, akhirnya keinginan kita mempunyai cucu sebentar lagi akan terwujud, ucap papa.
Semua orang berbincang, hingga mama Tami mendekati mama Nania.
" Selamat ya jeng, akhirnya akan menikah kan anak juga, ucap Mama Tami memeluk Mama Nania.
Ya mereka berteman baik, dari dulu sampai sekarang.
" Ya allah jeng, makasih ya udah datang, ucap mama Nania ramah.
Mereka berbincang, hingga seorang gadis muda datang.
" Ma, Bang Iqbal kemana? tanya gadis itu menatap mama Nia.
" Loh, bukan nya sudah datang abang kamu tadi nak? mama Nia pun jadi bingung kemana lagi anak kedua nya itu menghilang.
" Jeng siapa ini? mama Tami pura-pura tidak tau kalau itu putri bungsu keluarga Maheswari.
Sampai lupa aku jeng, Sayang sini nak, mama Memanggil Nayla mendekat.
Kenalkan jeng, Ini putri satu satunya keluarga kami, Nama nya Nayla Maheswari, sedang kuliah jurusan Hukum jeng, ucap mama menjelaskan.
" Wah cantik banget kamu nak. Kenalkan Aunty Tami, senang berkenalan dengan kamu cantik, ucap mama Tami mencolek pipi Nayla membuat Nayla tersenyum malu.
" Iya aunty, terimakasih aunty juga cantik, balas Nayla.
Nay ke sana dulu ya ma, aunty, mau cari abang iqbal, gerutu nya membuat mama Tami gemas kepada putri bungsu keluarga itu.