
Mereka sampai di Rumah,
Vano, Cila juga bu Nita berjalan masuk ke dalam rumahnya..
Namun tanpa mereka sadari sedari dari Butik mereka selalu diikuti oleh seseorang dengan menggunakan pakaian serba hitam juga menutup wajahnya menggunakan masker..
" Nak Vano duduk dulu ya,, Biar Ibu buatkan minuman..
" Terimakasih Bu,,
" Van,, aku ganti baju dulu ya..
" Iya sayang..
Vano langsung menghubungi Doni untuk menanyakan hasilnya..
" Halo Don,, Gimana apa Lo udah dapat petunjuk..
" Sorry Van, gue belum dapet petunjuk siapa dia, ini bener-bener aneh..
Dia sangat licik dan tidak meninggalkan jejak apa pun..
" Siapa sebenarnya mereka..
Apa maksud dari mereka melakukan semua ini..
" Lo Tenang aja Van, gue juga anak buah gue terus mengamati rumah Cila, Gue juga terus mencari siapa dalang dari semua ini..
" Oke,, Lo kabari gue..
Vano menutup ponselnya dan menyimpannya di saku celananya,
Tiba-tiba ponselnya berdering dan terlihat naman Mommy di layar ponselnya, dengan segera Vano mengangkatnya..
" Ya Mom..
" Kakak dimana, kok belum pulang Nak..
" Maaf Mom,, Kakak masih di rumah Cila..
" Di rumah Cila,, apa terjadi sesuatu dengan Cila Nak..
" Engga kok Mom,,
Oya Mom, apa Papa sudah pulang..
" Papa sudah Nak,, apa kamu mau bicara dengan Papa..
" Iya boleh Mom,,
" Sebentar ya..
Tidak lama terdengar suara Steve diseberang..
" Halo Kak, Kenapa
" Pa,, Maaf tadi Kakak batalin meeting dengan beberapa Klien kita Pa..
" Papa tau semua dari Doni,,
Kenapa kamu lakukan semua itu Ka..
" Maaf Pa,,
Terjadi masalah dengan Cila dan Bu Nita, Kakak seharian menemani mereka Pa..
" Masalah,, ada masalah apa Dengan mereka, apa terjadi sesuatu lagi Kak..
" Nanti Kakak ceritakan sama Papa jika sudah di rumah Pa, Vano pulang sedikit larut Pa.. Ini Kakak masih ada di rumah Cila..
" Baiklah Kak,, kamu hati-hati..
" Iya Pa..
" Nak Vano silahkan diminun tehnya..
" Iya Bu terimakasih..
" Ibu Tinggal ke kamar dulu ya..
Tiba-tiba Cila berjalan menghampirinya dan mengecup kening Vano..
" Sayang,, kamu nakal ya.. Ucap Vano
" Kamu kenapa, kamu pusing,,
" Aku gak papa kok,,
" Kok belum diminum teh nya..
Vano tersenyum dan mengambil cangkir yang berada di meja lalu meneguknya.
" Kamu gak usah terlalu mikirin semua ini ya,, aku gak papa kok..
" Aku masih mencari siapa pelakunya, tapi sampai saat ini belum ketemu..
Cila mengusap wajah Vano,
Ini yang dikhawatirkan Cila jika dia menceritakan semua kepadanya,, ,,
Vano pasti akan khawatir dan akan langsung melakukan sesuatu, namun dia juga takut jika tidak menceritakan kepada Vano teror itu akan terus menghantuinya..
Vano tersenyum dan menyentuh tangan Cila dan mengecupnya..
" Aku gak akan biarkan terjadi sesuatu dengan kamu juga Ibu Yank,,
" Aku percaya sama kamu Van,,
Vano langsung menarik Cila dan memeluknya..
Namu lagi-lagi ponsel Cila berdering dan terlihat nomo asing yang menghubunginya..
Cila menatap Vano,
Vano langsung mengambil ponselnya dan segera mengangkatnya..
" Halo siapa ini,,
" Hahahaha,, ternyata ada seorang pangeran yang melindungi Cila..
" SIAPA KAMU SEBENARNYA HAH,,
Tut,, tut,, tut,,
Vano merasa sangat emosi dan kembali menghubungi nomor tadi..
" Maaf Nomor yang Anda tuju sedang diluar jangkauan"
" Sial.. Nomornya gak aktif..
Vano menoleh kearah Cila yang terlihat ketakutan,,
" Sayang kamu tenang ya,, aku gak akan biarin semua ini..
Cila memeluk Vano sangat erat, ketakutannya semakin bertambah..
Tiba-tiba terdengar suara kaca jendela yang dilempar batu..
PRANG... !!!
Vano langsung berlari mendekati sumber suara dengan Cila yang mengikutinya..
" Aaaagrr,,,, Cila menjerit
Vano langsung memeluk Cila dan menutup matanya..