Istri Kecilku

Istri Kecilku
Part 130 Tamu tak Diundang


Alice dan Vano sedang asik duduk di ruang tengah,


Vano minta Alice untuk menemaninya mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR)..


Alice membatu Vano belajar, dia sangat sabar dalam memberikan penjelasan,,


Dan Vano pun langsung mengerti dengan penjelasan Alice..


" Permisi Nyonya,, Ada yang mencari Anda di depan Ucap Hendra


" Siapa Pa,,


" Saya kurang tau Nyonya, mereka bilang kalo mereka keluarga Nyonya


" Oke sebentar Pa,,


" Sayang,, Kamu selesaikan semua dulu ya Mommy ke depan sebentar


" Ya Mom,,


Alice beranjak dan berjalan menuju ruang tengah dengan diikuti Hendra..


" Mereka di ruang tamu Nyonya,,


" Baik Pa, terimakasih


" Sama-sama Nyonya,, Saya ke dalam Dulu


Alice kembali berjalan,


Namun langkahnya terhenti saat melihat dua orang paruh baya sedang berdiri dan memandang sekeliling ruangan..


Alice kembali berjalan saat mereka melihatnya,,


" Paman,, Bibi,, Ucap Alice


" Alice,, Nak,, kamu apa kabar


" Baik,, Paman sama Bibi bagaimana..


" Kami Baik Nak,,


Alice kamu sedang mengandung Nak Ucap bibi


" Iya bi,, Paman sama bibi ada apa kemari


" Nak,, bagaimana kehidupan kamu sekarang Ucap paman


" Seperti yang Kalian lihat,,


" Sepertinya kamu hidup bahagia Nak, Pasti suami kamu memberikan apa pun yang kamu mau


Alice hanya tersenyum mendengar ucapan Pamannya, dia merasa malas bertemu dengan mereka,, karena mereka pasti ada sesuatu sampai menemuinya..


" Oya,, kalian belum jawab,,


Kalian kemari ada perlu apa,,


Mereka belum menjawab tiba-tiba Vano berlari dari dalam dan memanggilnya..


" Mommy,, seperti ini benar gag.. Ucap Vano


" Alice,, siapa ini,, tampan sekali Ucap bibi


" Ini Kivano anak pertama Alice bi,,


" Vano,, salim dulu Nak sama Nenek,, ucap Alice


Vano pun menurut berjalan mendekat salim dengan mereka..


" Sayang,, kamu sangat tampan,, Ucap Bibi


" Makasih Nek,,


" Sayang,, kamu ke dalam dulu ya..


Mommy mau bicara dengan Nenek sama Kakek..


" Iya Mom,,


Vano berlari ke dalam dengan membawa bukunya..


" Jadi kami kemari untuk minta tolong kamu Nak,, Ucap Paman


" Maksud Paman,,


" Alice,, tolong kami Nak,, Tasya kecelakaan dan sekarang dia mengalami kritis dan biaya Rumah Sakit sangat besar,, Ucap bibi menangis


" Kami minta bantuan Kamu Nak,,


Kami mau pinjam Uang sama kamu


" Astaga,, Tasya kecelakaan..


Bagaimana keadaanya sekarang


" Dia masih kritis Nak,, dan biaya perawatannya sangat mahal,, kami sudah menjual semuanya..


" Paman,, Bibi,, sebelumnya Alice minta maaf dengan Kalian,, bukannya Alice gag mau bantu kalian,, tapi kalian tau siapa Alice,,


Jadi maaf Alice gag bisa meminjamkan kalian..


" Nak,, masa kamu tidak bisa meminta kepada suami kamu Ucap Paman


" Maaf Paman, Alice gag bisa..


" Alice,, Bibi mohon Nak,,


" Maaf Paman, Bibi,, Alice harus kembali menemani Vano belajar..


Alice langsung berdiri,


Dan Paman, Bibi langsung berjalan keluar..


Alice langsung menutup pintu rumahnya...


Hatinya langsung merasa sakit,


Melihat mereka yang hanya menemuinya saat mereka membutuhkan sesuatu, bahkan selama ini mereka tidak sama sekali mencari atau bahkan menanyakan kabar..


********


Steve masuk ke dalam kamarnya dan melihat Alice yang sedang duduk diatas ranjang dengan melamun,,


Dia pun berjalan mendekat..


" Sayang,, Ucap Steve


Alice langsung mengusap air matanya saat melihat Steve


" Yank,, kamu udah pulang,,


" Kamu kenapa di kamar, tadi Vano bilang kalo dia bertemu dengan Kakek juga neneknya.. Emang tadi ada yang ke rumah Yank,


Alice bingung harus jujur atau tidak dengan Steve jika mereka datang ke rumah hanya untuk meminjam uang,,


" Sayang,, Panggil Steve yang tak kunjung mendapat jawaban dari Alice


" Ah Ya,, tadi,, Tadi,, Paman sama Bibi yang ke Rumah Yank,,


" Mereka ke sini,, Mau apa mereka ke sini


" Eng-engga Yank,, mereka cuma ingin bertemu aku aja Ucap Alice bohong


Steve terus menatap Alice intens, dia tau Alice sedang berbohong kepadanya..


Dia tau mereka menemui Alice pasti menginginkan sesuatu karena selama ini mereka sama sekali tidak pernah peduli atau bahkan mencari keberadaan Alice walau sekedar menanyakan kabarnya..


Namun Steve pun tidak mau memaksa Alice untuk menceritakannya..


" Aku bikinin kamu teh hangat dulu ya,, Ucap Alice


" Makasih Sayang,, aku juga mau mandi dulu ya


Steve mengecup kening Alice dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi..


-


Steve langsung memanggil Hendra untuk berbicara di ruangannya..


" Maaf Tuan,, ada yang bisa saya bantu


" Apa tadi siang Paman juga Bibi Alice ke rumah


" Iya Tuan, mereka ke rumah


" Mau apa mereka kemari


" Sepertinya mereka mau meminjam uang kepada Nyonya Tuan untuk anak mereka yang kecelakaan


Steve hanya terdiam,,


Sesuai dugaannya, mereka pasti hanya menginginkan sesuatu..


" Baik,, kamu temui mereka dan kasih mereka uang sesuai permintaan mereka tapi mereka harus berjanji jika mereka tidak akan lagi menemui Alice


" Baik Tuan, Saya akan langsung menemui mereka


Steve menyenderkan tubuhnya di kursi,


Dia sengaja melakukan semua ini agar mereka tidak lagi mengganggu Alice.. Dia tidak mau melihat Alice sedih, atau bahkan membuat keadaan juga kehamilannya terjadi sesuatu..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hey,, Hey,,


Mu'uphken Author yang baru Up Kesayangan..


Vote kalian mana dong,,


Author menantinya.. 😍😍😍


Like juga Komen kalian selalu..


Love you all.


encha