
Mengambil kunci dan segera pergi secepat mungkin. Tempat latihannya tak jauh dari Kediamanku. Berkisar 100 meter ke arah kiri. Dalam hal ini, mungkin bisa dibilang satu-satunya tempat latihan yang ada di sekitar sini hanyalah milik keluargaku.
Karena biasanya tempat latihan keluarga lain berada di sekitar pegunungan untuk menunjang efektivitas latihan mereka. Karena udara dalam pegunungan masih tergolong bersih dan jauh dari polusi.
*******
Sampai di Ignite Training Ground.
Tempat latihan ini terdiri dari 2 Lantai. Tampak luar, bangunan ini dibangun dengan desain berbentuk kubus sempurna serta memiliki luas yang lumayan besar. Agar dapat memasuki tempat ini, dibutuhkan sebuah semacam kartu yang bisa dimasukkan ke dalam tempat yang ditentukan.
Sistem keamanan disini sangatlah ketat dan canggih. Disini, tidak ada yang namanya petugas keamanan. Semuanya memakai teknologi modern yang dirancang oleh arsitektur kelas atas. Agar nantinya bangunannya dapat terlihat mewah dan kokoh.
Aku pun memasukkan sebuah kartu yang tadi kuambil di kantor Ayahanda. Dimasukkan ke dalam lubang tipis yang berada di samping pintu otomatis. Sistem itu menganalisis kartu yang kumasukkan tadi untuk mengecek kevalidan datanya.
-Data diterima. Pintu akan segera terbuka secara otomatis.
Sistemnya pun merespon dengan menggeser pintunya secara otomatis. Pintu yang tadinya tampak gelap dilihat dari luar, kini terlihat transparan berkat data dari kartu yang kumasukkan tadi. Di dalam kartu itu, terdapat sebuah data keluarga Ignite mulai dari data fisik, sampai pada data statistik.
"Mari masuk Rose. Anggap saja tempat latihan sendiri." Aku menyuruh Roselianne untuk masuk bersama.
Aku menggunakan Suaraku untuk memerintahkan sistem yang ada di dalam.
"Sistem, Turn on Light." Kode sistem.
Lampu ruangannya pun menyala dengan otomatis setelah aku menggunakan kode sistemnya. Roselianne tampaknya kagum dengan Sistem yang ada disini. Terlihat dari wajahnya yang tampak antusias itu.
"Wah.. canggih juga tempat latihan keluargamu Raph. Sangat berbeda dengan milik keluarga ku." Dia melihat ke berbagai arah memandangi Ruangannya.
"Hahaha. Tempat ini memang didesain khusus untuk membantu kak Kaizo berlatih. Sebelumnya tempat ini hanya tempat latihan pada umumnya. Cuman, saat Kaizo mulai memasuki Top Ranker teratas, Ayahanda mulai membangun fasilitas yang lebih canggih."
Yah.. ini juga sebagian berasal dari ide ku sih yang memintanya untuk memasang sebuah teknologi disini. Saat itu aku sangat tertarik dengan Teknologi yang baru saja direalisasikan oleh Asosiasi. Makanya aku mencoba untuk membujuk Ayahanda membangun lebih banyak fasilitas yang bisa dipakai.
Kami berdua pun mulai menaiki lantai menuju ke atas. Di atas, fasilitas latihan yang tersedia lebih banyak dan sangat beragam. Mulai dari sebuah Sistem robot untuk membantu latihan menembak, Duel fight dengan sebuah AI dalam pertarungan jarak dekat, dan juga fasilitas latihan untuk menunjang tubuh.
Aku menggunakan sistem Code lagi untuk menyalakan Lampu di lantai atas. Hanya saja, kode di lantai 2 agak berbeda dengan yang ada di lantai 1.
"Sistem, Turn on Light. I am Raphael Ignite."
Di lantai 2, kode yang ada harus disebut dengan detail beserta siapa yang memerintahkannya. Karena di lantai 2 ini, khusus keluarga utama yang hanya bisa memakainya. Makanya untuk mengaktifkan segala fasilitas disini, harus didampingi oleh salah satu anggota Keluarga Utama.
-Code Activated! Hi Mr Raphael.
Lampu dan fasilitas-fasilitas yang ada mulai teraktifkan. Roselianne tambah kagum dengan sistem yang ada di Lantai 2 ini. Dia bahkan merasa antusias untuk mencoba salah satu alat yang ingin dia coba.
"Raph, aku boleh memakai alat yang itu?" Menunjuk sebuah alat Body Shapers.
"Boleh, silahkan saja. Lagipula sudah aku aktifkan semua fasilitasnya. Kamu kalau mau pakai, pakai aja."
Yah, karena aku yang mengajaknya tak ada salahnya untuk dia mencoba semua alat yang ada disini. Jarang-jarang juga kesempatan untuk berada disini.
"Terima kasih Raph." Dengan senyum menggemaskannya.
Roselianne langsung mencoba alat Body Shapers itu dengan antusias sekali.
{Hahaha.. kalau menyangkut alat untuk membantu membentuk tubuhnya itu, pasti dia akan antusias banget. Sejak kecil dia bercita-cita untuk menjadi Seorang model}
Karena melihat Roselianne yang sudah memakai alatnya, aku pun mencoba alat Treadmill untuk meningkatkan stamina ku yang lumayan lemah ini. Berjalan di atasnya secara perlahan untuk awal-awal.
Agak lama sedikit, aku meningkatkan kecepatannya dan mulai berlari di atasnya. Berlari kecil untuk awalannya agar kaki tidak merasa shock akibat dipaksa dengan cepat. 3 menit berjalan, aku mulai merasa kelelahan karena berlari kecil dengan stabil.
Aku mulai menaikkan kecepatannya kembali. Kini aku berlari lumayan cepat untuk mengikuti pergerakan Treadmill ini. Karena kurasa kecepatan ini masih kurang memuaskan untukku, aku mulai menaikkan lagi kecepatannya hingga cukup cepat.
Aku berlari seperti ada yang mengejarku di belakang. Memaksa tubuhku untuk meningkatkan batasannya. Akhirnya setelah 1 menit berlalu, aku mulai menurunkan kecepatannya secara perlahan sampai ke arah 0.
"Fuih.." mengelap keringat dengan tangan.
Baru sekitar 6 menit berlari saja sudah terasa lelah seperti ini.. stamina ku terlalu lemah saat ini. Untuk meningkatkannya, aku butuh waktu berbulan-bulan lamanya dengan berlatih berlari setiap hari. Konsistensi sangat diperlukan dalam meningkatkan segala statistik ku.
Roselianne yang berada di Alat Body Shapers itu tampaknya sangat bersemangat sekali. Aku tidak ingin mengganggunya yang sedang membentuk tubuhnya itu. Aku beristirahat sejenak dan pergi ke lantai bawah untuk mengambil minuman yang disediakan disana.
Menyalakan kran yang berisi air jernih dan meminumnya menggunakan gelas yang tersedia di rak samping. Meneguk gelas dengan gelas karena lelahnya akibat berlari tadi.
Aku membuka Smartphone dan mendapati ada sebuah notifikasi dari Vincent.
-aku otw kesana. Tunggu aku Raph.
Vincent sedang dalam perjalanan menuju kemari. Aku memberinya pesan melalui smartphone saat mengambil kunci tempat latihan itu. Cepat juga dia membalas pesannya ya, apa dia bangun lebih awal pagi ini? Kalau seperti itu, maka ini adalah hal yang sangat langka melihat Vincent bangun pagi saat hari libur.
Setelah aku selesai beristirahat sejenak di lantai bawah, aku naik kembali untuk melanjutkan aktivitas latihanku. Tidak ada kata istirahat sebelum aku merasa puas dan sudah sedikit merasakan adanya peningkatan.
Saat ini, aku berpikir untuk mencoba melatih akurasi menembak ku. Namun, hal ini harus disertai dengan otot tangan yang cukup kuat. Karena dorongan dari Revolver yang kubuat sangat besar, sehingga jika kekuatan tanganmu tidak terlalu kuat, tanganmu itu tidak sanggup menahan dorongannya.
Dorongannya itulah yang membuat akurasi menurun. Karena pegangan mu yang tak stabil setelahnya dan itu adalah kesalahan yang sangat fatal sekali apabila berada dalam pertarungan yang sebenarnya. Karena dengan tangannya yang terdorong, akan membuat sebuah celah untuk musuh menyerangmu.
Maka dari itu, aku terlebih dahulu menggunakan Bench press dengan tingkat keamanan yang tinggi. Bench press ini dilengkapi dengan teknologi yang akan membuatmu tidak mudah cedera saat memakainya. Jika memang tanganmu sudah terlihat tidak kuat untuk menopang bench pressnya, alat itu dengan otomatis akan memunculkan sebuah gagang besar untuk menahan bench pressnya agar tidak menimpa si pemakainya.
Semua fasilitas disini sebenarnya sudah memiliki sistem keamanan dengan standar tinggi. Makanya kalau ingin latihan sendirian, sangat memungkinkan sekali. Karena tidak akan menimbulkan dampak yang besar saat berada pada kegagalan saat berlatih.
Aku memasang bebannya terlebih dahulu. Memasang beban sekitar 25 kilogram untuk awalan. Aku berbaring di atas tempat yang tersedia. Memegang batang olimpiknya dengan kedua lenganku. Aku pun mengangkatnya ke atas dan ke bawah.
Aku melakukan itu selama 8 set lamanya. Ini lumayan berat untuk awalannya. Sehingga membuat lengan ku lumayan nyeri setelah memakainya. Aku pun duduk sejenak untuk mengistirahatkan otot lengan ku.
Lalu dilanjutkan kembali setelah beristirahat. Kali ini melakukan 12 set yang memakan waktu sekitar 10 menitan. Keringat mulai membasahi tubuhku saat ini. Untungnya di Ruangan ini dilengkapi pendingin di berbagai sudut. Sehingga tidak terlalu panas.
Roselianne juga masih sibuk dengan alatnya itu. Dia sepertinya memang bersungguh-sungguh demi menjaga postur tubuhnya yang ramping itu. Untungnya kuajak dia waktu itu. Sehingga aku ada teman untuk fokus latihan.
"TRINGGGG…TRINGGGG!"
Aku bisa menebak siapa yang membunyikan bel itu.
{Ini pasti Vincent.}
Roselianne yang mendengar itu, langsung menghentikan latihannya itu dan bertanya padaku.
"Itu siapa yang bunyikan Belnya Raph?" Dengan ekspresi kebingungan.
"Vincent ini. Aku tadi ngechatnya saat mengambil Kunci tempat latihan. Yaudah aku pergi ke bawah sebentar Rose. Kamu lanjut aja."
"Yaudah."
Roselianne pun melanjutkan memakai Body Shaper nya itu. Sedangkan aku pergi ke bawah untuk menemuinya.
************
Aku melihat Vincent sudah diluar dengan membawa sebuah tas bulat yang dia tenteng. Untuk apa dia bawa tas itu? Padahal cuman sekedar olahraga saja. Dan semua fasilitas sudah ada disini. Hah…
Aku menggunakan kode sistem untuk membuka pintunya.
"Sistem, open the Sliding door."
Pintunya pun terbuka. Aku pergi keluar untuk menemui Vincent. Vincent yang berada di luar tampak terkejut juga dengan pintu yang otomatis terbuka itu.
"Kamu ngapain bawa tas segala Vin? Kayak mau piknik aja."
"Gila coy!!! Canggih banget tempat latihannya." Dia terlalu kagum dengan teknologi yang ada sehingga tak merespon pertanyaan ku.
"Yaudah masuk Vin. Roselianne sudah menunggu di atas juga."
Aku dan Vincent pun masuk bersamaan.
"Permisi." Ucap Vincent saat memasuki tempatnya.
"Gausah terlalu sopan begitu Vin. Disini cuman ada aku dan Roselianne. Jadi ya, anggap saja sebagai tempat latihan mu sendiri."
Vincent menaruh Tasnya diatas meja yang berada di lantai 1. Dia melihat-lihat sekeliling di dalam. Dan dia juga sempat memasang ekspresi terkagum.
Aku menutup pintunya agar tidak ada orang luar yang asal masuk.
"Sistem, Close the Sliding door."
Pintunya pun tertutup. Vincent yang melihat itu cukup terkejut.
"Itu cuman make Perintah suara doang udah ketutup gitu?"
"Iya Vin. Cuman ya, yang bisa pake kode sistemnya hanya anggota keluarga Ignite. Makanya kalau butuh apa-apa panggil saja aku ya."
Ekspresi wajah Vincent adalah ekspresi yang sangat normal untuk seseorang yang baru pertama kali disini. Karena diluar sana, jarang sekali ada bangunan yang memakai sistem seperti ini. Mungkin, hanya beberapa saja yang memakainya di dalam negeri.
Karena ya, teknologi sistem ini masih dirancang oleh pembuatnya dan belum disebarluaskan ke publik. Keluargaku mendapat sistem ini juga, berkat Kak Kaizo yang menjadi top Ranker dan Ayahanda yang memiliki koneksi dengan Asosiasi Ranker.
Makanya mudah untuk mendapatkannya bagi keluargaku. Aku merasa beruntung dilahirkan di Keluarga Ignite. Keluarga Ignite saat ini termasuk 3 dari Keluarga terbesar di Negara Jermuntz. Untuk mendapatkan peringkat itu tidaklah mudah, pencapaian demi pencapaian kami capai sekeras mungkin.
"Aku mau ke lantai Atas dulu Vin. Tempat latihannya ada di Lantai 2."
"A, aku ikut Raph."
Kami berdua pun menaiki tangga menuju ke atas. Roselianne yang sedang menggunakan alat body Shaper Nya dari tadi itu tak bergeming sama sekali melihat kehadiran Vincent. Vincent yang biasanya suka menjahili Roselianne, tampak segan ketika dia melihat Roselianne yang sedang serius itu.
"Tumben gak ngerjain Roselianne. Vin?" Aku mencoba memprovokasinya agar dia dimarahi lagi.
"Udah gila kamu ya Raph. Aku mana berani ngerjain dia kalau lagi serius begitu. Yang ada aku nanti dipukuli Ama dia."
"Hahaha. Justru itu yang mau aku lihat Vin. Sudah lama soalnya ga lihat kamu dipukul Roselianne." Aku tertawa karena Vincent yang ketakutan itu.
"Parah, bersenang-senang diatas penderitaan orang lain." Merasa sedikit kesal.
"Hahaha. Bercanda Vin. Yaudah kamu pilih aja mau pakai alat yang mana. Sudah aku aktifkan semua fiturnya yang ada disini. Tinggal pakai saja semaumu." Aku mengarahkan Vincent untuk mencoba semua Alat yang ada.
"Oke Raph. Aku mau mencoba Treadmill terlebih dahulu."
Vincent mendekati Alat Treadmill itu.
"Silahkan."
Aku melihat Vincent sejenak. Melihat dia menyalakan Alat Treadmill itu sepertinya dia sudah terbiasa dengan yang namanya Treadmill. Kukira dia tadi tidak bisa menjalankannya sehingga aku harus memperhatikannya sejenak.
Tapi kalau seperti ini, bisa lah untuk Vincent sendirian dan tidak ada masalah sama sekali. Jadi aku bisa melanjutkan latihanku kalau seperti ini.
Kali ini, aku mencoba alat Accuration Hit Ground. Karena tadi aku sudah melakukan bench press agar otot tanganku mulai terbiasa. Aku butuh yang namanya akurasi. Akurasi ku sangatlah buruk sehingga terlalu sering untuk peluru meleset.
Aku terbiasa memakai sebuah Senjata jarak jauh karena cukup simpel untuk aku gunakan. Akurasi yang baik membuatku semakin mudah dalam melayangkan serangan jarak jauh.
Jadi aku perlu melatihnya dengan alat ini. Alat ini memiliki tempat tersendiri dan berada di dalam ruangan khusus. Karena akan ada peluru asli yang terpakai saat melakukan latihan. Aku pergi memasuki ruangan Accuration Hit Ground.
Mengaktifkan segala Sistem yang ada disana. Mulai dari robot target, sampai ke sistem perolehan poin. Semua yang ada disini full menggunakan teknologi terbaru. Ruangan ini jarang sekali dipakai jadi lumayan sedikit berdebu.
Aku pun mencoba membersihkan ruangannya terlebih dahulu….