IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Keganasan Erika


Palu pengadilan telah diketuk pertanda usai sudah pernikahan Erika dan Gibran, pengadilan memutuskan Erika hanya mendapatkan Apartemen yang dia tinggali karena selama ini Erika telah menghabiskan lebih dari cukup harta milik keluarga Gibran.


Gibran tersenyum bahagia sambil memeluk putra semata wayang nya, dia sangat berterimakasih karena Deka berhasil membatunya lepas dari perempuan ular itu.


"Terimakasih nak papa sangat bahagia,"ucap Gibran.


"Semoga setelah ini papa bisa dapetin pendamping hidup yang baik dan tulus sama papa," ucap Deka.


"Amin, kamu kapan nikah udah ada calon belum?" tanya Gibran.


"Hahaha kalau papa udah ada calon nanti Deka kenalin someone Deka," jawab Deka sambil bercanda dan memainkan bolpoin di mulutnya.


"Oke lah, hah papa senang sekali ahirnya ga ada lagi yang bisa menggertak papa," ucap Gibran.


"Semoga dia ga macam macam lagi ya pa, oia pa masalah hotel kita sepertinya para pemegang saham mengingin kan rapat tahunan dipercepat papa mau dateng apa Deka aja?" Deka memberitahu apa yang sebenarnya diinginkan para pemegang saham.


"Gimana kalau kamu aja yang jalan, papa mesti ke Korea besok opamu mau papa surve lahan disana," ucap Gibran.


"Ga papa deh boleh," jawab Deka, Ya Tuhan alamat aku ga bisa pulang ini, ah masih ada lima jam dari sekarang kenapa ga aku manfaatkan aja batin Deka, dia pun langsung berpamitan dengan pap sekaligus atasanya dikantor itu untuk ijin keluar sebentar, padahal dia ingin bertemu dengan pujaan hatinya siapa lagi kalau bukan istri tercintanya.


......


Arti sudah menunggu lama kedatamgan Deka, mereka memang berjanji bertemu Deka bilang mau menjemputnya dikantor.


"Honey aak kangen," ucap Deka sambil memeluk mencium kening istrinya, Arti pun tersenyum dan mencium kembali pipi suaminya.


"Aak dari kantor ini?" tanya Arti.


"He em, langsung kesini," jawab Deka.


"Aak tampan sekali sih kalau dikantor, pasti banyak sekali cewek cewek disana yang ngliatin aak," goda Arti.


"Heemmm ga mulai deh," jawab Deka sambil melajukan mobilnya.


"Seriusan Aak, aak memang tampan Arti gemes kalau deket Aak taulah," ucap Arti sambi menciumi jas suaminya yang ada dipangkuan nya.


Deka malas meladeni rayuan istrinya dia malah memilih konsentrasi pada jalanan yang ada didepan nya.


"Sore ini Aak terbang ke Bali ya han," ucap Deka.


"Loh, kirain jemput ini mau pulang sampai besok," jawab Arti sambil cemberut.


"Dih jeleknya kalau manyun gitu pengen dicium ya," ledek Deka.


"Hehehehe," balas Arti.


"Aak disana ga lama kok han, paling dua hari," ucap Deka.


"Oke deh ga papa yang penting Aak hati hati jaga diri baik baik buat Arti oke," ucap Arti sambil menggenggap tangan kiri Deka dan menciuminya.


"Siap ratuku, kita ke apartemen Aak ya han," ucap Deka.


"Ga ketempat Mr Vincent kah?" tanya Arti.


"Kalau kesono biasanya malam rabu sama sabtu kan sayang masak lupa sih!" goda Deka.


"Belum lagi nanti kalau kamu Aak larang kerja entar," balas Deka.


"Ya jangan atuh ak, tapi kalau Arti dah hamil Arti mau berhenti kerja Arti mau jagain anak anak kita sendiri," jawab Arti.


"Bagus itu sampai rumah kita bikin mereka ya," pinta Deka.


"Heeemmm Aak mau nya," jawab Arti manja.


......


Bali..


Deka melangkahkan kakinya dengan penuh percaya diri keruang rapat yang sudah diatur oleh para panitia disana.


Sungguh tak disangka disana Deka dijebak dengan pertanyaan pertanyaan yang belum pernah dia palajari sebelum nya, pertanyaan yang sedikit memancing emosinya, dengan tenang Deka menjawab pertanyaan itu termasuk hubungan pribadinya dengan ayah kandung nya.


Deka sama sekali tak tau jika disana banyak sekali mata mata Erika, Seperti biasa Deka pun makan dan minum seperti para anggota yang lain, Deka tak mengira bahwa minumanya dikasih sesuatu yang bisa membuatnya mengamuk diruang rapat, untung saja Deka masih bisa menguasai diri. dengan baik.


Deka merasa tubuhnya sangat panas, dia pun meminta asiatenya untuk membawanya keluar dari ruang rapat.


Asisten yang belum lama dikenalnya itu pun ternyata juga orang pilihan Erika, dia mbawa Deka kesuatu tempat yang sangat jauh dari kerumunan, seperti sebuah resort yang terpencil.


Disana Deka kembali merasakan tubuhnya teramat sangat panas, gairah nya memuncak hingga dia membenturkan kepalanya sendiri ketembok sangking ga kuatnya menahan hasrat. Erika yang menonton kejadian itu pun tertawa puas.


"Suntik dia," perintah Erika pada para anak buahnya, mereka pun memegangi Deka dan menyuntikan obat susuai perintah Erika.


Erika kembali tertawa puas dengan rencana nya, "Apa semua sudah siap?" tanya Erika.


"Sudah nyonya," jawab anak buah Erika.


"Lakukan sekarang!" perintah Erika lagi.


Erika kembali melihat Deka yang terkapar tak sadarkan diri, dia juga memperhatikan dari layar monitornya bagaimana anak buah nya bekerja, Erika sangat puas karena semua berjalan sesuai rencana nya.


Erika kembali tertawa puas dan meneguk wine nya, "Kita baru memulainya sayang maka nikmatilah," ucap Erika kembali tertawa.


"Apa tempat yang aku pesan siap?" tanya Erika.


"Sudah nyonya!" jawab Orang itu lagi.


"Berapa orang yang akan melayaninya disana?" tanya Erika lagi.


"Apa lima cukup nyonya?" tanya dia lagi.


"Hemmm, pastikan semua tuduhan mengarah padanya," ucap Erika.


"Siap nyonya," ucap nya lagi.


Permainan Erika sungguh diluar dugaan, bahkan dia pun memilih tempat yang sangat indah buat Deka, akan kah Deka mampu membuktikan dirinya tidak bersalah, Astaga Erika kamu sungguh luar biasa.


IMPIAN DEKA


Bersambung...