Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 28


Satria sudah tiba di ruangan ramma, dan kini mereka sedang ngobrol bersama, mulai dari cerita masa lalu, percintaan mereka, hingga susah senang mereka dulu. Satria sangat senang melihat ramma yang sekarang, dia lebih bersemangat kerja, dan terlihat semakin bahagia.


“gw seneng banget ram, bisa lihat tawa loe yang selepas dulu” kata satria


“ini semua berkat istri dan anak gw sat” jawab ramma


“hahh istri, jadi loe sudah nikah sama si sonya?” tanya satria


“bukan, gw menikah bukan sama sonya” jawab ramma dengan santai


“hahh kok bisa? Bukannya loe cinta mati banget sama sih sonya, kayaknya gw ketinggalan banyak info tentang loe, loe harus cerita semuanya sama gw sekarang juga, dan loe harus kenalin ke gw wanita mana yang berhasil merebut hati loe dari sonya” tanya satria yang semakin penasaran


“ceritanya panjang, yah nanti gw akan kenalin loe sama wanita itu” jawab ramma dengan senyum yang ada di bibirnya


“ohh iya, ngomong-ngomong soal perempuan, tadi gw nabrak perempuan aneh di lantai bawah, dan gw sudah minta maaf tapi dia masih marah-marah sama gw. Yah walaupun dia cantik, imut tapi dengan sikap anehnya siapa juga yang mau bersama cewek itu” ungkap satria sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat membayangkan perempuan itu


“emang, seperti apa ciri-ciri perempuan yang loe tabrak?” tanya ramma


“dia cantik, putih, mancung, imut, tinggi, rambutnya panjang dan wajahnya sangat imut tapi yah gitu sifatnya aneh banget dan dia itu cerewet gw aja sampai kalah saat debat sama dia tadi. Gw yakin laki-laki yang mau sama dia pasti sama-sama aneh” unkap satria yang hanya di balas senyum di wajah ramma.


Ramma sebenarnya sedang berfikir tentang perempuan yang disebutkan ciri-cirinya samasatria, karena menurut ramma ciri-ciri itu juga di miliki sama istrinya vita, tapi dia tidak pernah melihat ada yang aneh di sifat vita. Jadi dia yakin kalau yang di maksut itu bukan vita.


“yah iyalah siapa juga yang mau sama perempuan aneh, loe jangan gitu sat, nanti loe tiba-tiba jatuh cinta sama perempuan itu baru tahu rasa loe” goda ramma


********


“gila tuh anak, makin lama makin berani sama kita” ucap nita saat melihat vita berjalan meninggalkan kantin


“lagian ngapain sih tu anak, ada din kantor ini, jangan-jangan dia juga magang di sini” ucap ana menebak-nebak


“tidak mungkin, kalau dia magang di sini pasti kita akan tau dari kemarin” jawab dina


“tapi bisa sajakan dia beda devisi sama dia mangkanya kita kemarin tidak melihat dia” ucap ana lagi yang masih penasaran dengan adanya vita di kantor ini


“kita harus cari tahu tentang ini, kalau dia memang magang di sini, kita harus cari cara agar dia bisa di pecat dari kantor sini’’ ucap dina dengan senyuman jahat yang terukir di wajahnya. Dan mereka langsung kembali ke dalam kantor, karena mereka takut ketahuan sama HRD.


Vita kini akan kembali ke dalam ruangan suaminya, karena kini suasana hati vita sedang tidak karuan, setelah ketemu laki-laki nyebelin dia juga ketemu dengan musuh bebuyutan saat berada di kampus, vita juga berencana untuk memberikan makanan ringan itu untuk ramma suaminya. Setelah sampai vita langsung masuk ruangan ramma tanpa ketuk pintu dulu, dan ternyata ada kejutan yang tidak terduga di ruangan ramma untuk vita.


“Kamu!!!” “Loe!!!” ucap vita dan satria secara bersamaan


Ramma yang terkejut langsung berdiri dari tempat duduknya untuk menanyakan kenapa mereka bisa saling kenal, dan kenal dimana, tapi sayangnya ramma benar-benar tidak di hiraukan sama dua orang itu.


“loe ngapain masuk ke sini hahh? Loe ngikuti gw yah? Atau loe penasaran kenapa ada laki-laki tampan seperti gw


yang datang ke kantor ini” ucap satria yang kepedean


“hehh ngaca dong, punya kaca tidak kamu? Lagian ngapain aku ngikutin kamu ke sini, kurang kerjaan banget” ucap vita dengan nada jengkel


“dasar perempuan aneh, sukanya marah-marah” ucap satria


“apa!!! aku aneh, trus kamu apa hah.. laki-laki mata keranjang atau buaya darat?” jawab vita yang tidak mau kalah


“tunggu-tunggu kalian itu kenapa sih, kok malah berantem di ruangan ku, sat ada apa sebenarnya ini” ucap ramma yang memotong pertengkaran satria dan vita


“sayang kamu panggil dia siapa? SAT?”


“iya kenapa, kan memang nama dia itu sat....” ucap ramma yang belum selesai langsung di potong sama vita


“b*ngsat!! Ha ha ha aku tahu, ternyata nama itu cerminan dari prilakunya” ucap vita dengan tertawa geli


“loe!!!!” ucap satria dangan mengepalkan tangannya ke arah vita karena sudah kehabisan kata-katanya


“Apa!!! Dasar beraninya sama perempuan” ucap vita yang ngeledek


“cukup...cukup... sekarang aku minta kalian berdua duduk sekarang, klalian itu berantem kaya anak kecil aja, duduk sekarang” ucap ramma yang sudah di buat kesal juga dengan sikap vita dan juga sahabatnya.


Akhirnya mereka duduk, dengan berjauh-jauhan, dan masih saling meledek dengan membuat bentuk wajah yang aneh-aneh, dan hanya membuat ramma geleng-geleng kepala. Melihat drama yang tidak pernah dia duga sebelumnya apa lagi itu terjadi di depan mata dia sendiri.


“sekarang aku tanya, apa kalian berdua saling kenal?” tanya ramma


“tidak!!!” jawab vita dan satria secara bersamaan


“kalau begitu kenapa kalian bisa berantem seperti ini” tanya ramma lagi


“karena dia perempuan aneh” “karena dia laki-laki nyebelin” ucap vita dan satria secara bersamaan.


kini ramma hanya bisa mengeluarkan nafasnya dengan kasar, dan mencoba menghentikan masalah ini, karena sejujurnya ramma sendiri tidak suka kalau vita selalu kompak dengan laki-laki lain walaupun laki-laki itu satria sahabatnya sendiri.


“oke sayang, kenalin nama dia satria temanku yang aku ceritakan ke kamu, namanya bukn b*ngsat seperti yang kamu bilang tadi” ucap ramma kepada vita


“dan loe sat, kenalin dia vita istri gw yang tadi gw ceritakan ke loe tadi” ucap ramma kepada satria


“hahh jadi dia yang namanya satria itu, pantesaja dia diseling(kui sama istrinya, sikapnya aja kaya gitu ke perempuan)” ucap vita yang semakin lirih, karena takut menyakiti perasaan satria, walaupun marah vita masih memiliki adab saat berbicara sama orang dia tidak mau menyakiti hati orang itu.


“ram loe yakin dia istri loe, berarti laki-laki aneh yang mau sama perempuan aneh itu loe sendiri ram, ha ha ha ha” satria sedang tertawa puas sekarang


“memang benar kata vita, loe memang cocok di panggil b*ngsat” kata ramma sambil menimpuk bantal soffa ke arah satria yang tertawa puas dan vita juga langsung ikut ramma menimpuk satria dan satria pun minta ampun kepada vita dan ramma akhirnya mereka berhenti karena kelelahan.


Vita dan satria akhirnya berbaikan, dan satria kini benar-benar minta maaf sama vita, karena memang ini semua salah satria yang nabrak vita sampai hp vita yang jatuh menjadi pecah pada layarnya, itu yang membuat vita marah sama satria.


Dan vita kini sudah memaafkan satria karena satria sudah berjanji untuk mengganti hp vita dengan yang baru.


“Astaga!!! ini sudah waktunya menjemput rendy sayang, kenapa bisa lupa gini sih... ini semua gara-gara kamu sih kak bang ehh sat maksutnya” ucap vita sambil senyum menggina ke arah ramma


“ohh mau ngajak perang lagi kamu vita?” jawab satria sambil memasang wajah serus ke arah vita


“bercanda kali kak, serius banget jadi orang. Udah tua nanti makin kelihatan tua loh yahh” ucap vita yang masih menggoda satria


“Yah sudah aku jemput rendy dulu, kamu temanin pacar pertama kamu ini, jangan buat dia sakit hati loh yah yang. Oh iya kalian berdua akur-akur yah, kalau mau ngapa-ngapain tutup dan kunci pintu biar tidak ada yang ngelihat kalian sedang.....” ucap vita yang terputus sambil kedua tangannya di satukan seperti orang ciuman


“Vita!!!!!” teriak ramma dan satria


“ciee kompak...ha ha ha ha” ucap vita sambil tertawa puas dan langsung lari keluar kantor ramma


“untung dia istri lo ram” “iya untung dia istri gw”


“kalau tidak gw nikahin tuh sih vita”


“brengsek lo” ucap ramma dan langsung di balas dengan tawa yang pecah