
beberapa menit kemudian adinda dan reno sampai ke rumah adinda, reno membawa masuk mobilnya ke pekarangan rumah milik ramma.
"kak kakak mampir dulu yah... " ucap adinda
"tidak deh din... besok kan kakak akan datang ke sini lagi" jawab reno
"ihhh kenapa tidak menginap aja sih kak, biar kita beaok bisa langsung berangkat, atau begini saja... aku temani kakak sekarang ke rumah kakak buat mengambil beberapa baju kakak dan om bimmo juga ikut ke sini buat menginap" ucap adinda
"tidak usah, nanti malah merepotkan. yah sudah kamu masuk dan kakak pulanh sekarang" jawab reno
"yahhh kok gitu sih kak... " ucap adinda sambil manyun
tokkk.... tokk.... tok.... KACA MOBIL RENO DI KETUK
mereka berdua langsung terkejut mendengar itu, dan langsung membuka kaca mobilnya.
"mami.... " ucap adinda
"dinda, reno, kalian ngapain lama banget di dalam mobil... ayo buruan turun... " ucap vita pada mereka berdua
"iya mi... " jawab adinda
mereka langsubg turun dan berpelukan untuk melepas rindu, terutama adinda dengan vita, reno ingin sekali merasakan pelukan vita lagi namun dia ragu untuk mengatakan semuanya.
adinda yang melihat reno menatap dengan senyum tipis di wajahnya, langdung faham kalau reno ingin sekali merasakan pelukan dari bunda yang selama ini di rindukannya.
"mami.... mami peluk kak reno juga dong, kasian... pasti kak reno sedang merindukan sosok ibu yang sudah meninggalkan dia" ucap adinda pada vita, reno yang mendengar itu menjadi terkejut karena adinda bisa membaca apa yang sedang dia fikirkan.
"reno.... sini sayang... peluk mami... " ucap vita sambil membuka tangan nya dan langsung memeluk reno.
reno juga langsung memeluk erat vita, karena memang dia sedang merindukan pelukan vita, tanpa sadar air mata reno menetes membasahi wajah dia.
adinda yang melihat itu menjadi ikut haru di dalamnya, dia juga senang sekali karena bisa melihat reno mendapatkan pelukan dari bunda yang selama ini dia cari.
(ternyata pelukan bunda masih tetap sama seperti yang dulu, apa bunda vita masih ingat dengan aku yah... ) duara hati reno
(pelukan anak ini.... kenapa mirip sekali dengan pelukan reno ku dulu, reno yang aku cari di panti namun tidak ada, tapi mana mungkin dia reno ku dulu, dia putra dari dokter bimmo dan mendiang istrinya) suara hati vita
"loh reno kenapa nangis nak.... jangan nangis dong... " ucap vita sambil menghapus air mata reno
"yah sudah ayo masuk... reno nanti nganap di sini aja yah... jangan kemana mana. soalnya nanti dokter bimmo juga kesini di antar sama om ramma " ucap vita
"tapi tan... reno belum ambil baju baju reno, dan belum siap siap untuk besok" jawab reno
"kan ada baju rendy, tubuh kalian itu sama, kalau tidak... dinda ajak reno ke mall yah, suruh dia pilih baju baju di sana" ucap vita
"oke... siap mi... adinda dengan senang hati melaksanakan nya" jawab adinda
"tidak us... " ucap reno yang belum selesai lanhsung di potong adinda
"kak reno tidak boleh menolak, ayo buruan masuk.... aku akan kasih tahu kamar kakak" ucap adinda sambil menarik tangan reno
reno hanya menuruti saja kemauan adinda, ini adalah pertama kali reno masuk ke dalam rumah adinda, dan dia tertegun melihat kemewahan yang ada di dalam rumah.
bahkan dia juga terkejut karena adinda bisa sangat dekat dengan semua asisten rumah tangga, dia tidak ada kerahmguan untuk mencium tangan mereka dan memeluk mereka. sehingga hampir tidak ada skat pembatas antara majikan dan pembantu.
adinda membawa reno ke kamar yang ada di lantai 2, dan dia mengajak reno dulu untuk ngasih tahu ruang demi ruang yang ada di rumah itu.
"kak ini kamar aku, tuhh ada tulisannya adinda... kamar aku nyambung sama kamar kak rendy. di sebelah ini kamar kak rendy, jadi di dalamnya ada pintu yang saling berhubungan."
"jadi kalau kalian mau tidur bisa saling ngintip dong" ucap reno
"iya... bisa... he he he he, jadi kalau aku mau tidur, aku bisa gangguin kak rendy dulu, dan begitu sebaliknya, trus kalau aku lagi sedih kak rendy yang selalu temani aku dan begitu sebaliknya. pintu itu tidak pernah di kunci, karena kita sama sama tahu batasan" jawab adinda
"kak rendy itu sangat sayang sama aku, dia rela tidak tidur malam untuk menemani aku yang tidak bisa tidur, kak rendy selalu menjadi orang pertama yang tahu tentang apa aja di hidup aku. bahkan saat aku berbohong bilang kalau aku baik baik saja sama orang lain, tapi kalau sama kak rendy aku tidak bisa berbohong " ucap adinda
"din aku mau kamu memposisikan aku sama seperti rendy, aku mau kamu selalu jujur sama aku tentang apa aja, bahkan aku ingin tahu semua kebiasaan kamu mulai dari yang terkecil. mungkin aku tidak bisa sama seperti rendy, tapi aku ingin berada satu tingkat di bawah rendy, agar aku bisa lebih dekat sama kamu. dan aku juga akan mengatakan semuanya sama kamu, kebiasaan aku mulai bangun tidur sampai tidur lagi" ucap reno pada adinda
"kakak tahu.... dengan aku cerita seperti ini, kakak itu berada di tempat yang spesial di hati aku, karena aku tidak pernah cerita ini sama siapa pun, bahkan kakak adalah orang pertama yang aku ajak untuk main ke rumah ku, dan perlu kakak tahu.... kakak adalah cinta pertama aku, aku jatuh cinta pertama kali sama kak reno itu saat aku berada di bus, dan kakak duduk di samping aku. apa lagi kita sering banget ketemu secara tidak sengaja dan hari bulan kita lahir juga sama. itu yang membuat aku semakin bertanya tanya, kok bisa gituloh" ucap adinda sambil berjalan ke arah balkon lantai 2
"kamu tidak usah bertanya tanya tentang hal itu, karena aku yakin, kamu adalah perempuan yang di ciptakan khusus untuk aku, aku dulu pernah berdoa agar di berikan istri sebaik dan secantik bunda vita, tapi Allah terlalu baik sama aku, Allah memberikan putri dari bunda vitanya labgsung untuk aku" ucap reno sambil memeluk adinda dari belakang
"kamu tahu dinda.... aku jatuh cinta sama kamu itu saat aku tahu kalau kamu memiliki sifat yang baik, dan kamu berbeda dengan perempuan perempuan yang aku temui, dan hanya kamu yang berani marah marah sama aku sehingga membuat aku semakin penasaran tentang siapa kamu yang sebenarnya " ucap reno sambil membalikan badan adinda dan dia langsung memeluk tubuh adinda dengan sangat erat
setelah itu mereka berjalan lagi menuju kamar reno, dan adinda menyuruh reno untuk bersih bersih terlebih dahulu setelah itu mereka akan pergi ke mall.