Hanya Karena Aku Anak Pertama

Hanya Karena Aku Anak Pertama
Aku mencintaimu dengan seluruh nafasku


"bug.. bug... bug... " pukulan bertubi-tubi mendarat di bahu Arga.


"Ampun Ray ampun .. apaan sih , kok aku di jadinya aku di pukuli gini ? ini sudah masuk golongan KDRT tau..?!" ucap Arga sambil mengusap bahunya , walaupun sebenarnya tidak sakit juga sih.


"Ugh.. rasain .. bug...bug...bug...ini.. rasain kamu ya..!" Rayabtak juga ingin berhenti


"Ampun Ray .. Ampun.. aku salah apa sih..?!"


"Apa .. jadi kamu masih belum sadar di mana salah kamu.. nih rasain lagi .. bug...bug...bug.." Raya merasa geram karena Arga masih belum sadar juga akan kesalahannya.


"Memangnya aku salah apa ? kamu bisa bilang kan biar aku ulangi !" tanya Arga lagi dengan tampang o'on nya.


"Opo jadi gitu ya.. masih mau kamu ulangi lagi rupanya.. ini rasain lagi .bug...bug...bug..!" pukulan tangan Raya kembali mendarat di bahu Arga .


" sudah-sudah ampun ,.iya aku salah ucap, takkan aku ulangi lagi begitu maksudku, !" jawsb Arga sambil menangkap dua tangan Raya, tentu saja sebenarnya pukulan Raya sungguh tak berarti bagi Arga, hanya saja dia mulai merasa kasihan melihat nafas Raya yang ngos ngosan.


"kamu sengaja mau ngerjain aku kan ?!" kenapa gak bilang kalau ada orang tua kamu juga di sana ?" tanya Raya dengan nafas yang masih memburu.


"Maaf sayang, aku tidak bermaksud seperti itu, !" ucap Arga


"Sayang sayang... pala loe peyang ?!" belum selesai Raya berbicara, mulutnya sudah di beksp oleh Arga.


"Hus ... tidak boleh bicara tidak sopan seperti itu pada calon suami.!" ucap Arga lagi.


blush...


wajah Raya memerah , apa katanya tadi ? calon suami ?!


" kamu itu benar-benar niat sekali ya buat ngerjain aku ? bug..!" pukulan kembali dirasakan oleh Arga. kali ini Arga benar-benar meringis . karena kali ini Raya memukulnya dengan menggunakan tas beratnya.


" Siapa yang lagi ngerjain sih ? Aku ini serius, tadi kan Ibu juga manggil kamu sebagai calon mantu ?!" bantah Arga.


"bodo... aku masih kesel banget sama kamu. Aku mau pulang !" ucap Raya kemudian mau membuka pintu mobil taksi online yang dipesan oleh Arga.


"Eh ...kok pulang ? Tunggu...! " baru saja Raya hendak beranjak , Tangannya sudah ditarik kembali oleh Arga , hingga dia kembali terduduk . untung kursi penumpang itu sangat empuk . kalau tidak pasti bokongnya sudah sakit .


"Maaf. , , ibu yang maksa buat ketemu sama kamu !" ucap Arga pada akhirnya


" Dari mana ibu Kamu tahu tentang aku ?!" tanya Raya . pertanyaan bodoh tentu saja dari anaknya itu


" AKU yang cerita ke ibu dan ayah tentang kamu . tadi sebenarnya Ayah sama papa dan Dady juga mau ikut , tapi gak dibolehin sama ibu dan mama , Mommy !" tutur Arga.


" tunggu... Ga , stop !! Tadinya aku kira Ibu kamu saja yang ada 3 , tapi ayah kamu Ternyata ada 3 juga ? gimana ceritanya sih ?" Raya bingung dengan keluarga Arga. pertanyaan yang ditahan sedari tadi masih di restoran terlontar juga , Karena waktu di restoran Raya hanya berpikir jika ayah Arga punya tiga istri .


Arga tergelak mendengar pertanyaan Raya,


" Ibu aku itu ya cuma satu saja , yaitu Ibu Maya .Mama Risa idan Mami Meta itu adalah adik-adik ayah. tapi mereka tidak mau kalau dipanggil Tante . mama Risa itu memang tidak memiliki anak, jadi aku sekaligus adalah anak angkatnya . tetapi Kalau Mami Metta punya anak akan tetapi dia masih kuliah di Aussie.


"Nah kalau Papa Agung itu suami dari mama Risa , sedangkan suami Mami Meta itu Dady Iqbal !" Raya memijit pelipisnya . tidak pusing tetapi merasa aneh , sekaligus kagum juga.. ikatan persaudaraan di antara keluarga Arga bisa terjalin seakrab itu


" Kamu tahu tidak kenapa aku panggil nyokap aku dengan sebutan Ibu ?" Raya menggeleng. ternyata masih ada Lanjutan cerita dari Arga. " karena kata nyokap tidak ada yang namanya hari Mama atau hari Mommy . yang ada adalah hari ibu, yang diperingati setiap tanggal 22 Desember . konyol kan nyokapku?!" Arga tergelak memungkasi ceritanya.


Raya meringis mendengar kekonyolan itu . tadinya Raya berpikir dari cerita Mira Kalau Arga memanggil ibunya itu dengan sebutan Ibu , karena mereka berada di kalangan yang sederajat yaitu kelas menengah. tetapi tadi pada saat melihat penampakan tiga wanita tadi, walaupun model pakaian mereka sederhana tapi Raya tahu itu terbuat dari bahan level kelas atas.


"Terus kenapa ibumu Tadi manggil aku calon mantu ? nggak lucu tahu !!!/kamu dipaksa cari jodoh dan menumbalkan aku ?!" geram Raya.


" eh ...?? kok gitu ? nggak ya ! Ibu manggil kamu calon mantu, karena Ibu tahu aku suka dan cinta sama kamu !" jawab Arga


blush...


lagi lagi Raya dibuat tersipu dengan ucapan Arga . tapi dia tidak mau baper .


"bug.. auwssh..!" Arga meringis . " kok Aku dipukul lagi ?! kali ini aku salah apa lagi ?!!" tanya Arga sambil mengusap bahunya.


" Bercanda Kamu itu nggak lucu !" Ketus Raya


" Siapa yang bercanda ?! aku serius tahu ?!" bantah Arga


" Kamu stress ?? gara-gara diputusin sama Mira ?? Iya ?? . aku paham , ditinggal pas lagi sayang-sayangnya itu nggak enak . tapi jangan juga jadikan aku sebagai pelarian..!!" Raya benar-benar geram kali ini .


" Siapa yang jadikan kamu pelarian, aku ini benar-benar benar suka dan cinta sama kamu !" bantah Arga . "Bahkan aku sudah jatuh cinta sama kamu sejak kita duduk di bangku SMA.!" ungkap Arga yang tak mau jika Raya salah paham dengan tujuan nya.


"Haaa... ??" Raya melongo mendengar ucapan Arga. " ha ha ha ?" tapi kemudian Raya tergelar menyadari bahwa Arga hanya mencari pembelaan diri


"Memangnya kamu kenal aku waktu SMA ??" tanya Raya


" Tentu saja aku kenal kamu tapi kamu yang tak pernah memandang ke arahku , terlalu banyak cowok-cowok tampan dan kaya yang berada di sekelilingmu. hingga Aku sama sekali tidak terlihat. !" jawab Arga Sendu. Raya terdiam mendengar ucapan Arga


" Aku bahkan sudah menyukaimu sebelum kamu berpacaran dengan Reno !" ucap Arga mengingatkan Raya tentang cowok pertama yang singgah dalam kehidupannya


" AKU juga tahu kalau setiap laki-laki yang dekat denganmu akan direbut oleh adikmu. aku yang menggiring supaya kamu berkuliah di kampus yang sama denganku . dan di sana kamu juga berpacaran dengan laki-laki bernama Agam. tetapi kemudian dia juga beralih kepada Mira. "


" Aku bahkan juga tahu setiap kali kamu selalu saja mengalah kepada adikmu . Percayalah Maharaya aku benar-benar sudah jatuh, sejatuh jatuhnya ke dalam Pesonamu. "


" Aku mendekati Mira bukan karena aku suka padanya . tapi karena agar aku bisa melihatmu dari dekat . Percayalah aku Bahkan tak pernah bergandengan tangan dengan Mira . AKU hanya menuruti apa yang diminta olehnya . itu pun juga tidak semua walaupun aku sebenarnya bisa.!"


Maha Raya masih terdiam mendengar semua ungkapan dari Arga . ada rasa tak percaya di hatinya mendengar kejujuran itu Apakah benar sebegitunya Arga menyukai dirinya.


" Sebenarnya aku tidak ingin mengungkapkan ini sekarang . Aku bahkan sudah menyiapkan lamaran romantis . Tetapi aku tidak mau kamu berlarut dalam salah paham .!"


" Dengarlah wahai MAHARAYA, aku mencintaimu dengan seluruh nafasku "