Hanya Karena Aku Anak Pertama

Hanya Karena Aku Anak Pertama
Argadhana Raharja


Argadhana Raharja ...


Itu adalah namaku. pemberian dari ayahku tercinta , Rendy Raharja , seorang raja bisnis ternama di negeri ku. saat ini usiaku dua puluh tujuh tahun. Ayahku sudah berulangkali memintaku untuk segera menggantikan kedudukan nya , atau paling tidak aku harus segera mulai belajar memegang perusahaan, tetapi aku masih belum tertarik . Aku masih ingin mencari jati diriku dulu.


Ibu ku juga selalu saja minta aku untuk segera memikirkan tentang pernikahan. kalau untuk yang satu ini, aku juga memikirkan nya, akan tetapi aku masih belum bertemu dengan seseorang yang pas di hatiku. bukan belum bertemu sih sebenernya. aku sudah punya seseorang yang mampu memikat hatiku, akan tetapi aku masih belum bisa memilikinya .


Maharaya. itu nama gadis yang ku suka sejak dulu. tetapi ada saja yang mendahului ku. Aku menyukai Maharaya sejak kami masih duduk di bangku SMA. tetapi aku memang tak ingin terlalu mengejar nya. Aku masih ingin memantabkan hati dulu. jika dia memang benar-benar pilihan ku.


Apalagi aku melihat banyak sekali yang ingin menjadi pacarnya. terkadang ada satu hal yang membuat aku merasa ragu . di satu sisi aku melihat dia sebagai gadis yang polos . Bahkan dia tak pernah terlihat bermake up seperti teman-teman lainnya . Meskipun dia juga gadis yang periang dan mudah bergaul. . tetapi di satu sisi aku melihat dia sebagai cewek yang suka bergonta ganti pacar .


sampai kemudian satu hari aku tahu bahwa dia bergonta-ganti ganti pacar bukan karena keinginannya sendiri . pacar yang sebelumnya selalu direbut oleh adiknya , dan setelah itu ada laki-laki lain yang mendekatinya dan selalu terus begitu .


sampai hari itu tiba, di mana aku lulus dari sma Bhakti , dan pada saat itu Maharaya baru hendak naik ke kelas 3. menjelang hari kelulusan Maharaya aku memberikan brosur dari universitas di mana aku berkuliah kepada kepala sekolah , dan aku memintanya untuk memberikannya kepada Maharaya, dan menekankan kepada kepala sekolah, untuk mengarahkan pada Maharaja agar berkuliah di tempat yang sama denganku .


hal yang sama tidak jauh berbeda dari pada saat masih di bangku SMA di Universitas. lebih banyak laki-laki yang memandang terhadap Maharaya karena semakin dia bertambah dewasa semakin bertambah pula kecantikannya . bahkan tidak tampak sama sekali bahwa dia katanya berasal dari keluarga miskin yang ayahnya Hanya bekerja sebagai seorang tukang tambal ban.


sulit sekali bersaing untuk mendapatkan perhatian MahaRaya, aku yang berlakon sebagai mahasiswa jalur beasiswa, seakan tidak tampak jika di bandingkan dengan kaum most wonted. bahkan sampai akhirnya kami lulus kuliah.


 akhirnya untuk bisa terlihat oleh Maharaya, aku berpura-pura mendekati Mira, adiknya. pada saat itu Maharaya sudah bekerja di sebuah perusahaan salah satu cabang milik ayahku. tentu saja aku yang meminta pada pihak universitas untuk merekomendasikan perusahaan itu pada Maharaya


adiknya yang bernama Mira itu juga adalah seorang gadis yang cantik . tentu saja jika dibandingkan dengan Maha Raya , dia masih kalah jauh. jika Mira adalah cantik karena banyak sekali polesan . sedangkan Maharaya adalah gadis polos cantik meski tanpa riasan apapun.


gayung bersambut Mira menerimaku . akan tetapi aku bukan orang bodoh . Mira hanya memanfaatkanku, dia mau menerimaku hanya karena agar dia bisa meminta ini dan itu . tentu saja aku tak serta-merta menurutinya. Meskipun aku memiliki banyak uang .


aku selalu beralasan bahwa aku harus mengumpulkan uang dulu. Dengan mengatakan bahwa aku hanya bekerja sebagai seorang sopir ojek online . dan peran itu akhirnya aku jalani juga untuk lebih meyakinkan . aku membeli sebuah akun ojek online . setiap hari aku mengantar jemput Mira. Sebenarnya tujuanku. aku hanya ingin melihat Maha Raya.


Suatu hari Mira memutuskan hubungan secara sepihak , dengan alasan bahwa dia tidak bisa memaksakan hatinya untuk jatuh cinta padaku , menganggap bahwa masa depannya tidak akan terjamin apabila bersamaku dia bahkan mengetahui aku miskin Tentu saja aku tidak peduli.


karena yang aku tahu sebenarnya adalah Mira sudah berhasil untuk menjerat pacar maharaya yang bernama Riswan yang sama-sama bekerja di perusahaan itu sebagai seorang manajer . tidak masalah justru Ini adalah peluang bagiku Sekarang aku tidak akan melihat Maha raya dari jauh lagi . aku sudah bertekad untuk harus bisa mendapatkan Maha Raya . karena hatiku saat ini sudah mantap , bahwa Maha Raya adalah pilihanku . Maharaya adalah yang terbaik..


Malam ini sesuai janjiku beberapa hari yang lalu. aku mengajak Maharaya untuk makan malam sebagai ganti bekal dia yang ku makan . Dia memang tidak mau , tapi Tentu saja aku memiliki 1000 cara agar dia mau menerimanya . tapi sebenarnya bukan hanya itu tujuan ku. aku berniat untuk memperkenalkan Raya pada ibu ku. aku tidak akan membiarkan ada celah lagi bagi Raya untuk menjauh dariku.


Karena aku mencurigai salah satu temannya, yang bekerja dalam satu divisi dengannya , yang bernama Mas Bejo. bahwa dia juga menyukai Raya . terlihat dari bagaimana caranya dia memperhatikan Raya . Bahkan dia selalu tampak tidak senang jika ada laki-laki yang mendekati Raya . Bahkan aku juga tahu bahwa Mas Bejo selalu memperhatikan aku, jika aku berusaha untuk mendekati Raya


"Itu meja kita ..!" seruku sambil menunjuk satu tempat duduk di mana aku setelah mereservasinya bukan di restoran bintang 5 hanya restoran kelas menengah . Aku tidak mau Maha raya mencurigaiku yang hanya seorang sopir tak online, jika aku mengajaknya makan di tempat mewah.


" Kita kan hanya makan berdua kenapa memesan meja sebesar ini dengan makanan sebanyak ini apa kita akan bisa menghabiskannya ?" tanya Maha Raya ketika pelayan yang menghidangkan makanan berlalu. memang aku sudah memesan itu terlebih dulu sebelumnya , sehingga begitu kami datang maka semuanya sudah siap.


" kita tidak hanya akan makan berdua. akan ada yang ingin aku perkenalkan padamu.!" jawabku.


" siapa.. jangan aneh-aneh ya..?!" mata Maha Raya mendelik .


"Arga...?!!" belum sempat aku menjawab, siapa yang aku tunggu sudah datang.


" kalian cepat juga ..Ayo duduk Ibu, Mama, momy..?!" seruku kepada ketiga bidadariku itu. aku tahu Raya kaget , karena tadinya dia pasti berpikir bahwa kami hanya akan makan berdua saja.


"Raya , kenalin . ini Ibuku " ucapku sambil menyentuh pundak ibu, "Yang ini Mama , dan ini Momy .!" aku menunjuk ke arah Mama Metta dan Momy Risa. " dan kalian ini Raya yang sering aku ceritakan. pungkasku.


" Salam Tante.. !" ucap Raya sambil mengulurkan tangannya. walaupun mungkin dia masih bingung.


" hallo sayang .. Ibu ku menyambutnya dengan begitu exited. bahkan sampai memeluknya. aku tidak heran aku pernah mendengar cerita dari ayah bahwa ibuku dari dulu memang paling suka heboh.


begitupun dengan mama Meta dan Momy Risa yang menyambut baik uluran tangan Raya. Setelah itu kami pun segera makan malam , sambil bercerita. Banyak sekali hal yang ditanyakan oleh ibu kepada Raya.


"Calon menantuku cantik sekali..!" puji ibu , sambil membeli wajah Raya , membuat Raya melototkan mata padaku. aku menepuk keningku, Ibuku itu benar-benar ember , seharusnya dia tidak mengatakan hal itu sekarang . Aku bahkan memang belum mengungkapkan perasaanku pada Raya .