
"Sekretaris pribadi?"
Fifian tertawa, "Memang nya kamu udah diangkat jadi CEO?"
"Cepat atau lambat papa pasti akan menjadikan aku CEO. Sekarang aku masih tahap belajar, karena itu aku butuh bantuan Mbak Fifian yang sudah berpengalaman jadi sekretaris."
"Dih ada maunya ada panggil Mbak Mbak."
Yaris terkikih, "Mau nggak, Mbak. Mau dong, please. Nanti aku gaji banyak."
"Sebanyak buih di lautan."
"Apaan sih kamu," Fifian tertawa.
Yaris benar-benar lucu. Sesaat Fifian melupakan masalah nya di rumah. Ah, rasanya Fifian tidak ingin pulang. Rumah mewah itu seperti neraka untuk Fifian
*...