
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi-pagi Ara merasa mual, dan Jessy yang tidak tega ikut membantu Ara yang sedang muntah-muntah di kamar mandi.
"Ara minumlah" Jessy memberikan air hangat untuk Ara.
"Simpan di meja luar saja, aku masih mual" sahut Ara.
"Apa aku perlu memanggil Sean?" tanya Jessy.
Ara yang sedang mual tidak menjawab, dia memilih memuntahkan cairan yang ada di perutnya.
Hoek..
Hoek..
"Apa separah itu rasanya hamil?" gumam Jessy yang tidak tega melihat Ara mual terus.
Ara berkumur dan setelah itu dia menyalakan air di wastafel, matanya melihat ke cermin di mana wajah bingung Jessy terlih di cermin.
"Jess bisa minta tolong?" ucap Ara dengan nada lemah nya.
"Apa?" tanya Jessy cepat.
"Tolong panggilkan Sean, aku ingin di pijat" kata Ara wajah nya terlihat pucat.
Jessy membawa Ara kembali ke kamar nya dulu, setelah Ara tiduran baru Jessy bisa keluar kamar.
Jessy mencari Sean, kaki nya melangkah mendekati sofa tapi Jessy tak menemukan keberadaan Sean, ternyata Sean sudah bangun, dan kini Sean sedang berenang bersama Jeff.
"Sean, Ara ingin di pijat" kata Jessy.
Sean mendengar ucapan Jessy pun langsung beranjak dari kolam, sebelum pergi Sean melirik Jeff yang masih berenang.
"Kalian berenang saja, Cctv nya mati untuk siang hari" kata Sean lalu pergi meninggalkan Jessy dan Jeff.
Jessy terdiam setelah kepergian Sean, dia bingung menunggu di mana karena jika kembali ke kamar Jessy tidak ingin menjadi nyamuk.
"Kau ingin berenang?" tanya Jeff tanpa melihat pada Jessy.
"Tidak" sahut Jessy singkat.
"Oh" Jeff menjawab seenaknya.
Dan kembali fokus berenang lagi, sedangkan Jessy menunggu di pinggir kolam dengan mata yang masih terfokus pada Jeff yang sedang berenang.
Di kamar Sean baru masuk, dia langsung melihat Ara yang terlihat lemas tak berdaya, sebenar nya untuk sekarang mual Ara sedikit mereda, hanya saja sekalinya mual Ara akan sangat lemas.
Cup..
Sean mengecup singkat kening Ara, lalu memberikan usapan lembut di pipi Ara.
"Sudah minum?" tanya Sean.
"Hem, aku lemas" balas Ara.
Ara hanya mengangguk, Sean memesankan makanan kesukaan istrinya, selain itu Sean juga memesankan beberapa makanan untuk Jessy dan Jeff.
Untuk dirinya sendiri Sean tidak ribet untuk hal makanan, dia makan apapun yang di sukai Ara, termasuk memakan tubuh Ara yang adalah candu nya.
"Ayo" Sean mulai memijat tangan istrinya.
Ara merasakan pijatan itu memejamkan mata nya, dia sangat senang karena Sean tak pernah mengeluh saat Ara manja seperti ini.
"Seminggu lagi kita kan pulang, kamu beli oleh-oleh ya" kata Ara.
"Iya sayang, pasti" sahut Sean masih memijat tangan Ara.
Sean melihat wajah pucat Ara, dia merasa sedikit bersalah karena Ara terlihat lemas setiap sudah muntah.
Di kolam Jessy terpekik kaget saat Jeff menarik nya ke kolam, Jessy mau tak mau harus ikut tercebur dan berenang.
"Aku sedang malas Jeff, kau menyebalkan" Jessy mengibaskan tangannya kesal.
"Aku tau, tapi aku rasa bermain di air sangat menyenangkan bukan" Jeff menarik Jessy ke pelukan nya.
Jessy kembali kaget dengan apa yang di lakukan Jeff, apalagi saat ini terang-terangan Jeff meremaas bokoong nya membuat Jessy tidak bisa berkata-kata.
Ough..
"Jeff" Jessy memejamkan mata nya.
"Diamlah, Sean sudah mematikan Cctv jadi kita aman" bisik Jeff sambil mencium leher Jessy.
Setelah puas dengan leher Jessy Jeff membalikkan tubuh Jessy, dia mencoba untuk menatap Jessy dan keduanya bertatapan dengan waktu yang cukup lama.
"Mari memperbaiki" ucap Jeff.
"Apa?" tanya Jessy tidak fokus.
Karena tangan Jeff meraba bagian sensitif nya membuat Jessy tak henti-henti nya membuka mulutnya.
"Hubungan kita, apa lagi kalau bukan itu bukan kah hubungan kita sedang tidak baik-baik saja?" Jeff mengecup singkat bibir Jessy.
Jessy terdiam dia masih tidak paham dengan ucapan Jeff hingga akhirnya Jessy merasakan tubuh nya yang sudah hampir merasakan pelepasan.
Eughhh !
Erang nya keras sambil memeluk Jeff, padahal Jessy tau kalau Jeff belum memulai nya dan baru memberikan pemanasan.
"Ayo menikah dan memiliki bayi, kamu ingin itu bukan" Jeff masih kekeh dengan pemikiran nya.
Semalaman dia bertukar pikiran dengan Sean, dan Jeff rasa ucapan Sean ada benarnya jika Jeff tidak bisa mengklaim bahwa semua wanita sama seperti Mama dan Kelly.
Jessy mungkin banyak kekurangan dan Jeff tau itu, tapi dia juga memiliki banyak kekurangan jadi apa salah nya jika dia ingin saling melengkapi.
"Aku mau" sahut Jessy cepat dan langsung mencium bibir Jeff dengan ganas.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏