GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Pelangi Setelah Hujan iii


"Kau sudah makan" Tanya Bima pada Ayuna


"Belum mas, oya mas, sebentar lagi aku mau kerja dulu ya, cuma sampai pukul sembilan malam kok" Kata Ayuna pada Bima


"Apa uang yang aku berikan pada mu kurang sampai kau mau bekerja" Kata Bima menjawab istrinya


"Tentu saja tidak, tapi.......


"Tidak ada tapi tapian, kau tidak Ku ijinkan untuk bekerja lagi, jika kau mau bekerja kau kerja saja di kantor ku" Potong Bima pada ucapan istrinya


Ayuna mengangkat pandangan nya melihat bola mata suaminya yang tidak mengijinkannya untuk bekerja lagi.


Bima sadar dengan tatapan Ayuna padanya "Ayo kita pulang" Kata Bima memegang pergelangan tangan Ayuna.


Ayuna akhirnya hanya bisa diam mengikuti langkah suaminya.


,,,


"Kita mau kemana kak" Tanya Aara saat Aggam mengajaknya keluar di malam hari.


"Kita ke mension ayah, kita menginap di sana malam ini sayang" Jawab Aggam menggandeng tangan istrinya turun dari kamar.


Aara dan Aggam masuk ke dalam mobil dan langsung menjalankan mobilnya ke mension ayah nya.


,,,


Bima dan Ayuna juga sudah tiba di mension.


"Assalamualaikum" Salam Bima bersamaan dengan Ayuna


"Waalaikumussalam." Jawab bunda


"Kalian sudah pulang, Bima kenapa barusan telat nak" Tanya Bunda saat Bima telat setengah jam.


Aduhhh.. Bunda, Setengah jam saja kok di kata telat. Batin Bima tersenyum pada bundanya.


"Tadi Bima ke kontrakan Ayu dulu bunda" Jawab Bima seperti biasa dia akan mencium pipi bunda nya


"Ya sudah, buruan naik ke atas bersih kan tubuh kalian"


"Bima naik dulu ya bunda" Kata Bima. Ayuna hanya tersenyum pada mertuanya, dia merasa sangat sungkan berada di rumah keluarga suaminya.


Tiba di atas Bima langsung masuk dan bersihkan tubuhnya. Selesai mandi dia keluar dan hanya melilit tubuhnya dengan handuk seperti biasa, memakai pakaiannya kemudian langsung keluar dari kamar menuju ruang kerja nya, dia sengaja meninggalkan Ayuna untuk membersihkan tubuhnya sendiri di kamar.


Ayuna juga membersihkan tubuhnya setelah itu dia memakai pakaian santai saja tanpa memakai jilbab, toh mereka sudah halal, lagi pula suaminya tidak tertarik sama lawan jenisnya. Kira kira seperti itu lah yang berada di fikiran Ayuna.


Ayuna yang bingung ingin melakukan apa lagi melangkah ke balkon kamar dan melihat pemandangan malam yang sangat indah.


Bima kembali ke kamar saat dia merasa Ayuna pasti sudah siap membersihkan tubuhnya.


"Mana dia" Gumam Bima saat tidak melihat Ayuna di kamar, Bima melihat ke arah balkon kamar ternyata Ayuna berada di sana


Bima melangkah pelan menghampiri Ayuna, dia melihat rambut hitam sebahu Ayuna yang sangat indah di gerai begitu saja.


Seperti apa wajah nya tanpa menggunakan jilbab. Batin Bima yang penasaran semangkin mendekati Ayuna.


"Ehem" Dehem Bima pada Ayuna.


Ayuna kaget langsung membalikkan tubuhnya melihat Bima yang tertegun menatap wajah cantiknya tanpa jilbab.


Cantik. Batin Bima membeku di tempatnya


Melihat Bima hanya diam menatapnya Ayuna heran dengan sikap Bima "Apa ada yang salah" Tanya Ayuna yang menyadarkan Bima dari terkagum nya


" Tidak ada apa apa, ayo kita ke bawah mungkin papa sama bunda sudah menunggu kita" Ajak Bima


"Aku pake jilbab dulu Mas" Ayuna mengambil jilbab dan langsung memakai nya.


"Mas, kata mas Bima bunda selalu mengontrol mas untuk keluar, kenapa tempoh hari kekasih mas itu bisa datang kemari" Tanya Ayuna dengan polosnya setelah memakai jilbab nya.


Bima lagi lagi ingin muntah mendengar perkataan istrinya apa lagi Ayuna terang terangan menyebut 'Kekasih' Ayuna memang tidak tau jika Dafin datang untuk memeriksa nya, dia juga tidak sadar dengan pakaian yang di pakai Dafin Tempoh hari.


" Dia kan memeriksa mu sayang" Jawab Bima sedikit menggoda Ayuna dengan memanggil nya 'Sayang'


"Oh"


Hanya 'Oh' gadis unik, apa jangan jangan...... Dia benar-benar menganggap ku suka sesama jenis ya, Aduh..... bisa gawat jika dia benar berfikiran seperti itu. Batin Bima yang baru menyadari jika sikap Ayuna.


"Dia sorang dokter?" Tambah Ayuna melangkah turun bersama Bima.


Bima membekap mulut Ayuna, Ayuna menghentikan langkah kakinya saat Bima membekap mulutnya, dia menurunkan tangan Bima "Ada apa..." tanya Ayuna


"Jangan membicarakan itu di sini, nanti bunda sama papa mendengar nya" Bohong Bima, dia tidak sanggup terus menerus mendengar Ayuna yang mengatakan Dafin kekasih nya, padahal kan dia yang mulai.


Hadehhhh Bima Bima


"Oh ok" Kata Ayuna dengan gaya mengunci mulutnya.


Apa lah nasib, karena mulut, badan binasa... Eh ralat apa yah... Ah... Sudah lah... Pusing aku. batin Bima mengoceh dalam hati


Tiba di meja makan sudah ada bunda juga papanya di sana, mereka berdua tersenyum melihat Ayuna dan Bima. setelah itu mereka makan malam bersama.


,,,


Ayuna merebahkan tubuhnya di sofa bersiap untuk tidur. "Apa yang kau lakukan di situ" Tanya Bima yang melihat Ayuna ingin tidur di sofa yang berada di kamarnya


"Tidur Mas" jawab Ayuna singkat


"Tidur di sini saja dengan ku, kenapa mau tidur di situ"


"Aku kan sudah mengatakan, bahwa aku tidak.........." Bima menggantung sebentar ucapan nya kemudian sedikit menarik nafas berat." Aku tidak tertarik pada wanita" Jawab Bima mengedar kan pandangan nya kesana kemari karena Ayuna sedang menatapnya.


Ayuna terdiam sebentar kemudian bergerak melangkah ke kasur Bima dan langsung merebahkan tubuh nya di sana karena dia merasa sudah sangat ngantuk.


Ayuna mulai menutup kedua bola matanya, tiba-tiba dia merasa sebuah tangan kokoh memeluk nya dari arah belakang karena posisinya memang membelakangi Bima


Tubuh Ayuna langsung tegang dan membeku saat Bima memeluk "Ke-----


Ucapan Ayuna terhenti karena Bima memotongnya "Aku hanya ingin memeluk mu, boleh kan" Bisik Bima di tengkuk Ayuna yang membuatnya merinding.


Perlahan Ayuna mengangguk menjawab Bima, Bima tersenyum tipis saat Ayuna mengangguk, dia semangkin mengeratkan pelukannya yang membuat Ayuna berdebar debar.


Jantung ku seperti ingin copot dari tempatnya. Batin Ayuna sedikit menahan Nafas nya yang berdebar debar.


Ayuna memaksa kan matanya agar bisa tertidur, sungguh dia merasa tidak nyaman dengan Bima yang memeluknya.


,,,


Tidak beda jauh di mension Kusuma Aggam juga bersiap siap untuk tidur bersama dengan Aara, Aara berbaring di paha suaminya yang masih sibuk dengan laptop nya.


"Apa kakak tidak mau tidur, sampai kapan kakak akan duduk dan membuat pekerjaan kakak yang tidak ada habisnya itu" Ucap Aara sedikit ketus pada suaminya yang masih saja sibuk dengan pekerjaan nya padahal sudah malam.