
Rendi dan Shakira kini sudah sah menjadi suami istri.Sekarang Shakira sudah berada di kamar hotel untuk beristirahat sebelum resepsi nanti malam. Ada rasa senang yang menyelusup ke relung hati Shakira, tapi dia tidak bisa memungkiri kalau ada rasa bersalah di hatinya karena merasa dia menjadi penyebab Rendi tidak jadi menikah dengan Shakila.
"Apa Ka Rendi, bakal benci sama gue gak ya?" Shakira meremas-remas kedua tangannya sambil menggigit bibirnya.
"Tapi, kalau aku gak menikah dengan Ka Rendi, kasihan Shakila dan Dewa. Eh , Shakila sudah baikan dengan Dewa gak ya?" Shakira tiba-tiba teringat dengan hubungan Dewa dan Shakira. Dia berniat hendak menghubungi Shakila,tapi suara pintu yang sedang dibuka seseorang dari luar mengurungkan niatnya.Dia langsung meletakkan ponselnya kembali dan pura-pura tidur.
Suara sepatu yang berbenturan dengan lantai, semakin mendekat menghampiri Shakira, sehingga membuat jantung Shakira berdetak dua kali lebih cepat, sehingga bunyi detakannya bisa tertangkap oleh telinga Rendi yang tajam.
Rendi naik ke tempat tidur dan berbaring persis di depan Shakira.Rendi tersenyum geli,karena dia tahu kalau Shakira sedang pura-pura tidur.
"Ehem, ehem!" Rendi berdehem tepat di wajah Shakira, hingga membuat tubuh Shakira meremang, dan jantungnya semakin berpacu dengan sangat cepat dan dia seperti kesulitan untuk bernafas.
"Kira ... kamu sudah tidur ya?"
"Iya!" Shakira refleks menutup mulutnya dengan tangan. "Astaga, kenapa gue jawab? ketahuan deh gue gak benaran tidur." Shakira membatin dengan wajah meringis, hingga membuat tawa Rendi pecah memenuhi kamar itu.
"Ayo, bangun! gak usah berpura-pura tidur lagi." ucap Rendi, setelah tawanya reda.
"Oh my God, Ka Rendi bakal marah-marah gak ya?" Shakira masih enggan untuk membuka matanya.,
"Kamu masih belum mau bangun, hem?__ atau kamu mau aku membangunkanmu dengan cara lain?" bisik Rendi tepat di telinga Shakira, sehingga Shakira reflek bangkit duduk dan tanpa sengaja kepalanya membentur kepala Rendi.
"Ma-maaf Ka! aku gak sengaja!" ketakutan Shakira semakin bertambah sekarang. Dia bahkan hampir ingin menangis. Melihat hal itu,membuat Rendi mengrenyitkan keningnya, bingung dengan ekspresi ketakutan dari Shakira.
"Apa aku terlihat menakutkan di matamu sekarang? apa yang kamu takutkan? benturan di kepalaku, tidak akan membuatku mati kok!" ucap Rendi sembari masih tetap mengelus-elus jidatnya.
Sekarang giliran kening Shakira yang berkerut,bingung karena reaksi Rendi tidak semenyeramkan yang dia bayangkan.
"K-kakak tidak marah sama aku? gara-gara kehadiranku kembali, kakak tidak jadi menikah dengan Shakila. Padahal Kakak sukanya sama Shakila." Shakira, menundukkan kepalanya,tidak berani menatap Rendi, yang sedang menatapnya dengan tajam.
"Hmm, jadi kamu kabur kemarin gara-gara tidak mau dijodohkan ya?" Shakira menganggukkan kepalanya.
"Jadi,kenapa kamu memutuskan untuk pulang dan mau menikah?"tanya Rendi lagi.
"Itu karena ... karena___"
"Karena apa? kamu mau aku benar-benar marah padamu sekarang?" Rendi memasang muka dingin.
"T-tidak Ka!" Shakira seperti susah untum menelan ludahnya sendiri,karena merasa sangat gugup.
"Kalau begitu, katakan kenapa kamu kembali?!"
"I-iya Ka!"
Shakira mencoba untuk bisa tidur kembali, setelah nomor Rendi tidak bisa dihubungi lagi.Tapi, tetap saja dia merasa sulit untuk memejamkan matanya. Selain karena takut sendirian,entah kenapa perasaannya sangat tidak enak. Bayangan kekecewaan wajah kedua orangtunya berkelebat di kepalanya.
Disaat sedang berusaha untuk tidur ponselnya berbunyi, dan Shakira langsung menjawabnya,tanpa melihat siapa si penelepon lagi.
"Iya,Ka Ren! maaf tadi daya ponselku habis, makanya panggilannya terputus!" Cerocos Shakira tanpa memberikan kesempatan pada si penelepon untuk menjawab.
"Ka Ren? ini gue Lea,bukan Ka Ren." sahut suara di ujung sana yang ternyata adalah Lea.
"L-Lea?__"
"Jangan loe,matiin dulu telponnya!" ucap Lea cepat,karena dia tahu, kalau Shakira pasti akan menolak setiap panggilannya,seperti yang sudah-sudah.
Shakira mendesah,mendengar ucapan Lea dari ujung sana. "Iya,kenapa Le? apa kamu mau menyuruhku untuk pulang? kalau itu maumu aku tidak akan pulang!" ucap Shakira tegas.
"Tidak! gue tidak mau menyuruh loe untuk pulang, karena gue tahu kalau itu pasti sia-sia. Gue cuma mau mengucapkan selamat buat loe, karena perbuatan loe, sudah mampu membuat dua orang yang saling mencintai, bersedih karena patah hati.Tindakan loe ini perlu dikasih apresiasi sebagai orang yang paling egois." sarkas Lea, berusaha menahan amarahnya,agar dia tidak meledak-ledak saat berbicara dengan Shakira.
"Apa maksud loe? siapa yang egois? siapa yang loe maksud dua orang itu?!" Shakira mulai terpancing dengan ucapan Lea.
Hembusan nafas yang keras terdengar dari ujung sana,pertanda kalau sekarang Lea sedang berusaha untuk tidak emosional.
"Shakila dan Dewa sekarang patah hati karena perbuatan Loe!"
"Gue,gak merasa membuat mereka patah hati, jadi loe jangan asal menuduh gue!"
Lea mendengus dan berdecih mendengar ucapan Shakira.
"Kira, apa loe gak nyadar, karena loe kabur, Shakila mengajukan dirinya untuk menggantikanmu, dan kamu pasti tahu, dengan begitu, Shakila harus memutuskan hubunganya dengan Dewa. Sekarang kondisi Dewa memprihatinkan dan Shakila tidak berhenti menangis.
"APA?! Shakila menggantikan gue? kenapa dia begitu bodoh mau menggantikan gue? dan lagian gue tidak pernah menyuruh dia untuk menggantikan gue, jadi ini bukan kesalahan gue!" Shakira masih berusaha menyangkal kalau dirinya tidak salah sama sekali.
" Loe masih bisa bilang bukan loe penyebabnya? Kalau seandainya loe tidak menyetujui pernikahan ini sebelumnya, apa ini bisa terjadi? di saat semuanya sudah dipersiapkan dengan baik, loe malah kabur. Apa loe gak pernah mikir, apa akibat dari perbuatan loe ini?__nama baik keluarga pihak laki-laki akan hancur dan akibatnya mereka akan membenci om Seno dan menganggap Om Seno gagal dalam mendidik putrinya.Dan loe pasti tahu juga,kalau itu akan berimbas pada kelangsungan perusahaan Wijaya dan Mahardika. Semuanya bisa jadi akan memutuskan kerjasama dengan perusahaan yang dikelola oleh Om Seno. Apa lo masih mengganggap tindakan yang diambil oleh Shakila adalah kebodohan? ck ck." Lea terdengar berdecak dan Shakira yakin kalau sekarang Lea pasti sedang menggeleng-gelengkan kepalanya.
Shakira terdiam tidak bergeming, mencerna semua ucapan Lea barusan.
"Shakila, mengorbankan perasaanya, demi menjaga nama baik Om Seno dan Bude Amira. Tapi satu hal yang tidak loe ketahui, dia melakukanya agar loe tidak membencinya lagi, dan kalian bisa kembali seperti dulu," sambung Lea lagi,yang membuat Shakira menitikkan air matanya.
"Sekali lagi, gue mau mengucapkan selamat buat Loe. Semoga Loe bahagia dengan keputusan yang loe buat,dan doa kan Shakila berbahagia dengan pernikahannya." Lea memutuskan panggilannya, karena Shakira tidak menjawab sama sekali.
Tbc
Jangan lupa buat ninggalin Jejak ya Gais.Like Vote dan komen. Thank you