Derita Mirna

Derita Mirna
Harus Terbiasa


Beberapa hari kemudian, apa yang dikatakan oleh laki-laki tua itu, ternyata terbukti. Dengan pendarahan yang dialami oleh Mirna, telah benar-benar berhenti. Dan Gadis itu pun, sesekali akan diteror oleh Pak Tono. Agar cepat merealisasikan keinginannya.


Seperti kali ini, laki-laki tua itu meminta Mirna agar cepat datang ke gubuk di tengah kebun miliknya. Tak jarang, laki-laki tua itu akan mengancam gadis polos itu agar  mengabulkan keinginannya.


"Ayo turuti keinginanku. Jika tidak, maka bersiaplah kamu akan diusir dari tempat ini."ucap Pak Tono dengan suara beratnya. Bahkan, tangan laki-laki tua itu, bergerilya merambah ke area lain.


Membuat  si pemilik, seketika me**sah pelan. Saat merasakan sesuatu yang menyengat seperti sengatan listrik bertegangan rendah. Sementara Pak Tono, laki-laki itu justru menyeringai saat melihat ekspresi wajah dari gadis itu.


Mereka saat ini berada di tengah kebun milik Pak Tono. Gadis itu terpaksa mengikuti semua permintaan dari laki-laki itu. Karena tidak ada pilihan selain menerima permintaan dari laki-laki itu. Bahkan sampai beberapa bulan ke depan, Mirna harus terbiasa menjalani kehidupan seperti ini.


Sebenarnya, gadis malang itu sudah merasa tidak kuat dengan kenyataan hidup yang harus ia jalani. Apalagi dengan kondisinya yang baru saja melahirkan. Dirinya merasa, psikisnya sedikit terguncang. Mirna pun dengan sekuat tenaga mencoba untuk tetap waras demi orang-orang yang dia sayangi. Yaitu, ibunya dan juga putra semata wayangnya itu. Bahkan Mirna harus membohongi wanita yang telah berjasa melahirkannya itu. Dengan mengatakan, ada urusan dengan Pak RT alias Pak Tono. Dan hal itu sama sekali tidak dicurigai oleh Wati.


Karena wanita paruh baya itu beranggapan, bahwa Pak Tono adalah malaikat pelindung dan malaikat penolong bagi keluarga mereka. Dengan memberikan pekerjaan pada wanita paruh baya itu. Tentu saja hal itu membuat Wati, merasa sangat senang


Karena wanita tua itu mengira, jika putrinya telah menyadari kesalahannya yang telah memfitnah laki-laki itu sembarangan tempo hari.


"Aaaakkhh sssttth!" tiba-tiba saja, lamunan Mirna terhenti saat merasakan, pucuk bukit kembarnya telah dimainkan oleh laki-laki itu. Dan betapa terkejutnya Mirna, saat Gadis itu menyadari bahwa tubuh bagian atasnya, telah polos tanpa benang. Dan begitupun dengan Pak Tono. Laki-laki paruh baya itu, saat ini juga hanya mengenakan celana pendek.


Pak Tono tanpa basa-basi, segera membaringkan tubuh gadis itu di atas dipan kayu yang sebelumnya telah dialasi oleh kain tipis berwarna hitam. Tujuannya adalah, agar cairan itu tidak meluber kemana-mana dan membasahi tempat itu.


Karena sehari-harinya, tempat itu akan digunakan untuk beristirahat oleh masyarakat desa itu saat istirahat dari pekerjaan mereka.


Mirna dengan segera berbaring di tempat itu dengan posisi kaki terbuka lebar. Mata Pak Tono, seketika menatap berbinar ke arah benda itu. Karena laki-laki itu, sudah hampir 5 tahun tidak melakukan hal seperti ini. Karena istrinya, memiliki sakit keras yang tidak bisa untuk melayani suaminya sepenuh hati.


Dengan perlahan-lahan, Pak Tono mendekatkan wajahnya ke daerah istimewa gadis itu. Kemudian, tangannya sedikit menyingkap kain berwarna putih. Agar laki-laki bejat itu, dapat melakukan aksinya dengan leluasa.


"Shhhhh ahh!"Mirna seketika mend*sah pelan. Saat merasakan lidah laki-laki itu menyentuh daerah terlarangnya. Mirna pun semakin kelojotan. saat merasakan, tangan laki-laki itu masuk ke dalam daerah sana.


Sementara Pak Tono, laki-laki itu semakin mempercepat jarinya untuk masuk dan keluar dari area sensitif Mirna. erangan dan d*sahan, seketika menggema Di dalam gubuk reot itu.


Sungguh, Mirna tak kuasa menahan semua gejolak yang ditimbulkan dari permainan laki-laki tua itu. Dan Mirna pun menyadari, bahwa permainan Pak Tono,


Jauh lebih hebat daripada permainan Juragan Vicky.


Tubuh gadis itu semakin menggelinjang hebat, saat merasakan lidah laki-laki itu masuk ke dalam area terlarangnya dan mulai menari-nari di sana. Tentu saja hal itu membuat Mirna, semakin kencang saat mengeluarkan suara des**nya.


"Sekarang giliranku sayang,"ucap laki-laki tua itu Seraya membuka semua kain yang menutupi tubuhnya. Kemudian dengan segera, menarik tangan Mirna untuk duduk di dipan itu.


Mirna pun sedikit bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh laki-laki itu. Mata Gadis itu seketika membulat sempurna saat mendapati benda besar dan panjang mengacung tepat di hadapannya.


"Lakukan tugasmu seperti ini,"ucap Pak Tono saraya menunjuk ke arah ponselnya yang saat ini tengah memutar video biru.


Mata Mirna semakin membulat sempurna saat melihat isi video itu. Gadis itu dengan segera menggelengkan kepala. Menandakan bahwa Gadis itu tidak ingin melakukan hal itu. Namun tiba-tiba saja,...


Plak


Satu tamparan keras, mendarat mulus di pipi gadis itu.


"sudah aku bilang, jangan pernah menolak perintahku! Atau kau mau, aku  mengusirmu dan juga ibumu?!"tanya Pak Tono Seraya menatapnya dengan tatapannya sangat tajam. Dengan segera, laki-laki itu menarik rambut Mirna agar menghadap ke arahnya.


"Lakukan hal yang benar,"ujar Pak Tono Soraya mencengkeram rambut gadis itu. Membuat Mirna mau tidak mau harus melakukan hal itu.


Akhirnya dengan terpaksa, Mirna melakukan hal yang menurutnya sangat menjijikan itu. Dengan sesekali menahan mual.


"Kau harus terbiasa seperti ini,"ucap Pak Tono Dengan semangatnya. Setelah puas melakukan kegiatan itu, laki-laki itu kembali membaringkan tubuh Mirna. Dan membuka kaki gadis itu lebar-lebar.


"Aaakkkhhhh!"teriak Mirna karena tiba-tiba saja, Pak Tono menanamkan pedang pusaka miliknya ke dalam lembah milik Mirna. Dan laki-laki itu, dengan segera melancarkan aksinya. Membuat Mirna, semakin merasa kepayahan.


Hampir 1 jam mereka melakukan hal itu Di dalam gubuk yang berada di tengah kebun miliknya itu. Dan tiba-tiba saja, laki-laki itu mengerang panjang. Mirna tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Untuk itulah, gadis itu berusaha untuk mendorong tubuh dari Pak Tono agar menjauh darinya.


Namun, semuanya terlambat. Karena laki-laki itu telah menanamkan benih di dalam rahim Mirna. Tentu saja hal itu membuat Mirna, seketika menggelengkan kepalanya.


"hiks hiks hiks hiks kenapa bapak melakukan hal ini pada saya? Bagaimana nanti kalau saya hamil?"tanya Mirna di sela-sela isak tangisnya itu.


Sementara Pak Tono, laki-laki itu hanya terdiam suaranya kembali mengenakan pakaiannya dengan lengkap.


"Sudah tidak usah banyak drama, lagi pula, memang mungkin Tuhan menakdirkanmu untuk memiliki anak banyak dari banyak laki-laki juga hahaha!"setelah mengatakan hal itu, Pak Tono keluar dari dalam gubuk itu.


Sementara Mirna, gadis itu perlahan-lahan mulai bangkit dari pembaringan dan mulai mengenakan semua pakaiannya dengan langkah tertatih-tatih. Karena sesungguhnya, Mirna baru saja mengeluarkan sesuatu yang besar dari daerah terlarangnya itu. Dan sekarang, harus dipaksa sesuatu ituuntuk masuk inti tubuhnya. Sungguh penderitaan yang sangat amat menyakitkan.