
Ferdinan sudah berada didepan rumah Mentari. Ternyata Mentari sudah bersiap-siap.
Saat ia menunggu Ferdinan. Mentari lebih dulu membantu karyawannya. Setelah itu baru ia menghampiri Ferdinan dan pergi untuk menghadiri makan siang.
"Mari masuk," ajak Ferdinan, karena pintu mobil sudah dibuka olehnya.
Mentari tersenyum manis semakin membuat Ferdinan terpesona. Padahal Mentari tidak berdandan secara berlebihan. Mentari masuk dan disusul oleh Ferdinan dari pintu samping.
"Tidak, kamu sangat cantik," jawab Ferdinan.
"Tubuhku terasa panas," kata Mentari.
...