
.
.
.
Braak...
Pintu ruangan kerja Satrio dibuka dengan kasar. Satrio yang belum menyadari kalau perusahaannya sudah diobrak-abrik masih duduk anteng dikursi kebesarannya.
"Apa...?!" Tanpa sadar Satrio berteriak dengan suara lantang. Lalu segera bangkit dari duduknya.
Satrio mencengkram dasi milik asisten pribadinya, "Bagaimana bisa terjadi?" tanya Satrio.
"Sa-saya tidak tau Tuan," jawab Robby.
Satrio mendorong tubuh Robby hingga terjatuh kelantai. Kemudian ia kelu...