
'Senyum, aku harus tersenyum seperti ini'
Di sebuah taman yang indah itu Kasumi sedang berusaha untuk bersikap ramah pada para nona yang menghadiri pesta teh. Sebelumnya dia menerima undangan pesta teh dari Irene, karena tidak enak untuk menolak jadi Kasumi pun ikut saja.
Padahal dia harus memikirkan solusi tentang musuh yang dia lihat di mimpi, tapi dia malah menghadiri pesta teh yang jelas tidak akan memberikan manfaat padanya.
Jujur, itu adalah pesta teh pertama yang di hadiri olehnya. Di masa lalu dia adalah laki-laki, jadi otomatis Kasumi tidak pernah hadir dalam acara pesta teh manapun dan Kasumi adalah si pembuat onar, di kerjaan pun tidak ada yang berani mengundang dia makannya dia tidak memiliki pengalaman apapun tentang pesta teh ini.
'Aku ingin kembali ke kamar saja'
Daripada berbaur dengan para nona yang sibuk membicarakan aib orang lain, Kasumi lebih suka diam di kamar dan membaca buku. Setidaknya itu lebih bermanfaat baginya, daripada mendengarkan ocehan para nona ini.
Selain itu dia juga agak tidak suka menjadi pusat perhatian. Para nona itu memperhatikan Kasumi tentu saja dengan Alexis yang mengawalnya, tatapan terpesona dan penasaran yang dia terima membuatnya tidak nyaman.
meskipun Alexis terlihat tidak keberatan, tapi berbeda dengan Kasumi.
"A..anu..apakah benar anda putri Kasumi Hansa Cyrano?"
Kasumi menoleh ke arah suara yang menanyakan identitasnya. Dia adalah seorang nona dengan perawakan wajah yang lembut dan manis, mengingatkan Kasumi pada seseorang yang pernah ia temui sebelumnya.
Kasumi mengangguk sebagai jawaban, tak lupa ia pun tersenyum ramah pada nona itu.
"Ah! M..maafkan saya! Sebenarnya, saya ingin sekali bertemu dengan anda!"
Suara nona itu sangat bersemangat saat mengatakan keinginannya, beberapa nona yang ada di sana pun mengangguk setuju dengan ucapan nona manis itu.
"Benarkah? Aku pikir reputasi ku agak buruk, bagaimana bisa kamu ingin bertemu denganku?"
Status Kasumi adalah putri dari kerajaan lain, karena itu dia tidak menggunakan bahasa formal pada para nona itu. Salah satu nona yang ada di sana menyanggah ucapan Kasumi, sambil menatapnya kagum.
"Tentu saja tidak begitu! Kami semua mengagumi anda. Satu-satunya putri mahkota kerajaan Cyrent, tidak ada nona yang tidak mengenal anda di sini"
Teman nona tadi ikut mengangguk.
"Betul! Apalagi anda juga berteman baik dengan nona Saintess, itu adalah suatu kehormatan untuk bertemu dengan anda. Kami semua merasa kagum"
Kasumi sedikit terkejut karena mereka tahu tentang pertemanannya dengan Irene. Rumor memang menakutkan, padahal Irene belum mengumumkan apapun tentang pertemanan mereka.
'Itu pasti berawal saat aku berpelukan dengan Irene di dermaga'
Yeah, itu tidak bisa di atur. Kabarnya pasti sudah menyebar di seluruh kerajaan ini.
"Terima kasih karena memiliki pemikiran baik untukku, aku senang mendengarnya"
Kasumi menunduk seolah malu dengan fakta itu, para nona di sana tersenyum cerah melihat reaksi Kasumi yang terlihat lugu dan baik hati.
Tanpa mereka ketahui, di dalam benak Kasumi dia sudah memikirkan niat asli para nona itu mengatakan hal baik padanya.
'kagum matamu. Terlihat sekali jika kalian semua itu iri, mengatakan tentang pertemanan ku dengan Irene secara gamblang padahal itu belum di umumkan. Jelas mereka ingin mencari informasi dariku'
Kasumi melanjutkan acara itu dengan senyuman ramah sambil menerka niat terselubung yang di miliki para nona, dia cukup pandai melakukannya.
Menurut Kasumi, hampir semua nona yang ikut di mejanya hanya menjilat saja. Mereka tidak benar-benar memujinya atau menyukainya, mereka hanya ingin cari muka dan koneksi.
Kasumi pun tidak berharap banyak, dia tahu para wanita itu bisa lebih kejam daripada pria. Meskipun acara ini di sebut pesta, tapi isinya hanya mencari aib orang lain dan membicarakannya saja.
"Ah! Benar. Dua hari lagi kompetisi berburu akan mulai, apakah kalian memiliki target tuan bangsawan mana yang akan di nobatkan sebagai raja berburu?"
Salah satu nona itu menyinggung tentang acara lain selain acara utama. Yeah, itu adalah kompetisi berburu.
"Apa yang kamu katakan? Sudah jelas itu akan di menangkan oleh tuan Grand Duke Albert kan?"
"Betul. Tahun lalu beliau juga menjadi raja berburu, maka saya yakin tahun ini beliau juga akan menang"
Kasumi memperhatikan percakapan itu. Mendengar nama orang yang dia kenal membuatnya tertarik untuk menyimak, dia kini berpikir ada sedikit manfaatnya juga ikut pesta teh ini.
"Tapi sekarang banyak pesaing yang bisa memenangkan gelar itu! Kalian tahu, raja Arthur dan pemilik mana emas ikut serta sekarang, apalagi pangeran dari kerajaan Ceru pun ikut serta! Aku tidak yakin tuan Albert bisa menenangkannya"
'Pemilik mana emas, itu pasti Grand Duke Kairo'
Hanya dia saja si pemilik mana emas yang Kasumi tahu.
Persaingan dalam kompetisi tahun ini berbeda dengan tahun yang lalu, sekarang banyak tokoh figur yang kuat ikut serta. Karena hal itulah para nona sekarang sedang berpikir keras, menebak siapa yang akan menjadi raja dan ratu berburu tahun ini.
"Oh! Ngomong-ngomong, tentang pangeran dari kerajaan Ceru itu. Apakah kalian pernah melihatnya?"
Topik pembicaraan berubah dengan cepat ke arah yang lain, kali ini mereka mulai membicarakan wajah pangeran misterius yang baru muncul.
"Saya tidak tahu, tapi ada yang bilang wajah beliau sangat tampan!"
Seru salah satu nona itu, dia berbicara dengan semangat yang membara.
"Hum! Warna rambutnya seperti langit biru yang cantik,"
"Jangan lupa bola mata rubi bak permata tingkat atas"
"Katanya wanita manapun yang menatap wajah sang pangeran akan terpesona, ah, saya jadi ingin melihat wajah beliau"
Teman nona tadi mengangguk setuju. Dia kembali berbicara, tangannya membuka kipas yang ia bawa kemudian menggunakannya untuk menutupi sebagian wajahnya.
"Beliau juga ikut andil dalam kompetisi ini, saya jadi penasaran wanita beruntung mana yang akan mendapatkan hasil buruan sang pangeran misterius itu"
Semua nona di sana terdiam, tiba-tiba saja mereka berteriak kecil dengan perasaan penasaran dan senang. Mereka berharap, setidaknya salah satu dari merekalah yang akan menerima hasil buruan sang pangeran itu.
Sedangkan Kasumi hanya diam sambil menyesap teh miliknya dan sesekali tersenyum, dia masih mendengarkan cerita para nona itu dengan seksama. Meskipun menyebalkan, tapi dia harus menahannya.
Menurutnya ini tidak terlalu buruk juga. Pengalaman pertama itu bagus, setidaknya dia merasa agak santai sekarang.
'Aku tak peduli dengan para pangeran atau apalah itu, yang harus ku pikirkan sekarang adalah kapan dan di mana kemungkinan sosok paman yang akan menyebabkan bencana itu muncul. Mungkin saja dia akan muncul saat kompetisi berburu nanti, karena itu aku harus selalu waspada'
Waktu berjalan dengan cepat, sampai akhirnya Kasumi pun menghadiri kompetisi berburu itu.
"Saya memberikan ini untuk anda, putri"
"Aku sudah menangkap yang terbaik untukmu, ku harap kamu mau menerimanya"
"Ambillah ini"
Kasumi di kejutkan dengan tiga orang pria yang memberikan hasil buruan mereka padanya.
Pria pertama adalah pangeran kedua dari kerajaan Ceru, pria kedua adalah pangeran Rion dan yang terakhir adalah Grand Duke Kairo.
Sebenarnya Alexis juga ingin ikut serata dalam kompetisi, tapi dia tidak bisa melakukannya karena harus melindungi Kasumi.
Kasumi menatap ke arah tiga hasil buruan yang luar biasa. Beruang bulu emas yang langka, rubah putih dan rusa tanduk hitam.
Ketiga hewan itu adalah salah satu dari hewan yang langka dan sulit di buru, namun kini Kasumi melihat hewan-hewan itu tergeletak di depannya.
'Aku sih sudah memikirkan tantang Rion, untuk grand Duke emang agak mengejutkan tapi setidaknya dia memungkinkan melakukan ini. Tapi, kenapa pangeran kerajaan Ceru ini melakukannya juga?'
Para nona yang ada di sana melihat Kasumi dengan tatapan iri dan kagum, dia adalah satu-satunya wanita yang menerima banyak hadiah luar biasa kali ini dan di nobatkan sebagai ratu berburu.