
Anson mengikuti bus yang dinaiki Aerin. Bus tersebut berhenti di kawasan rumah Aerin. Karena tidak mau ketahuan mengikuti wanita itu, Anson memutuskan memarkir mobilnya di halaman kosong seberang jalan lalu mengikuti Aerin lagi.
Sepanjang perjalanan memasuki gang rumahnya, kepala Aerin tertunduk. Kini gadis itu sudah berhenti di depan gerbang rumahnya. Tapi tidak masuk. Hanya berdiri di sana dengan tatapan kosong. Gerbang itu sudah di kunci, seperti biasa.
Mama dan papanya sengaja menyuruh satpam mengunci gerbang jam sepuluh malam. Kalau Aerin pulang telat, tentu saja ia tidak bisa masuk. S...