
Ketika masuk ke dalam, semua orang diam. Kehadiran Aerin membuat suasana menjadi canggung. Aerin jelas menyadari akan hal itu. Tapi dia pura-pura saja jadi wanita tidak tahu malu. Kan selama beberapa tahun ini dia sudah terbiasa berakting.
Anson duduk di kursi yang berhadapan langsung dengannya. Dan pria itu terus memandanginya sejak tadi. Sama dengan Logan yang duduk di sebelah laki-laki itu. Lelaki itu juga terus menatapnya. Tatapan permusuhan yang amat kental. Berbeda jauh dengan tatapan Anson. Aerin memiringkan kepalanya ke arah Mawar. Berusaha keras bersikap biasa.
"Mawar, happy birthda...