
Tak menyerah begitu saja, meski teleponnya tak kunjung mendapat jawaban. Reza sengaja tetap menunggu Maira di kosnya hingga pukul 9 malam. Tak peduli jika ia belum makan. Hingga tak sadar ia tertidur di bangku depan kamar kos Maira.
Tak lama, Maira pulang. Ia yang sudah optimis Reza sudah pulang pun harus gigit jari saat mengetahui mantan suaminya itu malah tertidur di depan kamar kosnya. Seketika rasa bersalah pun menghantuinya. “Apa sudah dari tadi ya dia di sini?”
Setengah sadar, Reza mulai terbangun...