Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
51. Ke Luar Kota


Pagi harinya, Ardi sedang sarapan bersama keluarganya. Pak Gunawan dan Bu Dewi akan kembali ke kota mereka besok.


Setelah sarapan, mereka bersantai di taman belakang.


" Ar, kamu libur satu bulan kan? " tanya Pak Gunawan.


" Iya yah " ucap Ardi.


" Baiklah kalau begitu, kamu besok ikut ayah pulang " ucap Pak Gunawan.


" Emangnya ada apa yah? " tanya Ardi.


" Kamu akan latihan selama sebulan ini dan kamu harus mulai belajar bisnis. Kamu harus siap Ar, apalagi kamu tau sendiri musuh bisnis keluarga kita banyak " ucap Pak Gunawan.


Ardi pun terdiam. Dia memang harus mulai mempersiapkan semuanya, tapi dia juga berat harus berjauhan dari Tya apa lagi selama sebulan lamanya.


" Tenang aja Ar, kamu kan masih bisa berhubungan dengan ponsel" ucap Mas Andi yang tau apa yang dipikirkan adiknya itu.


Pak Gunawan tersenyum mendengarnya. " Kamu bisa menemuinya dulu sebelum kita berangkat " ucap Pak Gunawan.


" Baiklah " ucap Ardi.


" Ini juga demi kebaikanmu, jika kamu ingin tetap bersama Tya kamu harus bisa melindunginya. Bisa saja musuh keluarga kita akan menyakitinya jika tau dia kekasihmu " ucap Ayah Nadi.


" Iya yah, Ardi gak bakal biarin siapa pun menyakiti Tya " ucap Ardi.


" Bagus " ucap Pak Gunawan menepuk bahu Ardi. " Lebih baik sekarang kamu menemuinya karena besok kita akan berangkat pagi " lanjut Pak Gunawan.


" Iya yah, Ardi ganti baju dulu" ucap Ardi lalu beranjak pergi ke kamarnya.


Setelah berganti baju Ardi pun menelpon Tya.


Telpon tersambung.


" Halo Assalamuaikum" ucap Tya dari ujung sana.


" Walaikumsalam" jawab Ardi. " Aku ke rumah ya, ada yang mau aku omongi sama kamu" ucap Ardi.


" Emangnya ada apa?" tanya Tya.


" Nanti aja kalo aku udah sampe disana" ucap Ardi. " Aku tutup dulu. Assalamualaikum " ucap Ardi.


" Walaikumsalam " jawab Tya kemudian sambungan telepon itu mati.


Ardi meraih kunci motornya lalu melaju menuju rumah Tya. Setelah tiga puluh menit akhirnya Ardi sampai.


Ardi mengucapkan salam. " Assalamuaikum " ucap Ardi.


" Walaikumsalam " terdengar sahutan dari dalam.


Pintu pun terbuka. ternyata itu Tya.


" Kita bicara di teras aja ya " ucap Tya. Ardi pun menganggukkan kepalanya.


Tiba-tiba Bu Sari datang dengan membawa sekeranjang sayur.


" Eh ada nak Ardi" ucap Bu Sari saat melihat Ardi sedang duduk di teras bersama Tya.


" Ini bi, Ardi bawain roti " ucap Ardi memberikan roti yang tadi sengaja dibelinya.


" Terima kasih ya nak. Bibi masuk dulu" ucap Bu Sari. Ardi pun mengangguk.


Setelah Bu Sari masuk ke dalam Tya pun mulai bertanya.


" Kamu mau ngomongi apa? " tanya Tya pada Ardi.


" Besok aku akan pergi keluar kota, ke kota asalku" ucap Ardi.


" Loh kenapa? Memangnya ada apa?" tanya Tya dengan wajah sedih.


Ardi menggenggam tangan Tya lalu tersenyum.


" Gak ada apa-apa, aku hanya akan latihan dan belajar bisnis untuk mempersiapkan diriku" ucap Ardi.


" Berapa lama kamu kembali?" tanya Tya.


" Mungkin saat sekolah dimulai" jawab Ardi.


Tya diam, tidak menjawab perkataan Ardi. Ardi tau Tya berat berpisah dengannya, Ardi pun sebenarnya enggan meninggalkan Tya terlalu lama.


" Aku sebenernya juga gak mau lama-lama jauh dari kamu, tapi ini demi kebaikan kita. Aku pasti bakal kangen banget sama kamu" ucap Ardi masih menggenggam tangan Tya.


" Aku juga" ucap Tya tersenyum.


" Gak papa kan aku pergi ?" tanya Ardi.


" Iya, kamu baik-baik disana. Selalu kasih kabar aku" ucap Tya.


" Pasti, kamu jangan nakal disini" ucap Ardi kemudian mencubit hidung Tya.


" Ih sakit tau " ucap Tya lalu memegang hidungnya.


Ardi tertawa melihat Tya. Ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.


" Ehem" dehem Yeni.


Tya pun langsung melepaskan genggaman Ardi.


" Sejak kapan kamu disitu" ucap Ardi.


" Sejak kamu pegang tangan mba Tya" ucap Yeni tertawa.


" Jadi kamu denger semuanya?" tanya Tya pada Yeni.


" Iya " jawab Tya kemudian tertawa.


Blush wajah Tya memerah. Sedangkan Ardi santai saja.


" Udah mba gak usah malu" ucap Yeni. " Oh iya ini minumannya sampe lupa" Yeni lalu menaruh gelas yang berisi minuman di meja.


Yeni pun ikut bergabung mengobrol bersama Tya dan Ardi.


Mohon bantuan likenya ya๐Ÿ˜Š Terima kasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™