CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Rencana Daniel dan melodi


" Bang.."


" Ah iya?"


" Mau gak?, mau ya?, pasti mau." Tanya melodi.


" Baiklah."


" Yes."


Daniel dan melodi pun, segera menyiapkan kencan indah untuk ryan dan diandra.


" Semoga kali ini rencana kita berhasil." Ucap daniel.


" Semoga."


Melodi tersenyum ke arah daniel. Daniel membalas senyuman melodi.


" Sekarang, ayo kita jemput mereka." Ucap melodi.


" Oke. Temui aku di sini nanti." Ucap daniel.


Mereka pun berpisah. Melodi pulang ke mansion, daniel pergi menjemput diandra .


Ryan yang sudah tau rencana mereka. Telah siap sedia, saat melodi datang.


" Wah.., bang ryan tamvan sekali."


Melodi terkejut melihat penampilan ryan yang berbeda dari sebelum nya. Ryan memang terlihat tampan, dengan kemeja dan celana panjang hitam.


" Ck, baru sadar jika abang ini tampan?"


" Iya iya, aku percaya. Eh, apa itu?" Tanya melodi, saat melihat ryan memasukan sesuatu ke dalam saku nya.


" Bukan apa apa, hanya permen."


" Oh., ya sudah. Ayo berangkat."


" Pastikan anak anak aman saat aku diluar." Perintah ryan, pada pelayan dan mafioso.


" Baik tuan." Jawap kedua nya sambil membungkuk.


Jika melodi dengan mudah membawa ryan pergi. Lain hal nya dengan daniel, di harus menggunakan banyak cara, agar diandra mau keluar bersama nya.


" Percayalah ara. Ini hanya makan malam, antara kau, aku, ryan dan melodi." Ucap daniel.


" Tidak tidak. Nanti yang ada, kau meninggalkan aku dan ryan. Seperti yang selalu kalian lakukan." Ketus ara


" Tapi kau suka kan?" Goda daniel.


Wajah ara memerah. Daniel tersenyum.


" Tu kan.."


" Iya iya, aku senang. Puas?!!" Ketus ara.


" Haha, ya sudah ayo. Ganti pakaian mu. Dan berdandan lah yang cantik."


" Ah, tidak. Aku sedang malas."


" Ayolah diandra.., setidaknya pikirkan melodi. Dia yang sudah merencanakan ini. Kau mau membuat dia kecewa?. Melodi bilang dia juga akan membawa anak anak."


" Benar?"


" Ya."


" Emmmm..."


" Hais, sudah. Sana ganti baju."


" Eh eh..."


Daniel langsung mendorong tubuh diandra masuk ke kamar. Daniel segera menutup pintu nya.


" Jangan lupa, berdandan lah yang cantik. Dan pakai gaun yang indah." Teriak daniel.


" Bawel."


Beberapa saat kemudian, diandra keluar. Bukan dengan gaun, melainkan dengan dress biasa, dan dandanan yang biasa juga.


" Astaga diandra.." Daniel menepuk dahi nya.


"Kenapa?, aku sudah pakai gaun kan. Ini juga gaun loh." Ucap diandra.


" Ini bukan gaun. Tapu dress. You know. Dress!!"


" Ah, sama aja. Lagipula nanti kan ada twins, pasti akan sangat menganggu, jika aku akan menggendong mereka." Ucap diandra.


" Ayo, jadi berangkat gak nih?" Ucap Diandra.


" Jadi."


Daniel mengambil ponsel nya, dan terlihat mengetik sesuatu.


" Ya udah ayo. Kok malah main gadget sih?" Keluh diandra.


" Sebentar."


Diandra mulai kesal. Dia meniup poni nya.


" Ya, ketemu. Ayo." Ucap daniel bersemangat.


" Apa yang ketemu."


" Nanti juga tau."


Diandra mengikuti langkah daniel. Daniel membuka kan pintu mobil nya.


" Silahkan tuan putri..,"


" Uh So sweet.."


" Jangan lebai, cepet masuk." Ketus daniel. Diandra cemberut dan langsung masuk ke dalam mobil.


Daniel segera melajukan mobil nya, dengan kecepatan sedang.


" Bukan nya arah RJ cafe & Briso ke arah sana?" Tanya daniel.


" Kita tidak akan ke sana."


" Loh. Kau mau membawa ku kemana?"


" Penata rias!"


" Aku sudah berhias." Ketus ara.


" Ara, ini malam istimewa. Jadi kau harus berpenampilan cantik. Duduk, diam saja."


" Hemm."


Diandra terlihat kesal. Hingga mobil ryan berhenti, di sebuah butik yang cukup terkenal di kota ini.


" Ayo." Ucap daniel.


Dengan terpaksa diandra turun, dan masuk ke dalam butik.


" Selamat malam, ada yang bisa saya bantu." Sapa pegawai butik.


" Emm, ya. Tadi saya yang memesan gaun dengan make up nya sekali."


" Dengan bapak daniel?"


" Ya.."


" Silahkan ikut saya. Bapak sudah ditunggu."


Daniel dan diandra kemudian mengikuti pegawai tadi ke lantai atas.


" Silahkan masuk pak."


Ceklek..


Pintu terbuka..


" Daniel??"


" Viona??"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Jangan lupa like dan komen dong kak, hiks hiks..


Komen nya sepi. Cerita nya udah gak menarik yaa..


Jujur sedih nih, biasanya paling semangat buka Noveltoon karena senang sama komen komen nya 😅😅