Ceo Kejam Pilihan Papa

Ceo Kejam Pilihan Papa
siksaan


Aku mencari zahra dan ternyata dia ada di dijalanan sendiri ku hentikan mobilku dan aku turun menghampiri zahra yang tengah duduk dipinggir jalan.


" Zahra " teriak kabir penuh emosi


" Iya " jawab zahra sambil menghapus air matanya yang sedari tadi mengalir tanpa henti


Plak dengan amarah tinggi kabir menampar pipi zahra dengan tangannya yang kekar


" Aakh.. " rintih zahra sambil mengelus pipinya yang sakit karna habis ditampar oleh kabir


" Kamu tau aku nyariin kamu dari tadi " gerutu kabir


" Maaf aku pergi gak pamit aku cuma mau tenangin diri aja mas, setelah itu aku pulang lagi ke rumah " ucap zahra


" Ikut aku pulang sekarang " ucap kabir sambil menarik tangan zahra menuju mobil.


" Naik " suruh kabir


" Iya mas " ucap zahra yang langsung memasuki mobil


Dijalan kabir begitu marah hingga menyetir mobil begitu kencang


" Mas pelan aku takut"


" Aku gak peduli ini salah kamu "


" Iya aku salah mas tolong pelan nyetirnya " ucap zahra sambil meremas tangan kabir


" Bodo amat " bantah kabir


" Ya Allah aku takut semoga mas kabir segera sadar dan dia mau memelankan mobilnya. amin " batin zahra dalam hati seraya berdoa


" Kamu tau apa yang terjadi jika membuatku marah "


" Iya mas "


" Mas aku mohon jangan sakiti aku. aku jangan aku gak akan bikin mas marah lagi " ucap zahra sambil berlutut dikaki kabir


" Aku gak peduli ikut aku " ucap kabir sambil menarik zahra ke kamar mandi


" Mas tolong jangan lakuin itu "


Tanpa belas kasih kabir pun menendang zahra sampai jatuh dan kepalanya terbentur tembok hingga berdarah


" Aargg.... " rintih zahra


Kabir mengambil tali untuk mengikat tangan dan kaki zahra dan membungkam mulut zahra dengan kain


Sower dinyalakan oleh kabir dan diguyurkan ke tubuh zahra tanpa belas kasih sedikitpun


" Itu hukuman buatmu karna kamu berani pergi dari rumah tanpa seizinku " tegas kabir


Kabir pergi meninggalkan zahra sendiri dikamar mandi


Pagi harinya kabir bangun dari tidurnya dia memangil zahra


" Zahra. Ouh iya aku ikat dia dikamar mandi " gumam kabir dan langsung pergi ke kamar mandi


Dikamar mandi kabirpun langsung mematikan sowernya dan kabir membuka ikatan ditangan dan dikaki dimulut zahra


" Zahra tubuhmu sangat panas, ini semua salahku " ucap kabir sambil menggendong zahra ke kamar


" Ini semua salahku. Aku maaf zahra " ucap kabir sambil mengompres kepala zahra dengan air.


Tubuhnya begitu panas maaf zahra kumohon bangunlah .


1 jam akhirnya zahra bangun dari pingsannya


" akh.. kepalaku " rintih zahra


" Maaf " ucap kabir sambil memegang tangan zahra


" Kenapa mas gak bunuh aku sekalian. Aku capek disiksa terus mas "


" Aku salah zahra aku mencintaimu aku gak bisa hidup tampamu maaf " ucap kabir sambil menangis dan mencium tangan zahra


" Aku minta mas untuk nikah lagi tapi mas nolak, aku ingin menenangkan diri tapi mas begitu marah aku capek mas "


" Maaf zahra mas janji mas gak akan gitu lagi kamu tau mas itu saiko "


" Iya mas biarin aku sendiri tolong pergilah "


" Aku gak mau pergi tubuhmu sangat panas aku akan merawatmu "


" Terserah "


" Aku tidak mau menikah lagi zahra tolong mengertilah aku begitu mencintaimu "


" Tapi kamu ingin memiliki keturunan dan aku mandul mas "


" Aku ingin anak darimu bukan dari wanita lain. "


" Terserah "


...bersambung...


Komen rate follow vote


Makasih udah baca


Maaf kalok banyak typo


Salam : ramadan