
Xiao Hongli menunggu dengan was-was kedatangan Xiao Na, setelah ia mendapat kabar dari Xiao Yan bahwa mereka akan datang berdua untuk menemui calon tunangan Xiao Na, Xiao Hongli seraya mengobrol dengan calon besannya itu.
Keluarga Mo adalah calon besannya, Mo Heng adalah teman lama Xiao Hongli dan mereka cukup dekat.
Tak lama Terdengar klakson mobil Xiao Hongli menghela nafas lega, mereka sudah membuat janji pertemuan berkali-kali untuk selalu gagal dan ia merasa tidak bisa melepaskan kesempatan karena putra pewaris keluarga Mo yang akan dijodohkan terkenal sangat pintar dan tampan, Xiao Hongli yang melihatnya secara langsung dapat melihat bahwa Mo Nan sangat cocok dengan Xiao Na.
Xiao Yan datang diikuti Xiao Na dibelakangnya, Xiao Yan dan Xiao Na sudah menyiapkan kata-kata untuk penolakan agar tidak menyinggung keluarga yang sangat dihormati Xiao Hongli itu, Xiao Na melihat Mo Nan wajahnya terlihat akrab diingatkan Xiao Na.
Mereka berjabat tangan, Xiao Na langsung tersenyum saat mengingatnya dan senyum itu ia tunjukkan pada Mo Nan membuat pria itu menaikkan sebelah alisnya.
" Putriku, sangat aku banggakan, itulah mengapa aku tidak bisa membiarkan ia menikah dengan sembarang orang, putramu sangat pantas untuk putriku." Xiao Hongli tertawa, Mo Heng juga tak kalah memuji putranya, mereka saling melempar pujian.
Xiao Na yang melihat Mo Nan merasa tidak percaya.
" Apa wajahku sangat tampan hingga kau tidak berhenti menatapku?" kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Mo Nan, Xiao Na langsung tertawa kecil, Xiao Hongli melongo dan Mo Heng menatap putranya tak percaya mengatakan hal itu.
" Kenapa? tidak suka ku lihat?" jawab Xiao Na.
" Kukira kau wanita yang arogan, yang akan pura-pura menolakku, lalu aku akan mengejar mu untuk mendapatkan cintamu, setelah itu kau akan mengatakan pada dunia bahwa semua pria akan bertekuk lutut dibawah kakimu memujamu."
" Hahaha, kau sangat jujur, tapi kapan aku mengatakan akan menerimamu?" Mo Nan mengangkat sebelah alisnya.
" Maksudmu?"
" Kau ku tolak." Xiao Yan menatap Xiao Na tak percaya, bukankah mereka berencana akan membuat Mo Nan sendiri yang akan membatalkan perjodohan agar Xiao Hongli tidak menyalahkan mereka.
Mo Heng dan Xiao Hongli menatap Xiao Na.
" Wah... kau sama sekali tidak basa basi."
" Kenapa? kau jatuh cinta padaku sekarang?" Mo Nan tidak bisa menahan tawa mendengar Xiao Na yang blak-blakan.
" Menarik." gumannya, mereka berbincang akrab, Xiao Yan menggaruk kepala melihat Xiao Na jauh dari yang mereka rencanakan.
Pertemuan pertama adalah acara perkenalan, setelah pertemuan selanjutnya adalah menetapkan tanggal, tetapi Xiao Na berubah fikiran, ia tidak ingin mempermalukan keluarga Mo.
Xiao Yan dan Xiao Na berjalan bersama, Xiao Hongli sudah pernah keruang kerjanya, Mereka berdua melihat kamera cctv dan menjaga jarak, persimpangan lorong mereka berpisah menuju ruang mereka masing-masing.
Song Lan dan Chen Feiyu sudah menunggu diruang, mereka berdua sedari tadi menunggu Xiao Na untuk meminta penjelasan perihal hilang dirinya, Xiao Na menyengir melihat kedua orang itu yang berdiri mengintimidasi.
" Kenapa begitu serius, akan ku jelaskan nanti." Xiao Na mengambil beberapa kartu kredit.
Song Lan dan Chen Feiyu berdiri didepan pintu menatap Xiao Na yang mencoba melarikan diri.
" Kalian berdua... mau apa?" kedua orang itu tetap diam, Xiao Na melanjutkan.
" Aku hanya sedang memulihkan diri, jadi aku tidak tinggal disini...ayah angkat menyetujuinya."
" Kau mengerti bukan itu yang ingin kami ketahui." kata Chen Feiyu.
" Aku tidak bisa mengatakannya sekarang, suatu hari ketika semua jelas aku akan cerita, aku janji."
" Oh ... baiklah." Song Lan membuka jalan Xiao Na langsung sumringah.
" Memang kau yang paling mengerti." Xiao Na segera berlari keluar.
" Kenapa kau melunak begitu?"
" Ayo ikuti."
Song Lan menarik Feiyu untuk mengikuti kemana Xiao Na pergi.
Xiao Na pergi kesebuah toko handphone, ia membeli handphone baru, ia melihat pantulan kaca dari toko pada mobil Song Lan tak jauh dari dia membeli handphone, Xiao Na tersenyum.
Setelah membeli, Xiao Na berkeliling kota berputar-putar saja membuat Song Lan dan Feiyu bingung.
" Apa nona sudah tau kita mengikutinya?" tanya Feiyu.
" Menurutmu?"
" Aku tidak yakin, tetapi untuk apa dia berkeliling seperti ini? tidak mungkin ia sedang mengukur jalan."
" Apa kau kira dia tidak ada kerjaan, dia sedang mempermainkan kita."
" Itu yang aku maksud."
Xiao Na tertawa, setelah siap ia menginjak gas dan melaju meninggalkan Song Lan jauh dibelakang, mereka tidak siap sehingga tertinggal, Feiyu hanya menganga melihatnya tidak ada yang bisa disalahkan selain kelalaian mereka.
Xiao Na sampai dirumah Yi Han, terlihat Yi Huang sedang menyiram tanaman, saat melihat kedatangan Xiao Na dengan mobil, membuat Yi Huang tertarik, ia langsung menghampiri Xiao Na dengan terkagum-kagum.
" Mobil Hongqi S9 PHEV dengan mesin buas, V8 1.400 HP Turbocharged plug-in hybrid, dapat melakukan sprint dari titik 0 hingga 62 mph (setara 99,7 kph) hanya dalam waktu 1,9 detik, Kecepatan puncak hypercar 400 kilometer per jam, wahhh...salah satu mobil dengan harga menggila yaitu sepuluh juta yuan( Rp. 21,1 miliar )...boleh aku mencobanya?" dengan raut memohon Yi Huang, Xiao Na menantap Yi Huang tidak percaya.
" Aku selalu bertanya apa yang bisa membuat kau tertarik, kukira hidupmu membosankan karena hanya wajah datar yang kulihat, tetapi kau tau banyak tentang mobil."
" Tentu saja, aku pecinta mobil, terutama mobil cepat dan keren seperti ini."
" Baik, tetapi dengan syarat, panggil aku kakak ipar kau tidak pernah sopan padaku padahal aku lebih tua darimu."
" Kakak ipar"
" Lalu..."
" Katakan dengan tulus." Xiao Na merasa tidak puas, Yi Huang memanggil begitu saja.
" K-a-k-a-k -i-p-a-r."
" Yang serius." Yi Huang menarik nafas.
" Kakak ipar, boleh aku pinjam mobilnya?" Yi Huang menunjukkan senyum terbaiknya tetapi Xiao Na melihat senyum itu menakutkan.
" Jangan tersenyum, kau tampak menyeramkan."
" Hah...?" Xiao langsung melempar kunci mobil, yang langsung ditangkap oleh Yi Huang, dengan semangat ia langsung masuk dan mencobanya.
Xiao Na masuk kedalam, sebelum berangkat Yi Huang berteriak pada Xiao Na.
" Kak Yi Han tidak ada dirumah, silahkan jaga rumah dengan baik."
Xiao Na menatapnya kesal, ia masuk kedalam.
Malam tiba Yi Han datang, saat ia ingin menekan bel, Xiao Na sudah membuka pintu terlebih dahulu membuatnya terkejut.
" Astaga...kau mengejutkan... kau sudah kembali? kukira akan bertemu lagi pekan depan."
" Kenapa? kau malam sekali datangnya."
" Banyak pasien hari ini." Yi Han melepaskan sepatunya lalu masuk, Xiao Na mengikutinya.
Tak lama Yi Huang datang setelah mencoba mobil, Yi Han terbengong melihat Yi Huang datang dengan mobil.
Yi Huang terlihat sangat puas setelah turun dari mobil.
" Mobil siapa yang ia curi?"
" Mobilku?" jawab Xiao Na,
" Hah?"
" Terima kasih kakak ipar..." Yi Huang langsung masuk melewati Yi Han dan Xiao Na begitu saja.
" Dia bilang apa?...padamu...." Yi Han tidak percaya mendengarnya.
" kakak ipar." jawab Xiao Na Entang.
" Kau sudah gila?" Yi Han merasa dikhianati oleh adiknya saat harus berhadapan dengan hobi sang adik.
" Tentu saja aku waras, memangnya kau tidak ingin menikah denganku."
" Menikah?"
" Iya, untuk apa aku tinggal serumah dengan kalian?"
" Kau yang ingin, bukan aku menyuruhmu..."
" Aku mengerti, kau pasti terkejut dan aku dapat memakluminya, santai saja kita masih memiliki banyak waktu, aku tau kau menyukaiku tetapi kau malu untuk mengatakannya...aku wanita yang impulsif saat jatuh cinta."
" Bagaimana... bagaimana kau bisa mengatakan hal yang tidak tau malu seperti ini?" Yi Han merasa dianiaya, ia pergi ke kamarnya meninggalkan Xiao Na.
" Baiklah, fikirkan perkataanku." teriak Xiao Na dari luar kamar, ia tertawa bahagia.
Yi Huang yang melihatnya menggelengkan kepala.
" Pria mana yang tidak terkejut mendengar seorang wanita tiba-tiba mengajaknya menikah, hei nona kalian baru kenal sebulan lebih, fikirkan... menikah bukan tentang hidup sehari..."
Xiao Na lalu mendekati Yi Huang.
" Kami sudah memiliki takdir jodoh dikehidupan sebelumnya, jadi kau tenang saja, aku pasti menundukkan hati kakakmu, hahahaha" ia tertawa seperti orang gila setiap memikirkannya, Yi Huang menggelengkan kepala melihat.
" Aku setuju jika kau bersedia memberikan mobil itu padaku, kakak ipar..." mereka tertawa bersama.
" Ulangi..."
" Kakak ipar ..."
" Sekali lagi."
" kakak ipar ..."
" hahahaha." mereka tertawa bersama, Xiao Na tiba-tiba berhenti tertawa.
" Kenapa kau ikut tertawa?"
" Karena kau adalah kakak iparku..."
" Hahahaha." Xiao Na tertawa hingga matanya berair.
" Kau memang adik iparku..." ia menepuk-nepuk kepala Yi Huang, walaupun anak itu risih di tepuk ia menahannya demi mobil.