Berinkarnasi

Berinkarnasi
Detik-detik pertempuran


" Hari dimana Jiang menemuiku sebelum bunuh diri adalah saat itu penyakit dinginku kambuh dan aku benar-benar tidak berdaya saat itu, aku tidak bisa membiarkan orang lain mengetahui tentang penyakit ini, jadi aku melarang ia menemuiku, aku benar-benar tidak menduga kejadian setelah itu."


" Tapi kau juga bersikap tidak perduli padanya."


" Itu demi kebaikannya, aku mengetahui kebenaran Lu Xiang dan Bai Qian berkhianat adalah setelah setahun mereka tinggal diistanaku."


" Hah? lalu mengapa kau tidak bertindak dan menungggu selama ini?"


" Kau fikir mengapa aku membiarkan Lu Xiang tetap berada didekatku dan membuat semua orang menganggap Lu Xiang terbaik dan menjadikannya selir tingkat satu, dan Bai Qian menjadi selir Tingkat tiga?"


" Agar kau tetap bisa mengetahui rencana dan gerak-geriknya tanpa melibatkan orang lain,dan jika kau ketahuan bahwa kau cukup peduli pada Jiang maka mereka akan...ooooo begitu." Fang Yin mulai mengerti.


" Tapi, kau pernah menghukumnya tanpa sebab dan mengusirnya karena berselingkuh? kenapa kau lakukan itu, dan paling parah adalah kau tidak pernah menemuinya setelah ia bunuh diri." lanjut Fang Yin, Zhang Han tertawa kecil lalu meneguk tehnya kembali.


" Banyak sekali pertanyaanmu?" Zhang Han menggelengkan kepala melihat Fang Yin.


" Ayo beritahu padaku."


" Jiang orang yang sangat pemalu, ia tidak suka keramaian sedangkan aku banyak diikuti oleh para abdi kerajaan, sehingga orang menganggap Jiang tidak penting bagiku dan sering merendahkan dirinya, aku membiarkan itu semua karena aku ingin ia belajar bahwa tinggal diistana tidak semudah ia bayangkan, dan aku ingin ia kuat."


" Perihal aku menghukum sebenarnya salah penjaga saat itu, aku memerintahkan dengan memberi isyarat agar tidak menghukum terlalu berat, nyatanya mereka melewati batas dan aku sudah memenggal mereka, dan sedangkan aku mengusirnya karena itu adalah rencanaku."


" Rencanamu?" Zhang Han menganguk.


" Kau fikir aku akan cemburu hanya karena Bai Yunfei? , Bai Yunfei hanyalah seorang pria yang terusir dari kerajaan ini dan ia tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan apapun, Aku juga tau Pertemanan Jiang dan Bai Yunfei itu seperti apa, Aku lebih takut jika Ying Zheng bertindak merebut Jiang." Fang Yin tertawa mendengarnya.


" Kau takut pada Ying Zheng?" Fang Yin tidak bisa berhenti tertawa, Zhang Han hanya melirik Fang Yin lalu meneguk tehnya, Melihat ekpresi datar Zhang Han membuat Fang Yin jadi penasaran kelanjutan ceritanya.


" Apa yang kau takutkan padanya, aku lihat ia pria yang tidak memiliki keberanian untuk melakukan itu, ia seperti pria lemah, raja tidak berguna yang mendapat kekuasaan karena ia satu-satunya pewaris tunggal." Zhang Han tersenyum kemudian meneguk tehnya. senyum Zhang Han yang penuh isyarat membuatnya penasaran.


" Aku pernah membunuh salah satu menterinya karena berani ingin melecehkanku, tetapi ia bahkan tidak bertindak apapun padaku." Zhang Han menoleh pada Fang Yin.


" Coba kau fikir, kematian seorang menteri bukan masalah sepele, mengapa kau tidak diburu mereka? kalau ia bukan raja yang kuat ditahtanya apakah kau fikir ia tidak akan dikritik oleh semua rakyat dan Mentri yang Lain."


" Jadi maksudmu, karena kekuasaan dan kekuatan yang ia memiliki ia tidak mungkin menjadi buah bibir orang lain."


" Maksudku adalah karena ia raja yang kuat dan bijak, ia dapat meredam kemarahan banyak orang sehingga kematian seorang menteri tidak menjadi masalah besar."


" Kau begitu mengenal Raja Ying Zheng padahal ia adalah musuh yang ingin merebut selir Jiang."


" Aku tumbuh bersama dengannya, tentu saja aku sangat memahami karakternya, andai saja saat itu Ying Zheng benar-benar memimpin pasukan untuk menyerang, mungkin kerajaan ini tidak seperti sekarang."


" Menyelidiki pasukan Lu Xiang, banyak informan milikku mati dan lebih parah aku mengetahui itu saat mereka sudah menyebar, aku kalah satu langkah, jadi dengan mengatakan sedikit kata kasar dan mengetahui seperti apa perilaku Jiang, maka dapat dipastikan Jiang tidak akan mudah Kembali keistana sehingga memberi aku waktu untuk penyelidikan."


" Lalu kenapa kau tidak bertindak sampai sekarang?"


" Aku masih membutuhkan dukungan dari keluarga mereka, aku fikir selagi semua rencana mereka masih didalam genggamanku maka semua akan baik-baik saja, tapi aku benar-benar tidak menduga mereka menjadikan Jiang sasaran. Memang benar aku terkejut perubahan Jiang yang sekarang tetapi aku tetap mencintai Jiang seperti apapun sifatnya."


" Aku khawatir semua rencana dan strategi yang aku buat akan kena pada diriku sendiri, Aku sangat mengkhawatirkan Jiang yang terlibat mengorek informasi demi menghancurkan mereka, kejadian demi kejadian sudah membuktikan bahwa semua sudah diluar kendaliku."


" Lalu apa rencanamu sekarang, ku lihat Jiang sudah menyelidiki semuanya, ia ingin melindungimu dan membalas dendam untuk semua orang sedangkan kau sudah mempunyai rencana, yang aku takutkan, ia bertindak lebih dulu sehingga memperkeruh suasana."


" Aku juga berfikir begitu, tetapi aku memiliki rencana lain." Fang Yin Tersadar ketika jeruji kayu itu dipukul seorang prajurit, Fang Yin lalu menoleh pada prajurit itu. Prajurit itu lalu menyodorkan semangkuk nasi dan lalu kedalam jeruji kemudian ia langsung pergi begitu saja .


Fang Yin curiga melihat makanan itu tetapi melihat sikap semua penjaga yang tidak perduli padanya membuatnya harus makan karena sejak kemarin ia belum makan. tanpa Fang Yin sadari dari kejauhan Zishu memperhatikan dirinya untuk memastikan apakah Fang Yin memakan nasi kirimkan.


Zishu tersenyum saat Fang Yin mulai makan, karena semua rencana itu Jiang yang memberitahukan bahwa Fang Yin akan curiga bila diantar makanan dan kita menunggunya jadi untuk membuatnya makan harus dibiarkan sendiri dan rencana mereka berhasil.


Zishu melaporkan hal itu, tak lama sebuah rombongan kecil yang terdiri sepuluh orang itu datang, mereka melaporkan bahwa mereka datang bertemu Jiang. Jiang segera menemui rombongan itu dengan ditemani Zishu.


" Nona." pemimpin rombongan itu mengangguk memberi isyarat pada Jiang, Jiang mengerti membalas anggukan itu. " Zishu, bawa kereta penjara gadis itu kemari." Zishu mengangguk, tak lama Zishu datang dengan kereta penjara Fang Yin, Jiang melihat obat itu sudah bereaksi dan Fang Yin terlihat lemah.


" Apa yang kau berikan pada makananku?" ucap Fang Yin lemah.


" Kau akan ikut mereka, keamananmu akan terjaga, kau akan kulepaskan setelah semua berakhir, aku berjanji itu."


" Kau..." Fang Yin ingin marah tetapi ia tidak berdaya seolah seluruh energinya habis. keretanya lalu dibawa rombongan kecil itu , Jiang melihat kepergian mereka sampai hilang dari pandangannya.


" Kenapa membiarkan gadis itu dibawa mereka?" tanya Zishu heran setelah kepergian rombongan itu .


" Malam ini adalah malam terakhir perkemahan Ata, setelah itu kita akan berpencar, sulit jika ia terus mengikuti kita, aku tidak bisa mengambil resiko."


" Aku mengerti." jawab Zishu.


" Siapkan pasukan, sebentar lagi kita bergerak."


" Semua sudah siap, tinggal menunggu perintah anda." Jiang mengangguk.


" Ayo, kita bergerak sekarang." Zishu mengangguk lalu mereka kelapangan .