
Esok hari
Wajah Arash tampak kusut saat turun menuju ruang makan, kedua orang tuanya masih ada di ruang makan menikmati sarapan paginya. Sedangkan Arsal kembarannya sudah berangkat mengantar Nabilla ke sekolah lalu lanjut ke kampusnya.
“Pagi Mom, Dad,” sapa Arash, tak bersemangat.
“Pagi Arash,” balas Mommy Alya. Wanita paruh baya itu menghentikan sejenak makannya, lalu menyiapkan makanan untuk putranya.
“Kamu, sehat?” tanya Daddy Erick, melihat wajah anaknya kusut dan seperti orang kurang tidur.
“Gak bisa tidur,” jawab Arash ketus, lalu dia menguap lebar .
“Oh ... ternyata kamu gak bisa tidur juga. Apa karena kemarin pulang ke rumahnya kesorean, jadi gak bisa tidur,” ejek Mommy Alya, kembali menyantap makanannya, usai menyiapkan makan untuk Arash.
Arash mendengus kesal dibuatnya. “Bukannya begitu Mom, Arash memang gak bisa tidur ... gara-gara—“ pria itu langsung bungkam, hampir saja keceplosan, lalu meneguk air minum yang ada disisi sebelah kanannya.
Mommy Alya dan Daddy Erick tampak menunggu kelanjutan kalimat Arash, namun sayangnya anaknya mulai menyantap sarapan paginya. Jadinya Mommy Alya dan Daddy Erick saling main lirik-lirikan.
“Daddy, nanti siang jangan lupa mampir ke butik Mommy ya, Daddy harus fiting baju untuk acara undangannya Pak Albert,” kata Mommy Alya.
“Ya, sayang nanti Daddy mampir ke butik sekalian kita makan siang di luar ya, sudah lama kita gak makan siang berduaan,” jawab Daddy Erick begitu mesranya, apalagi tatapan mata Daddy Erick bagaikan orang yang sedang jatuh cinta sama Mommy Alya, padahal mereka bukan pasangan muda, bikin iri hati Arash saja.
Ting!
Arash sengaja melepaskan sendok garpu nya ke atas piring, membuat kedua orang tuanya menoleh menatap Arash, sepertinya pria itu sedang mencari perhatian.
“Arash, mau turut hadir ke acara Almira gak? Kalau mau ikut, Mommy siapkan baju buat kamu?” tanya Mommy Alya begitu tenangnya.
Pria itu terlihat jengkel mimik wajahnya. “Memangnya Arash harus ikut ke sana?” Lagi-lagi nadanya menyebalkan, ketus!
"Arash, sama orang tuanya begitu dong, jawabnya yang lembut dong. Nanti Mommy Ghina sentil ya!"
Arash menaikkan salah satu alisnya. "Terus deh Mommy Ghina mau gangguin Arash lagi nih!"
Mommy Ghina cuma bisa nyengir kuda aja deh, untung Babang Wowo ganteng, kalau enggak udah Mommy tenggelamkan ke laut.
“Terserah kamu, paling tidak bisa mengucapkan selamat buat Almira pas di acaranya,” sambung Daddy Erick, dengan menaikkan kedua alis matanya saat melirik Mommy Alya.
Arash kembali menyantap makanannya begitu cepatnya, hatinya kesal.
“Jangan buru-buru makannya Arash, nanti kamu keselek sendiri,” pinta Mommy Alya dengan lembutnya. Namun Arash mengacuhkannya, lalu setelah habis makannya, dia buru-buru beranjak dari duduknya.
“Jadi gak kamu mau ikut ke acara teman Daddy?” Daddy Erick kembali bertanya ketika Arash membalikkan badannya.
Sejenak pria itu berpikir dan bertanya dalam hatinya, antara mau ikut atau tidaknya. “YA!” jawab singkat Arash, kemudian berlalu meninggalkan ruang makan.
“Jangan lupa ke butik Mommy ya Nak, buat coabiin bajunya?” teriak Mommy Alya, agar terdengar oleh Arash.
“YA!” balas teriak Arash yang sudah menjauh.
Sepertinya gue harus ke sekolah si kunti, gue harus minta lagi nomor telepon si kunti!
Pria itu buru-buru menuju kamarnya yang berada dilantai dua, lalu bergegas mengganti bajunya kemudian langsung cabut dari mansionnya.
...----------------...
Siang hari
SMU INTERNASIONAL
Arash benar-benar penasaran dengan Almira, gara-gara buat dapat nomor ponsel gadis itu dia rela tidak mengikuti mata kuliahnya pagi ini. Panggilan telepon dari Jack dan Sherina pun tak di jawabnya.
Keluar masuk, keluar masuk mobil itulah yang dilakukan Arash di depan gerbang SMU INTENASIONAL, demi menunggu sahabatnya Almira.
Kehadiran pria itu menjadi pusat perhatian semua siswa saking gantengnya, namun tatapan mengagumi itu diabaikan oleh Arash.
“SITI!” teriak Arash, sambil melambaikan tangannya dari kejauhan.
Tia dan Dini yang sedang jalan berdampingan dengan Siti langsung tercengang. “Siti, kamu di jemput cowok ya?” tanya Tia.
“Enggak, bukan ... emangnya kamu gak ingat dia yang tempo hari bawa motor jatuh karena ditimpuki Almira,” jawab cepat Siti.
“Oo ... iya ya aku ingat, tapi buat apa dia ke sini, jangan-jangan tuh cowok suka sama kamu, Siti,” kata Tia.
Siti menggelengkan kepalanya. “ Tia jangan ngaco, dia pasti tanya Almira.”
Pria yang tak sabaran menunggu Siti keluar dari gerbang sekolah, terpaksa dia menghampirinya.
“Siti, please gue minta nomor ponselnya Almira dong. Gue butuh banget! Gue bayar sejuta deh,” pinta Arash, langsung to the point tanpa basa basi lagi.
Tia terhenyak mendengar kata satu juta untuk memberikan nomor ponsel Almira. Siti tampak tak mengubri permintaan Arash.
“Aku tahu nomor ponselnya Almira, tapi itu beneran dapat uang satu juta Kak?” tanya Tia, yang tergiur dengan nominal uang satu juga.
Arash mengalihkan tatapannya yang semula ke Siti lalu ke siswi yang ada di sebelah Siti. Pria itu bergegas mengeluarkan uang dari dompetnya. “Beneran ini uang satu juta kalau lo beneran kasih tahu nomor ponsel Almira, no tipu!” seru Arash, mulai semangat menggebu-gebu.
Tangan Siti mencolek pinggang Tia, namun sama Tia dihiraukannya, justru Tia mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam tasnya. Lalu mencari kontak telepon Almira.
“Ini nomor telepon Almira, no tipu,” kata Tia sambil menunjukan layar ponselnya. Arash bergegas mencatat nomor ponsel gadis itu ke ponselnya kemudian memberikan uang satu juta tersebut ke Tia. “Thanks! Ternyata gue gak sia-sia datang ke sini,” kata Arash, puas jika hari ini dia berhasil.
Siti wajahnya ketekuk, sedangkan Tia tersenyum sumringah sembari mengibaskan sepuluh lembar uang merah itu.
“Oh Siti, lumayan buat jajan di mall nih,” kata Tia.
Siti hanya bisa menghela napas panjang dan menunjukkan rasa kecewanya dengan Tia yang memiliki sikap tidak setia kawan.
“Yess akhirnya gue dapat nomor ponsel lo, Kunti ... berhasil!” ucap Arash kegirangan, saat masuk ke dalam mobilnya. Dan mulai menghubungi gadis yang bernama Almira itu.
bersambung ....
Kakak readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, like, komentarnya, kembang kopi, vote, rate ⭐ ⭐⭐⭐⭐ ... biar semangat nih
Lope Lope sekebon 🌹🌹🌹🌻🌻🌻🌻
...----------------...