Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Bertemu Bu Aisyah


"Jadi suami kak Rani itu pimpinan kita ?" tanya Aulia saat mereka sudah ada di ruangan. Aulia kembali kedepan jahitannya yang belum selesai. Sedangkan Rani duduk di bangku kebesarannya.


" Ya begitulah!" jawab Rani seadanya. Tidak ada yang ia tutupi sama sekali .


" Apa karyawan sini pada tahu siapa kakak sebenarnya?"


" Ya tahulah ... kan pernikahan kami juga tidak pernah disembunyikan. Kami juga sering keluar bersama saat kakak punya waktu senggang," jawab Rani .


" Kok Aul baru tahu ya ?"


" Memangnya sudah berapa lama kamu disini Aul ?"


" Baru tiga hari sih," jawab Aulia dengan malu .


" Lah itu tahu , kamu aja disini baru tiga hari ."


" Betul juga , kenapa Aul jadi Lolita gini ."


" Mana saya tahu ... lebih baik sekarang kamu lanjutkan jahitan kamu . Jika sudah kita akan keluar untuk mencari bahan yang akan kita pakai untuk membuat gaun yang telah saya rancang . "


" Sebenarnya untuk apa sih kak gaun itu sepertinya penting amat deh ."


" gaun itu sebenarnya pesanan seseorang yang sangat penting . Dan perusahaan kita dituntut untuk merancang sekaligus memproduksinya dalam jangka waktu tertentu. Bukan hanya gaun ini saja tetapi ada lima pakaian lagi yang harus kita buat ."


" Memangnya siapa sih kak mereka ?"


" Klien penting perusahaan ini ."


Setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan mereka. Ternyata pekerjaan Aulia selesai sebelum dhuhur. Kemudian Rani mengajaknya untuk mencari kain yang lain .


Rani mengajak Aulia ke toko Niagara , toko kain terbesar di daerah itu . Mereka dapat memilih segala jenis kain yang mereka inginkan.


Selesai berbelanja , Rani mengajak Aulia berjalan-jalan di sekitar Malioboro. Tentu saja Aulia sangat senang . Apalagi dia belum pernah jalan-jalan ke sana .


" Kamu pernah kesini A ?"


" Belum pernah."


" Bagaimana dengan Bali ?"


" Sudah saat liburan di waktu SMA."


" Wow keren dong ."


" Emangnya kak Rani belum pernah ke Bali ?"


" Kalau kakak ma ... sudah hafal sama Bali A la wong keluarga kakak ada yang tinggal disana ."


" Enak dong bisa sering liburan."


" Dulu sih sering tapi semenjak ikut suami bisa di hitung sama jari ."


" Kok gitu ?"


" Mau bagaimana lagi ... Toni harus menggantikan posisi ayahnya di perusahaan. Jadi dia jarang punya waktu buat liburan ," jawab Rani sekenanya."


" Kak gimana kalau kita makan dulu... lapar nih ."


" Kyu lah kakak juga udah lapar ."


Mereka mencari tempat makan terdekat yang berada di sekitar mereka. Rumah makan sederhana tetapi jangan tanya yang makan bejibun . Rani dan Aulia antri untuk mendapatkannya.


Saat antri tiba-tiba ada pemandangan yang membuat perutnya serasa diaduk . Aulia langsung keluar dari antrian dan berlari keluar . Hal itu membuat orang-orang yang melihatnya penasaran. Begitupun dengan Rani . Kemudian Rani mengikuti Aulia yang ternyata mencari toilet umum terdekat .


Aulia menumpahkan semua isi perutnya. hal itu membuat Rani khawatir dengan keadaannya. Dengan telaten Rani memijat tengkuk Aulia . Setelah selesai, dia membawa Aulia ke mobilnya. Kemudian memberikan minyak angin yang selalu ia bawa kemanapun.


" Ini balurkan ke tubuh kamu ," kata Rani sambil mengulurkan minyak angin itu pada Aulia .


" Terimakasih kak !"


" Sama-sama... sekarang kakak antri lagi ya _"


" Jangan kak!"


" Kok gitu ? "


" Cari tempat lain aja .Nanti Aul cerita deh ."


" Ya udah di sekitar sini atau dimana ?"


Mereka pun tak jadi makan ditempat itu . Mereka melanjutkan perjalannya kembali . Aulia meminta berhenti di restoran terdekat .


Ternyata Rani memperhatikan mobilnya di depan restoran prasmanan yang sudah terkenal dimana-mana. Tempat makan yang sudah menjadi langganan Rani .


Disini pelanggan bisa mengambil makanan sesuai seleranya . Dengan porsi yang di inginkan . Setelah itu barulah membayarnya ke kasir . Jika sudah membayar , pelanggan bisa mencari tempat duduk dan menyantap makanan yang ia pilih .


Aulia mengambil sedikit nasi , telur balado , tumis kangkung,dan cumi asam pedas. Sedangkan Rani mengambil ayam krispi, sayur pakis , perkedel, sambal dan cumi asam pedas.


Mereka memakan makanan mere dengan lahap. Ternyata mereka sungguh lapar . Setelah makan mereka menyempatkan waktunya untuk menunaikan sholat dhuhur di masjid .


Saat dia melipat mukena yang telah ia pakai ada seseorang yang menyapanya. Seorang wanita paruh baya yang memiliki kecantikan yang membuat orang melihatnya tak bisa bosan.


" Assalamualaikum."


" Wa alaikum salam warahmatulloh," jawab Aulia dengan agak bingung.


" Maaf jika mengganggu, tetapi ada yang ingin saya pastikan. Boleh bicara sebentar!"


" Boleh. .. ada apa ya Bu ?" Aulia menghentikan tindakannya dan mulai fokus pada ibu itu.


" Apa adek ini bisa melihat gadis itu ," tunjuk wanita itu pada gadis yang berada di teras masjid , yang entah sedang apa disana.


" Iya Bu saya melihatnya. Apa dia putri ibu ?"


Bukanya menjawab wanita itu malah tersenyum lembut pada Aulia . Kemudian mengambil kedua tangan Auliya untuk ia genggam . Tentu saja hal itu membuat Aulia kaget . Dia ingin melepaskan tangannya dari genggaman wanita itu . Tetapi kata-kata yang ia ucapkan membuat dia mengurungkan niatnya.


" Saya tahu kamu bisa melihat makhluk halus . Saya hanya ingin melihat sesuatu di tanganmu , maaf jika lancang menggenggamnya," ucap wanita itu sebelum memejamkan matanya dan entah apa yang ia baca . Tetapi wanita itu nampak komat-kamit mulutnya.


Tiba-tiba tangan kanannya terasa panas . Tetapi wanita itu dengan kuat menggenggam tangannya sehingga ia tidak bisa melepaskan. Rani yang sedari tadi menunggu di depan kembali ke dalam . Dia penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh Aulia.


Rani terbengong di tempat begitu tiba didalam . Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tetapi dia merasa Aulia sedang kesakitan tetapi kenapa ?


Tak lama kemudian wanita itu membuka matanya dan kembali tersenyum. Dia melepas kedua tangan yang menggenggam tangan Rani .


" Sekarang lihatlah di telapak tangan kanan mu !" ucap wanita itu dengan serius .


Aulia menurutinya. Dia begitu terkejut saat di telapak tangan kanannya tiba-tiba muncul sebuah lafadz Alloh hu Muhammad yang tiba-tiba memunculkan sinar .


Aulia mengalihkan pandangannya untuk menatap wanita yang kini menatapnya dengan penuh arti .


" Apa maksudnya ini Bu ?"


" Ibu tahu kamu salah satu yang terpilih. Gunakanlah kekuatan yang kamu miliki untuk membantu yang membutuhkan," ucap wanita itu membuat Aulia tambah bingung . Apa sih sebenarnya yang ia omongkan?


" Maksudnya apa sih Bu ?"


" Kamu bisa melihat makhluk halus kan ?"


" Kok ibu bisa tahu ."


" Bukankah kamu juga bisa melihat gadis kecil tadi ?"


" Jadi maksud ibu gadis itu _"


" Seperti yang kamu simpulkan. Dia bukan manusia seperti kita ."


" Dan maksud yang ada di tangan ini ?"


" Sebenarnya itu sudah ada disana , ibu hanya memperlihatkannya padamu . Lafadz akan hilang sebentar lagi tetapi akan muncul saat engkau butuhkan."


Aulia menatap wanita itu dengan bingung. Sedangkan wanita itu hanya tersenyum melihatnya.


" Tidak perlu bingung , biasa saja biarkan semua mengalir seperti biasanya. Tetapi jika kamu butuh sesuatu atau bantuan bisa mencari ibu di sini , "ucap wanita itu dengan lembut.


" Kalau boleh tahu nama ibu siapa ?"


" Nama ibu Aisya ."


" Perkenalkan Bu nama saya Aulia dan itu yang berdiri disana atasan saya namanya Rani."


" Maharani ."


" Kok ibu tahu ?"


" cuman asal tebak. Sekarang kamu boleh pergi ... kasian atasanmu menunggu dari tadi ."


" Iya Bu terimakasih."