
Akhirnya hari yang ditunggu oleh para mahasiswa untuk magang tiba . Semua langsung berangkat ke tempat yang telah di tunjuk . Begitupun dengan Aulia.
Sejak subuh Aulia sudah bangun . Dia mulai merubah diri . Dia juga mulai melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim . Dia beruntung masih di beri kesempatan untuk menikmati hidup lagi . Jadi dia tidak ingin menyia-nyiakan lagi .
Setelah mandi , dia segera memakai seragam yang telah ia persiapkan sebelumnya. Kemeja putih dan bawahan hitam , entah itu celana maupun rok . Aulia bahkan membeli beberapa pasang dengan model yang berbeda.
Setelah memastikan semuanya lengkap , Aulia turun dari kamarnya. Dia pergi ke ruang makan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat.
" Assalamualaikum Bu Yem ..." sapa Aulia dengan ramah .
Memang sekarang di rumah hanya ada Aulia dengan dua orang pembantu , satu satpam dan satu lagi sopir. Sedangkan Lily dan Rangga kembali ke luar negeri. Mereka masih mengurus bisnisnya yang di luar negri sebelum memasrahkan pada orang yang tepat . Setelah itu mereka akan fokus di Indonesia.
" Wa alaikum salam warahmatulloh... wah non Aul sudah rapi . Jadi magang sekarang non ?"
" Iya Bu . Aul sarapan dulu ya Bu dan tolong siapkan bekal buat Aul ."
" Baik non akan ibu siapkan ."
Aulia sarapan dengan tenang . Setelah selesai dia mengambil bekal yang telah dipersiapkan. Kemudian berangkat ke AAP ' Garmen.
Aulia berangkat menggunakan motor yang baru dibeli . Setelah kejadian saat pingsan itu , Aulia tidak lagi menggunakan mobil . Ternyata kecelakaan itu sangat membekas .
" Biar bapak saja yang anterin non ," ujar pak Dadang yang takut terjadi sesuatu .
" Aulia sudah bisa kok , pak ."
" Tapi non _"
" Baiklah... Aul ngalah . Mari kita berangkat!" ajak Aulia dengan pasrah .
Hanya butuh waktu dua puluh lima menit sudah sampai di depan perusahaan. Aulia turun dan merapikan penampilannya. Tidak lupa dia membawa berkas yang yang dibutuhkan dalam proses administrasi.
" Terimakasih pak . Nanti akan Aul kabari jika sudah pulang ."
" Baik non ... assalamualaikum!"
" Wa alaikum salam warahmatulloh..."
Setelah pak Dadang pergi Aulia menatap gedung besar yang ada di hadapannya. Ada rasa gugup yang ia rasakan. Apalagi dia hanya datang sendiri. Sedangkan dengan teman-temannya, dia tidak begitu akrab .
Dengan bismillah Aulia pun melangkah dengan percaya diri . Dia menghampiri resepsionis yang ada di sana.
" Selamat pagi ada yang bisa saya bantu ?" tanya sang resepsionis dengan ramah .
" Saya dari fakultas design universitas******. Saya disini untuk melaksanakan magang kerja sesuai yang sudah di tugaskan kepada saya . Ini surat pengantar dari dosen saya ."
" Boleh minta kartu namanya?" Pinta sang resepsionis. Aulia pun mengambil kartu mahasiswa yang ia bawa .
"Ini ! " Aulia memberikan kartu itu pada resepsionis .
" Aulia Bilqis... baik, sekarang mbak Aul bisa naik ke lantai dua . Disana ada bagian design. Mbak Aul ditempatkan disana ."
" Terimakasih."
Aulia pun menurut . Dia menuju ke lantai dua . Ternyata disana sudah ada dua temannya yang duduk di kursi tunggu . Dengan perlahan dia mendekati keduanya.
" Maaf ... boleh bergabung ! " pinta Aulia dengan gugup . Bukanya menjawab dua gadis di depannya malah melotot, seolah tak percaya jika gadis sombong itu mau menyapa mereka.
" Ehm ... boleh kok , silahkan!" ucap salah satu dari mereka. Aulia pun duduk di samping mereka .
" Apa kalian sudah datang dari tadi ?" tanya Aulia berbasa-basi. Sesuatu yang jarang sekali ia lakukan .
" Sejak tiga puluh menit yang lalu sih . "
" Lama juga ya ? kalau boleh tahu , siapa nama kalian ?"
" What!!! Lo nggak salah ?"
" Kenapa?" tanya Aulia dengan bingung .
" Kita tiga tahun lebih loh satu kelas masa tidak tahu nama kami sih ," protes gadis itu tak terima. Sedangkan gadis disampingnya langsung menutup mulut gadis itu karena terlalu berisik. Bisa-bisanya teriak disini .
" Maaf ," ucap Aulia dengan lirih . Lagi-lagi kelakuan Aulia membuat mereka shock.
" Selamat pagi semuanya!" sapa wanita paruh baya dengan penampilan yang modis . Di tangannya ada kertas yang entah apa isinya.
" Selamat pagi ," jawab Aulia dan kedua temannya sambil berdiri .
" Betul Bu ." jawab mereka serempak.
" Baiklah.... kalian bertiga selama tiga bulan mendatang, akan magang di perusahaan ini . Lebih tepatnya di bagian design. Disini kalian akan di gembleng langsung untuk menjadi designer yang hebat . Akan designer yang bisa kalian jadikan contoh . Apa kalian mengerti ?" jelas wanita itu memberi pengarahan.
" Mengerti!" ucap tiga gadis itu dengan kompak .
" Mari ikut masuk kedalam. Oh .... sebelum itu kumpulkan dokumen yang telah kalian persiapkan."
Mereka pun memberikan dokumen yang sudah mereka persiapkan dari rumah . Setelah itu mereka diajak masuk kedalam ruangan.
" Selamat pagi gais ! Ada pengumuman nih . Sekarang kita kedatangan tiga orang mahasiswa magang di tempat kita . Siapa yang sekiranya membutuhkan asisten selama tiga bulan ke depan segera kesini ."
Ke tiga gadis itu saling pandang . Mereka tidak menyangka akan menjadi asisten para designer. Awal yang baik menurut mereka. Semoga saja mereka baik pada mereka dan tidak pelit ilmu .
Seorang wanita cantik bak model menuju ke arah mereka . Pandangan matanya tajam . Dia memandang tiga gadis itu dengan mata elangnya. Setelah itu memutari mereka .
" Nama kamu siapa ?" tunjuk wanita itu pada
gadis yang ada di sebelah Aulia .
" Fransiska Aurora biasa dipanggil Siska ."
" oke .... perkenalkan nama gua Yolanda. Mulai saat ini kamu akan menjadi asisten gua ," ucap wanita itu dengan arogan .
deg !
Siska merinding mendengarnya. Tidak bisa menolak dia pun mengangguk .
" Sekarang ikut ketempat gua ," ajak Yolanda pada Siska. Siska pun dengan patuh mengikutinya.
Setelah itu muncul wanita lain lagi yang memilih Vierra jadi asistennya. Kini tinggal Aulia seorang yang masih menunggu panggilan .
Dert....dert ....dert
Ponsel milik wanita paruh baya disamping Aulia berbunyi . Dengan cepat wanita itu menerima telpon yang entah dari siapa .
" Halo selamat pagi ..."
" ...."
" Iya Bu ... ada yang bisa saya bantu ?"
" ..."
" Kebetulan masih ada satu Bu ."
" ...."
" Baik Bu ."
Setelah meletakkan telponnya. Wanita itu mengamati Aulia dengan dahi mengkerut . Aulia jadi gugup dipandang seperti itu.
" Namamu Aulia ?"
" Benar Bu ."
" Dari Sura yang saya terima kamu merupakan salah satu murid berbakat yang ada di jurusan mu ," ucap wanita itu yang entah maksudnya. Aulia mengangguk .
Aulia memang jenius, hanya saja dia malas . Dia lebih sering mengejar Arfan, dari pada masuk kedalam kelas . Meskipun begitu belum ada yang mengalahkan kepandaiannya di satu jurusan .
" Bagaimana jika kamu tidak ditempatkan sesuai jurusan?"
" Saya menerimanya Bu, sesuai kebijakan dari perusahaan," jawab Aulia mantab .
" Kalau begitu kamu akan menjadi sekertaris pengganti CEO untuk tiga bulan ke depan ?"
" What !!!"
" Kamu akan menggantikan ibu Diana yang akan cuti melahirkan selama masa magang. Apa kamu keberatan?"
" Saya siap Bu !" jawab Aulia dengan tegas tanpa keraguan sedikitpun.
" Good 👍....saya suka semangatmu !"