Apakah Ini Cinta?

Apakah Ini Cinta?
Apakah Ini Cinta?#31


Di dalam sebuah gua yang gelap dan hanya memiliki sedikit penerangan cahaya bulan...


Dan di sertai dengan bunyi tetesan darah yang menghiasi dalam gua tersebut...


Aku berdiri tegak di dalam gua itu dan menatap atap dalam gua tersebut dengan tatapan kosong...


—Benar...


Aku melahap semua apa yang ada di dalam gua tersebut, mau itu mayat atau serangga, tanpa tersisa aku melahap semuanya dan membuah keheningan di malam hari...


Aku menghela nafasku dan merapal sihir teleport...


Dengan cahaya yang bersinar dari tubuhku, dalam sekejap aku langsung berada di dekat Liza yang sekarang masih dalam pertempuran...


“Galius!”3x


Liza, Aria, dan Fatnir terkejut dan secara spontan langsung melihat ke arahku...


Aku hanya terdiam dan berdiri disitu...


Liza menuju ke arahku dengan cepat, saat Liza melihat ku dia hanya terdiam dan menatap ku dengan cemas...


“Liza, Aku memiliki permintaan”.


Lalu Liza menatapku dengan serius, selagi kami berbicara, Aria, Fatnir, dan Prajurit bawahan Aria masih bertempur melawan semut semut itu...


“Apa yang terjadi di dalam sana Galius?”.


Liza bertanya dengan cemas sambil menatap mataku dengan tajam...


Aku memaling mataku dari tatapan sambil membuat wajah yang sedih dan menjawab:


“Tidak ada apa apa!, Nee..Liza bisakah kalian semua kabur dari sini dan menyerahkan semuanya kepada ku”.


“—!”.


Tentu saja itu membuat Liza terkejut, tapi dia berusaha untuk tetap tenang...


Selagi pikiran sekarang sedang memikirkan cara untuk membujuk Liza dan yang lainnya kabur, tiba tiba tubuhku sangat panas dan naluriku semakin hilang kendali...


'AKU INGIN MELAHAPNYA!'...


Pikiranku sekarang terpenuhi dengan kata itu, untuk sekarang aku tidak boleh membiarkan naluri dan nafsu ku mengendalikan ku...


“Liza, aku tau ini mendadak, tapi aku–”.


“..!”.


Aku terkejut saat Liza tiba tiba memelukku dengan erat...


Ini pertama kalinya Liza melakukan ini, jadi ini membuatku sedikit gugup dan malu...


“Galius, Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi..”.


Liza dengan lembut berbisik ke telinga ku dan melanjutkan nya:


“Aku akan terus menunggu mu!”.


Setelah mendengarkan kata kata nya, aku merasa jika aku lengah aku akan mengeluarkan air mataku dan mencium Liza sekarang...


Tapi aku mencoba untuk menahannya...


Dengan wajah yang sedikit senang aku berkata:


“Liza, Bisakah kau mundur dengan yang lainnya”.


“Serahkan kepada Istri imutmu ini!”.


Setelah mengucapkan itu dengan bangga, Liza melepaskan pelukannya dan mulai memberitahu semuanya untuk mundur...


Di arah Aria, aku melihat wajah Aria yang terkejut setelah berbicara dengan Liza...


Lalu Aria berteriak dengan wajah tegas dan melihat ke arah semua prajurit nya:


“MUNDURRRRR!!, Kalian mundur lah!!”.


Setelah mendengar pinta Aria, semua prajurit terkejut kebingungan tapi mereka tetap mematuhi apa yang Aria pinta...


Lalu di dekat gerbang benteng pertahanan mereka berkumpul bersama selain diriku yang masih ada di tengah pertempuran...


Liza membuat melambaikan tangannya sebagai isyarat bahwa semuanya telah berkumpul dan semuanya melihat ke-arahku...


Aku pun tersenyum dan membalas:


“Kalian!...Dengan ini kita perpisahan!”.


Mendengar itu semuanya mendelik terdiam, Liza yang melihatku seperti merasa kalau dia tau semua yang akan ku lakukan dan dengan cepat berlari ke arahku, tapi–


“Secred Teleportation!”.


Liza pun terkejut dan disekitar mereka bersinar cahaya lalu dalam sekejap berpindah langsung ke Kastil kerajaan Beastman...


---\=\=\=---


Aku pun menghela nafas lega dan sekarang aku sedang di keroyok oleh sekumpulan semut semut yang jumlahnya lebih dari ratus ribuan...


Aku menatap semut semut itu dengan tajam...


Lalu aku tertawa kecil dan tersenyum yang cocok dengan senyuman iblis kejam...


“Baiklah, Pertama aku harus berterima kasih kepada kalian karena akan menjadi nustrisi bagi diriku untuk menjadi kuat!”.


“Kraakkk!!...”.


Semut semut itu menyadari nafsu membunuh ku dan dengan marah langsung menuju ke arahku...


Aku menelan ludah ku dan berkata:


“Lahaplah semuanya,... Bellzebub!”.


*Wuuuuusshhh!...


Sesuatu yang seperti cairan gelap keluar setelah aku mengucapkan kalimat itu dan melahap para semut semut itu tanpa membiarkan satupun lolos...


Para semut menjerit sesaat sebelum cairan gelap tersebut melahap mereka...


Aku pun tersenyum yang cocok dengan iblis jahat lalu menggoyang lidah ku seperti habis selesai makan...


Kenapa aku melakukan semua ini?...


Jika kau bertanya begitu aku akan menjawab...


–Untuk menjadi lebih kuat lagi...


Aku meninggalkan Liza karena aku tidak ingin dia terlibat dengan pertengkaran ku dengan Kakak-ku...


Dan aku tidak yakin kalau setelah aku bertarung dengan Kakak-ku, aku bisa kembali ke sisi Liza dan yang lainnya lagi...


Pertarungan ini akan ku selasaikan sendiri karena dia adalah kakak kandung ku, aku memiliki tanggung jawab untuk membunuhnya menggunakan tanganku sendiri...


“Ahahahahahaha..., Ini benar benar sandiwara yang sangat konyol!”.


Aku menaruh tangan kananku di wajahku dan tertawa dengan kencang...


Apa ini?!...


Sakit!, Dadaku sakit!...


Saat aku melihat wajah Liza yang sedih kesepian sebelum teleport, entah kenapa dadaku sangat sakit...


Sakit!, Sakit!...


Rasanya sangat sesak di dalam dada ku dan ini sangat sakit!...


Hey, yang benar aja, Raja Iblis seperti apa yang akan...


*Tis...


Suara tetesan air mata yang mengalir dari pipiku mulai berjatuhan ke tanah...


Ahaha..., Ini benar benar bodoh, Apa yang sebenarnya ku lakukan, kenapa orang seperti diriku bisa menangis...


Sial, dadaku sangat sakit...


“Apakah ini Cinta?”.


Setelah bergumam sesuatu yang sulit dimengerti, aku memberhentikan air mataku untuk berhenti menangis dan mulai mengelap nya dengan lenganku...


---\=\=\=---


Setelah beberapa jam, aku menghela nafas dan membuat tatapan kosong di mataku...


Dan di tengah tengah Medan Perang, aku melihat sekitar ku dan menyadari kalau...


–Seluruh semut itu telah hilang seperti di telan bumi...


Lalu aku dengan wajah dingin dan mata merah yang berkilau di malam hari, aku bergumam:


“Ini belum cukup!”.


Dan tanpa di sadari rasa sakit yang selama ini kurasakan ikut hilang seperti di lahap sesuatu...


Aku pun kembali menjadi Raja Iblis yang di takuti oleh semua orang...


Raja Iblis yang melahap semuanya dan Raja Iblis terkejam yang pernah ada...


“Aku belum kenyang!”.