Anak Genius : First Night With CEO

Anak Genius : First Night With CEO
Bab 67. I care,


Ternyata ..., gadis miskin itu hanya menginginkan uang. Gavin, Gavin ..., bodoh sekali dirimu! Haruskah aku menerima semua pinangan ini? Kurasa, Gavin akan sakit hati jika tahu bahwa wanita yang ia elu-elukan ternyata adalah seorang perampok. Aku sudah menduganya dari awal, jika wanita itu, bukanlah wanita baik-baik. Batin Cellyn.


Cellyn terpengaruh dengan pesan yang dikirimkan oleh Gilang. Rencana B dilakukan. Bukti di ruang rahasia, tak ditemukan sama sekali. Sulit mencari jejak Ellea yang telah memasuki ruangan itu. Ditambah lagi, tak ada berkas yang hilang karena perbuatan Ellea.


Rencana B, adalah fitnah untuk Ellea, agar secepat mungkin, Ellea bisa pergi dari kehidupan Gavin. Jordan telah kalang kabut. Ia sengaja melemparkan fitnah ini, agar Cellyn kembali mendekati Gavin. Jika Ellea terus berada di sisi Gavin, kehidupan Jordan tak akan aman, bahkan Ellea pasti terus menemukan cara, agar dirinya hancur.


Dendam Ellea pada Jordan Alexander tak main-main. Dengan adanya Ellea di samping Gavin, tentu saja sangat membuat Jordan tak nyaman. Jordan ingin, Ellea segera pergi dari kehidupan Gavin. Ellea adalah ancaman untuk Jordan.


Jordan sengaja memfitnah Ellea dan keluarganya, karena Jordan akan menyangkut-pautkan kisah masa lalu mereka dengan fitnah ini. Seolah-olah bahwa sejak dulu Patrice group ingin merebut Louvre gallery, hanya saja, mereka gagal, hingga akhirnya bangkrut.


Kini, datanglah Ellea dalam kehidupan Gavin Alexander. Jordan telah merancang, jika kedatangan Ellea hanya untuk balas dendam dan mengambil harta kekayaan keluarga Alexander. Karena dendam keluarganya dahulu belum terselesaikan, kini Ellea datang untuk meraup semuanya dengan mendekati Gavin.


Fitnah ini seolah-olah nyata adanya. Seakan-akan Jordan yang menjadi korban dan dijahati oleh keluarga Ellea. Jordan sudah tak bisa menghancurkan Ellea, karena Gavin bersikeras untuk tetap bersama Ellea.


Kali ini, Jordan akan membuat drama baru. Ia akan menjadi seorang korban yang melaporkan kelakuan Ellea sebagai pencuri di keluarga Alexander. Berkas dan barang bukti, sudah di buat sedemikian rupa, agar terkesan Ellea benar-benar bersalah.


Diam-Diam Jordan sengaja menjalankan rencana B, jika misi rencana A ini tidak berhasil. Toh, Ellea dan Gavin sama-sama tak percaya, jika kecelakaan Jordan ini, murni karena orang lain. Sulit meyakinkan hati Gavin, agar segera membuang Ellea.


Apalagi, makin hari, Ellea makin menunjukkan keberaniannya untuk menghancurkan Jordan secepat kilat. Kali ini, dengan fitnah yang Jordan layangkan, semoga bisa membuat Ellea pergi dari rumah ini, walau Gavin tak akan rela.


Setidaknya, jika sudah ada hitam di atas putih tentang perceraian mereka, Ellea dan Gavin sudah resmi bercerai, dan bukan suami istri lagi. Ternyata, semua yang dilakukan Jordan, mudah terbaca oleh Gavin. Gavin tahu, semua rencana sang Papa. Namun Gavin tetap tenang, dan meminta orang kepercayaannya untuk tetap mengawasi mereka.


"Ternyata Papa takut pada Ellea. Ia ingin segera menghancurkan Ellea dengan cepat. Fitnah tak mendasar seperti itu, tak akan mempan membuatku dan Ellea berpisah. Sekalipun Ellea masih ragu padaku, aku akan tetap berada di sampingnya. Biarkan Papa dengan caranya, karena aku yakin, ia akan jatuh dengan sendirinya. Semua perbuatannya, akan kembali padanya. Maafkan aku, Papa, aku bukannya tak mendukungmu, tapi aku harus bisa menentukan, mana yang baik, dan mana yang tidak. Kau memang menyayangiku, tapi kau ternyata menyayangiku dengan cara yang busuk. Aku tak ingin mengikuti jejakmu. Aku lebih baik jatuh miskin, daripada aku harus kaya raya dari uang hasil merebut hak milik orang lain."


"Tuan, kita harus hati-hati. Jika tercium sedikit saja, bisa sangat berbahaya bagi Anda dan juga Ellea. Saya sangat menyarankan, jika Anda bergerak sedikit demi sedikit, demi membuktikan semuanya. Jika dilihat dari sejarah masa lalunya, mereka memang pernah berhubungan sejauh itu, hingga menyebabkan sakit hati mendalam yang dirasakan oleh Tuan Jordan." jelasnya.


"Apa mungkin, adikku?" Gavin berpikir keras.


"Aku sangat mengandalkanmu, terima kasih ... kau telah mau bekerja sama denganku. Aku beruntung, bisa mendapat informan handal sepertimu. Semoga, kau selalu sehat, Sam!" Gavin menepuk-nepuk pundak orang kepercayaannya itu.


Mungkin, mencintai orang lain itu, tak harus selalu memiliki. Tapi, berupaya membuat dia bahagia pun, adalah salah satu bentuk cinta yang tak tersirat. Semoga kau segera menemukan kebahagiaanmu, Ellea. Aku akan membantumu, sampai kau dan Tuan Gavin, benar-benar bisa bersatu dengan bahagia. Batin orang yang dulu pernah sangat dekat dengan Ellea.


Gavin tengah berada di sebuah tempat yang tak akan diketahui oleh siapapun. Dari ruangan inilah, Gavin bisa tahu, jika Jordan memang sengaja ingin menghancurkan Ellea. Dialah orang yang sejak dulu menjadi malaikat untuk Ellea. Gavin menemukannya, karena dia menawarkan diri untuk menjadi informan Gavin.


Dia tahu, kehidupan Ellea sejak dulu. Dia telah mengintai Ellea diam-diam. Dia tahu Ellea, sebelum Ellea mengenalnya. Semua terjadi, karena sebuah ketidaksengajaan, yang membuatnya terus memperhatikan Ellea sampai saat ini. Siapakah dia?


...........


Saat Gavin memasuki ruang rawat intensif Jordan, Gavin menyimpan sebuah alat penyadap suara di ruangan itu. Aaron yang telah memasangnya, dan informan Gavin yang melakukan kontrolisasi suara dari alat penyadap itu. Mereka saling bekerja sama, guna mendapatkan bukti kuat yang bisa menghancurkan Jordan Alexander dalam sekejap saja.


Gavin bisa mengetahui semua yang diucapkan oleh Jordan dan juga anak buahnya. Sayangnya, saat Jordan mengancam Vanny, alat penyadap itu mengalami kerusakan. Sehingga, Gavin masih belum tahu, jika Jordan membiarkan Gilang dan Lay untuk bermain-main dengan adiknya.


Jika Gavin tahu, entah apa yang akan ia perbuat pada sang Papa. Jordan memang malaikat untuk Gavin, tapi Jordan bak monster untuk Vanny. Entah mengapa, Jordan bisa memperlakukan mereka berbeda seperti itu. Yang jelas, terlihat sekali jika Jordan sengaja membiarkan Vanny seperti itu.


Gavin diam, bukan berarti Gavin tak peduli atau bahkan membela Papanya. Gavin hanya tengah mencari bukti yang kuat dan mengatur strategi sebaik mungkin. Ia akan melawan Papanya, bukan melawan kolega bisnisnya. Jika hanya sekadar kolega bisnis, Gavin bisa dengan mudahnya menghancurkan mereka.


Yang ia lawan adalah monster dari segala monster yang berkuasa dalam pasar perusahaan di negara ini. Seorang Jordan Alexander, yang ternyata Papanya sendiri. Gavin harus memiliki perisai kuat untuk menghancurkan Papanya.


Gavin bukan ingin membuat Jordan tersiksa seperti yang diinginkan Ellea. Gavin hanya ingin, Papanya kembali ke jalan yang benar, dan meminta maaf pada orang-orang yang telah ia sakiti hatinya. Bisakah Gavin membuat Papanya menyadari semua kesalahan itu?


"Papa, aku mencintaimu ..., aku tak ingin kau dibenci banyak orang. Sekalipun semua ini bukan berasal karenamu. Sekalipun hal ini adalah karena balas dendam atas semua kesakitan hatimu. Tapi, kau tetap saja tak bisa seenaknya memperlakukan mereka seperti ini. Oh Tuhan, bisakah aku membuat Papaku menyadari semua kesalahannya? Haruskah aku benar-benar menghancurkannya agar ia sadar?"


*Bersambung*