
Waktu cepat berlalu, hubungan Ziona dan Regan semakin dekat bahkan tak terasa pernikahan mereka pun akhirnya tiba. Semua keluarga sangat senang khususnya Al. Karena impiannya selama ini untuk hidup bersama kedua orangtuanya akhirnya terwujud.
Pemberkatan mereka di langsungkan di kana Israel seperti pernikahan Joe dan Viera. Ziona memang menginginkan pemberkatannya di adakan disana, setelah menghadiri pernikahan Joe dan Viera waktu itu dia pun bermimpi suatu saat kelak dia menikah akan memilih tempat bersejarah itu dimana mujizat pertama kali Tuhan Yesus adakan di pesta perkawinan.
Satu minggu kemudian baru resepsi pernikahan diadakan, pesta berlangsung meria di sebuah hotel berbintang, banyak kolega bisnis yang hadir dari kolega bisnis Ardana grup maupun dari kolega bisnis Alcander Grub, dalam negeri maupun luar negeri.
Bahkan kolega bisnis Ziona pun banyak yang hadir dan kebanyakan selebriti dan isteri para Atlet karena Ziona meluncur produk untuk anak - anak dan para konsumen dari kalangan anak - anak selebriti dan para idola dunia di bidang olaraga.
Bisnis yang dirintis Ziona terkenal dengan merek AG, singkatan dari nama Alvaro Gavriel nama anaknya. Dan merek itu sudah mendunia.
Diantara para undangan, ada pula semua alumni PERKANTAS mendapat undangan spesial langsung dari Ziona. Ziona merasa bagian dari perkantas karena pelayanan itulah yang mengubahkan masa lalunya. Seandainya bukan karena pelayanan itu mungkin saja Ziona sudah mati bunuh diri.
Dan malam itu serasa reuni akbar PERKANTAS. Meskipun banyak di antara mereka yang berkeluarga bahkan semuanya sukses di pekerjaan masing - masing dan hanya beberapa orang yang berdedikasi di pelayanan itu, tapi rasa kebersamaan mereka tak pernah pudar bahkan semakin akrab.
Khususnya Joe sudah balik ke Indonesia dan kembali terjun ke dunia pelayanan, membuat mereka semakin sering berkumpul. Dan malam ini sudah berkumpul Joe , David, Ogi, Adit, Harry, Theo, Marsya, Viona, Liany, Nathan, syafa dan alumni lainnya masing - masing dengan keluarga kecil mereka.
Bahkan anak Joe jadi rebutan di antara mereka karena imut dan cakep, ketiganya laki - laki. Joe dan Viera memiliki bayi kembar tiga.
"Joe ajarin dong, dapat tiga anak sekaligus!" goda David
"Ia Joe, bagi tips...aku juga mau biar anak kita dijodohkan nantinya" timpal Ogi
"Cii... Kalian pada tidak waras ya, mana aku tahu, aku hanya menjalankan tugasku, selebihnya Tuhan yang tahu" potong Joe
"Kamu ajah kali yang nggak bisa" ledek Harry pada David
"Terus kamu apa kabar?" balas David
"Isteri aku lagi hamil, ia kan sayang?" jawab Harry memeluk istrinya
"Tapi...Boong" goda Aldo yang baru bergabung
"Seriuslah, masa aku bohong" tegas Harry
"Hei serius bangat, aku tahu Marsya lagi hamil, tapi bdw kalau seandainya nanti anak kita lahir terus berbedah jenis kelamin kita jodohkan saja" canda Aldo
Rekan - rekannya pun ikut tertawa.
"Astaga Joe, anak kamu pintar bangat, cakeb lagi, kecil - kecil taat bangat, nggak rewel" Puji Jenny
"Bapaknya dulu!" timpal Ogi
"Untung ikut sifat papa, kacau kalau ikut mama bisa - bisa kita di hambur" ledek Naomy dan Ruth
"Ya... Itu masa lalu nggak usah ungkit, nggak mungkin anak aku gitu kalau bukan aku, ya kan sayang?" jawab Viera sambil menyandarkan bahunya ke Joe
"Pasti sayang, kamu memang luar biasa" jawab Joe mencium kening sang istri dan langsung di serbu protes teman - temannya
"Omg, Joe akhirnya bucin juga, kirain nggak akan gini, bukannya dulu jaga image banget" ledek Hana
"Bahkan dulu aku kira kelainan, nggak tertarik sama cewek secantik aku" tutur Viera ikut meledak suaminya
Semua kembali tertawa, mendengar ucapan Viera.
"Maaf sayang, tapi serius loh, aku yang ngejar kamu, baru kali itu penasaran sama Cowok" ujar Viera jujur
"Ais apaan sih sayang, aku jadi malu" potong Joe
"Tapi aku akui, loh emang hebat Viera, baru kamu yang berhasil membuat dia move on" tutur Stevani jujur
"Ya sayang, aku disini, lain kali kalau mau curhat jangan didepan aku, sakit tahu" tutur Aldo
"Ya sayang, aku sudah memilih kamu, jadi kamu satu - satunya" timpal Stevani
"Ia...memilih dia karena terpaksa kan?, seandainya Joe mau, lain cerita" kompor Maria
"Ais....Ria, sadis loh... Tapi milih Nathan juga, karena terpaksa kan?" balas Stevani
"Stop perdebatkan Joe ..apa sih kelebihan dia cakepan juga aku" timpal David bercanda
"Setuju Vid, lagian aku lebih tajir dari dia" timpal Aldo
Sementara Joe hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kekanakan mereka .
"Sayang, itu kan masa lalu, yang penting sekarang kamu kan masa depan aku" tutur Stevani memeluk Aldo suaminya
"Cakep" tutur mereka bersamaan kemudian kembali tertawa.
Tiba - tiba seorang cewek, menyamparin Joe dan langsung memeluknya. Joe kaget begitu pula Viera tapi Viera hanya menonton seperti yang lain. Viera sudah tak asing dengan pemandangan seperti itu bahkan sejak pacaran Joe, ada - ada saja cewek yang selalu menggusik keberadaan nya disisi Joe, dan kebanyakan mengaku pacar Joe, tapi Viera sangat mengenal dan mempercayai Joe suaminya dan tak mungkin menghianati rumah tangga mereka.
"Kak Joe, aku kangen banget, lama tak jumpa, gimana kabar kakak?" tanyanya masih memeluk Joe
Joe berusaha melepas pelukan cewek itu dan menatapnya heran tanpa merespon pertanyaan cewek tadi.
"Kak Joe kan?, kakak lupa aku?, Gimana kabar kak Abigail? " ujar cewek itu lagi
Joe semakin bingung, "Abigail?" monolog Joe
"Kak aku Revita, yang kak Joe dan kak Abigail bantu waktu aku hampir di bunuh orang tua angkatku" tutur cewek itu lagi
"Omg, Vita, maaf kakak lupa, habis adik sudah gede, terus makin cantik, gimana kabar adek, terus bisa disini?" ujar Joe dengan pertanyaan beruntun
"nggak papa kak, yang penting udah ingat dan kenal aku sekarang, kak Joe kak Abigail mana? aku dengar kak Joe menikah dengan kak Abigail?" tutur Vita balik bertanya
"Maaf dek, kenalin ini isteri kakak , namanya Abigail Xaviera Metthew, terus itu sana anak kakak" jelas Joe
Vita kali ini yang kebingungan, "kak, aku kira kakak menikah dengan kak Abigail yang dulu, kakak berkhianat ya?'' cecer Vita
"Emang wajah kakak, ada tampang penghianat gitu? " canda Joe
"Terus kak Abigail mana?" tanyanya ngotot
"Duduk dulu, kakak ceritain" bujuk Joe