
Axel langsung melarikan mobilnya ke apartemen miliknya yang ditempati Cindy. Ia membawa Bunga sekalian.
"Kita kemana kak.. "
"Ke apartemen Cindy... "
"Kak.. aku turun di sini aja. Aku pulang pakai taksi. Kak Axel selesaikan saja dulu masalah kak Axel. Aku nggak mau terlibat"
"Bunga... kak Axel tidak bermaksud melibatkan kamu. Tapi kak Axel pengin secepatnya mengatasi masalah ini, makanya kak Axel langsung menuju apartemen Cindy. Setelah dari sana baru kakak antar kamu pulang. Kakak nggak mau kamu pakai taksi. Apa nanti yang dipikirkan om Bumi. Lagi pula kak Axel membawa kamu sebagai teman menemui Cindy. Kak Axel tak mau sendirian kesana, nanti bisa menjadi bahan omongan lagi"
"Tapi kak.. aku tak mau nanti Kak Cindy salah paham dengan kehadiran aku"
"Nggak usah pikirkan itu, kak Axel mohon temani kakak"
"Kakak bisa minta temani kak Rendi"
"Bunga.. kak Axel ingin cepat selesai. Kasihan mommy, ia menangis karena mengira kakak yang telah mrnghamili kak Cindy.. "
"Baiklah kak... aku tak mau mommy sedih"gumam Bunga
"Jadi kamu mau menemani kak Axel karena mommy bukan karena kak Axel"
"Kak Axel,bukan begitu.. "ucap Bunga gugup
"Nggak apa... kamu melakukan demi mommy juga kak Axel sangat senang. Itu berarti kamu sangat menyayangi mommy. Wanita paling penting dalam hidup kak Axel"ucap Axel sambil mengacak rambut Bunga.
Sampai di basement apartemen ,Axel menggandeng tangan Bunga menuju lift apartemen dan menekan tombol lantai kamar Cindy.
Axel langsung menekan tombol nomor kode masuk apartemen. Tampak Cindy yang lagi menonton ditemani asistennya.
"Axel... kamu datang juga. Aku kangen banget"ucap Cindy bangun dari duduknya ingin memeluk Axel, tapi ditolak Axel.
"Mengapa kamu menolak pelukan aku. Biasanya kamu senang banget jika aku peluk, apalagi jika pelukan berdua di kamar"ucap Cindy sengaja, karena melihat Bunga dibelakang tubuh Axel
"Aku kesini bukan untuk mendengar omong kosongmu. Apa maksud semua berita yang beredar. Mengapa kamu mengatakan jika aku memutuskan hubungan setelah tahu kamu hamil. Kamu tahu itu membuat orang menganggap aku yang telah menghamilimu tanpa mau bertanggung jawab"
"Axel.. berita itu memang benarkan. Kamu putuskan aku setelah tahu aku hamil.. "
"Tapi itu bukan anakku... "
"Aku juga tidak ada mengatakan jika itu anakmu. Aku cuma mengatakan kamu putuskan aku setelah tahu aku hamil"
"Itu karena mereka ingin tahu siapa pacar aku"
"Cindy... dengar baik baik. Aku akan menyebarkan video ketika kamu berpelukan di hotel dengan Anthony. Di sana jelas kamu mengatakan jika kamu sering tidur dengannya. Dan aku juga akan menyebarkan video saat kamu berdua di kamar hotel dengan Anthony, jika dalam waktu dua jam setelah ini kamu tidak mengklarifikasi berita sebelumnya. Dan satu lagi, aku akan menuntut kamu dengan pencemaran nama baik. Aku akan minta bantuan pengacara daddy. Kamu pasti tahu siapa daddy aku, dan jika kamu tidak tahu bagaimana kejamnya daddy aku jika keluarganya diganggu kamu bisa mencari beritanya.. "
"Axel... aku tidak pernah mencemarkan nama baik kamu. Aku bicara apa adanya. Jika kamu itu memang kekasih aku, kita menjalin hubungan sudah setahun dan saat ini aku hamil jadi kamu minta putus. Dimana letak salahnya berita itu.. "
"Kamu itu pura pura bod*h atau memang kamu itu sebenarnya bod*h. Kamu tidak beri tahu siapa ayah anakmu.. jadi sekarang juga kamu hubungi wartawan dan bilang siapa ayah anakmu atau kamu bisa katakan jika kamu hamil dengan lelaki lain dan aku tak pernah berhubungan badan denganmu."
"Tapi Axel.. aku tak bisa menghubungi wartawan secepat itu"
"Aku tak mau tahu. Bagaimana caranya, dalam waktu paling lama dua jam berita itu harus sudah beredar. Jika tidak jangan salahkan aku jika video yang ada ditanganku semuanya tersebar"
"Axel kamu kejam. Bukankah kamu sangat mencintaiku. Mengapa kamu berubah secepat ini. Apa gara gara wanita ini. Dan lihat,dengan tanpa perasaan kamu membawa wanita ini kehadapan aku. Lihat apartemen ini bukti cinta kita. Disini kita sering menghabiskan waktu berdua. Berpelukan dan berciuman. Kamu juga memberi apartemen ini buat aku tempati karena kamu sangat mencintai aku kan"
"Dulu mungkin aku mencintaimu, dan rasa itu benar benar telah habis dan hilang saat aku melihat kamu mengkhianati aku. Aku bahkan saat ini menyesal jika aku pernah mencintaimu. Bahkan mengenali kamu saja menjadi penyesalan bagiku.. "
"Kamu keterlaluan Axel. Bagaimana mungkin kamu bisa berubah secepat itu.. "
"Itu karena rasa sakit hati dan kecewa aku yang begitu besar padamu. Aku sudah sangat percaya padamu, tapi ternyata kamu mengkhianati dan membohongi aku selama ini. Aku pernah mengatakan bukan, jika aku benci pembohong dan pengkhianatan "
"Kamu bohong,pasti wanita ini yang sudah merayu kamu sehingga kamu meninggalkan aku"
"Jangan bawa bawa Bunga dalam masalah kita"
"Bagaimana aku tidak membawa wanita ini dalam masalah kita, aku tahu keluargamu menginginkan ia jadi kekasihmu.Pasti ia telah memaksa orang tuamu buat kamu mau menerimanya"
"Maaf kak Cindy.. aku tak sepicik yang kak Cindy pikirkan. Walaupun aku mencintai Kak Axel, aku tak akan manfaatkan keluarga buat memaksa kak Axel agar menerima aku. Kak Axel sudah aku katakan tadi jika kehadiran aku pasti nanti akan membuat salah paham. Lebih baik aku pergi. "ucap Bunga dan melangkah pergi. Tangan Bunga ditahan Axel.
"Tunggu.. kak Axel juga akan pergi"gumam Axel. Lalu ia membawa Bunga makin mendekat ke tempat Cindy berdiri.
"Dengar baik baik Cindy. Hubungan kita putus itu karena kesalahan kamu sendiri. Kamu pasti tahu itu. Jadi jangan pura pura naif. Kamu yang membuat masalah, jangan mengkambing hitamkan pada Bunga. Jika aku tahu kamu menjelekkan Bunga, aku juga tidak akan tinggal diam. Sekarang lebih baik kamu secepatnya menghubungi wartawan jika tak ingin videomu tersebar."
"Bunga.. ayo kita pergi. Kak Axel rasa tidak ada lagi yang perlu diucapkan"ucap Axel memegang pengelangan tangan Bunga membawanya pergi.
"Axel... aku tak pernah mengira ini akan terjadi. Aku baru menyadari jika aku memang benar benar mencintaimu bukan hanya karena hartamu. Aku tak bisa melupakanmu. Anak ini telah menjadi penghalang hubungan kita. Suatu saat jika anak ini telah lahir, aku akan kembali mengejar cintamu.. "
***********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini